Selasa, 29 September 2026

Daging Sapi Ilegal Asal India Diperkirakan Telah Masuk ke Indonesia

Administrator - Jumat, 08 Januari 2016 09:56 WIB
Daging Sapi Ilegal Asal India Diperkirakan Telah Masuk ke Indonesia

JAKARTA | SUMUT24

Baca Juga:

Ketua umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Teguh Boediyana mencurigai adanya peredaran daging sapi ilegal dari India di pasar-pasar tradisional.

“Kami mensinyalir ada daging datang dari India. Ketika kita browsing dari data India ternyata tahun 2015 kita temukan mereka mengirim daging ke Indonesia,” ujar Teguh di Jakarta, kemarin.

Teguh mengatakan, berdasarkan data perdagangan India, pada tahun 2012 ditemukan sekitar 800 ton daging sapi atau sebanyak 120 kontainer dikirim ke Indonesia. Sedangkan pada tahun 2015 ditemukan sekitar 82 ton daging impor dari India.

Padahal, menurut dia, India tidak termasuk negara yang bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Artinya, peredaran daging sapi atau kerbau dari India dilarang di Indonesia.

Dia mencurigai daging tersebut bisa masuk ke Indonesia lewat pelabuhan dengan menggunakan kemasan lain. “Jangan-jangan kemasannya impor ikan tapi dalamnya daging. Langsung masuk gudang,” ujar Teguh.

Lanjut, kata dia, ketika sudah masuk ke pasar tradisional akan sulit untuk membedakannya. “Pas udah beredar ke pasar tinggal di-repack,” ujarnya.

Direktur Utama PPD Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusumajati mengatakan, keberadaan daging sapi ilegal dari India ini merugikan pemain lokal. Dia mengatakan harga daging sapi ilegal dari India jauh lebih murah.

“Sebagai pemain lokal saya terpengaruh oleh daging dari India. Stok tidak bergerak karena harganya Rp 5000 sampai Rp 10.000 dibawah kami,” papar Ratna.

Maka, dia berharap pemerintah lebih tegas menindak persoalan daging sapi ilegal dari India agar para pelaku bisnis lokal tidak dirugikan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Asahan Buka LK II Tingkat Nasional HMI : Lahirkan Kader Solutif yang Jadi Mitra Strategis Pembangunan
Pemkab Solok Siapkan Huntap untuk Warga Terdampak Galodo, Lokasi Relokasi Dikaji
Gelar Pelantikan dan Rakerda 2026, Golkar Sumut Siap Menguningkan Sumatera Utara
Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Silaturahmi Tokoh Masyarakat Jawa Sumut
Anggunnya Jelita Asri Ludin Tambunan dalam Balutan Tenun Deli Serdang di Kriyanusa 2026
SYAMSUL RIZAL: PASAL 33 HARUS MENJADI KOMPAS PEMBANGUNAN DAN KEDAULATAN EKONOMI BANGSA*
komentar
beritaTerbaru