Daun Bosi-Bosi Menembus Batas Ekstraksi Hijau Dan Antikanker Payudara
sumut24.co MEDAN, Riset Universitas Sumatera Utara mengungkap potensi tanaman obat lokal melalui teknologi ekstraksi ramah lingkungan, iden
kota
Baca Juga:
Medan — Akademisi tidak boleh hanya menjadi penonton dari kejauhan, melainkan harus hadir dengan keberanian, integritas, dan ketegasan moral dalam setiap langkahnya. Hal itu disampaikan oleh pemerhati pendidikan, Syahrir Nst, yang menyoroti pentingnya posisi akademisi sebagai benteng moral bangsa, terutama di tengah dinamika sosial-politik yang penuh kepentingan.
Menurut Syahrir, seorang akademisi sejati harus menanamkan satu semboyan sejak melangkah dari rumah menuju kampus: keberanian dan integritas. Nilai itu, katanya, bukan sekadar slogan, tetapi harus melekat dalam jiwa sebagai fondasi membangun moral dan karakter bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Setiap langkah akademisi murni harus beranjak dari komitmen memperkuat kebaikan anak bangsa ke depan, tanpa kepentingan politik, baik yang datang dari diri sendiri maupun dari luar dunia pendidikan," tegas Syahrir.
Ia menilai bahwa tekanan penguasa ataupun motivasi politik yang menunggangi dunia kampus merupakan ancaman serius bagi independensi akademisi maupun rektor perguruan tinggi. Karena itu, ia menekankan bahwa rektor maupun akademisi harus tetap berada pada posisi independen dan berorientasi pada pengabdian, bukan pada perebutan atau penjagaan jabatan.
"Akademisi dan rektor harus menjadi benteng moral serta panutan, baik di dalam maupun di luar kampus. Namun itu bukan berarti mereka harus menciptakan jarak dengan masyarakat. Mereka justru harus hadir, melihat, mendengar, dan berbicara ketika terjadi ketimpangan dan kecerobohan dalam koridor hukum," ujar Syahrir.
Ia mengingatkan bahwa seorang akademisi tidak boleh hanya menikmati kenyamanan jabatan tanpa keberanian bersikap terhadap penyimpangan.
"Jangan mau makan enak tapi tangan tidak mau kotor. Dan jangan sampai akademisi tersubordinasi oleh penguasa yang dzolim. Dalam bahasa halusnya, takut miskin tapi tak pernah kaya — ini aneh jika tumbuh dalam diri akademisi," tegasnya.
Syahrir menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali bahwa dunia pendidikan membutuhkan sosok akademisi yang berani, jujur, independen, dan tidak tunduk pada tekanan eksternal apa pun demi menjaga marwah perguruan tinggi dan masa depan bangsa.rel
sumut24.co MEDAN, Riset Universitas Sumatera Utara mengungkap potensi tanaman obat lokal melalui teknologi ekstraksi ramah lingkungan, iden
kota
sumut24.co KISARAN, Bunda PAUD Kabupaten Asahan secara resmi membuka kegiatan Peragaan Manasik Haji Cilik Tingkat PAUD Kabupaten Asahan Tah
News
sumut24.co MEDAN, Harapan dapat hadir melalui hal sederhana bantuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau darah yang tersedia saat seseor
kota
sumut24.co MEDAN, Universitas Sumatera Utara (USU) meraih Mandaya Awards 2026 kategori Perguruan Tinggi berkat program pengembangan Agrowis
kota
sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., memimpin langsung pelaksanaan Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) Kabupa
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Peredaran barang ilegal di wilayah pesisir Sumatera Utara kembali menjadi perhatian aparat penegak hukum.Sebanyak
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan resmi membuka Festival Jajanan Kuliner dan Produk Lokal Kabupaten Asahan Tahun 2026
News
Patroli KOMPAK Polres Padang Lawas Diperketat, Timsus Serigala Sakti Sasar Premanisme hingga Kejahatan Jalanan
News
Bupati Solok Buka Festival Literasi, Ajak Masyarakat Cerdas Menyaring Informasi dan Tangkal Hoaks
News
Cetak Sejarah, 24 Dosen UNPAB Raih Jabatan Lektor Kepala Sepanjang 2026
News