Minggu Tak Jadi Alasan, Bupati Palas Turun ke Desa Panarian dan Cek Jalan Menuju Hapung
Minggu Tak Jadi Alasan, Bupati Palas Turun ke Desa Panarian dan Cek Jalan Menuju Hapung
News
Ternate – Sumut24
Baca Juga:
Kolano Moloku Kie Raha Wilayah Sanana, Taliabu Dan Mangoli menyampaikan pandangan-pandangannya dalam menyikapi berbagai isu yang terjadi khususnya dalam Wilayah Adat Hak Ulayat, Sanana, Taliabu dan Mangoli.
Menurut Kolano bahwa sudah menjadi tanggung jawab seluruh rakyat maupun elemen Pemerintah pada berbagai level di Kabupaten Kepulauan Sula, maupun Taliabu dan Mangoli untuk turut serta membangun Kebesaran Adat yang selama ini tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat.
Lanjutnya bahwa sudah menjadi tradisi sosial yang terpelihara dalam kultur masyarakat Sanana, Taliabu dan Mangoli, bahwa masyarakat Sanana, Taliabu dan Mangoli merupakan komunitas masyarakat yang sudah sejak lama hidup berlandaskan pada Adat dan Budaya. Namun kondisi yang terjadi saat ini menurut pengamatan Kolano sangat miris.
Seolah-olah Sanana, Taliabu dan Mangoli dianggap Pulau kosong (negeri tak berpenghuni). Dengan demikian manyarakat pun turut serta tercabut dari akar budayanya, hilang kepercayaan dan jati dirinya terhadap keyakinan akan nilai-nilai luhur yang sudah sejak lama ada secara turun temurun.
Hal tersebut menurut Kolano sangat berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama mengenai tegaknya demokrasi di tengah-tengah rakyat. Namun kondisi riil yang terjadi saat ini justru terbalik khususya pada Wilayah Adat Hak Ulayat Sanana, Taliabu dan Mangoli. Hal ini pun sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan Pemerintah Formal yang berlandaskan Otonomi Daerah, yang dalam hal ini ruh dan jiwanya bersumber dari semangat kearifan lokal.
Kolano berujar “Indonesia yang sangat kita cintai ini sangat kaya akan sumber daya alam, baik yang ada di permukaan tanah maupun yang terkandung dalam perut buminya. Meskipun kita kaya akan sumber daya alam yang luar biasa, namun manusia tetaplah menjadi key person dalam proses mengolah, menjaga dan melestarikannya.†Manusia yang maksud Kolano dalam hal ini adalah manusia yang beradat dan berbudaya terlebih pada Wilayah Adat Hak Ulayat Sanana, Taliabu dan Mangoli. Ada sebagian menurut Kolano orang yang mengatakan bahwa Sanana, Taliabu dan Mangoli bukan Tanah Adat.
Hal tersebut justru sangat bertentangan dengan landasan dan falsafah para leluhur. Hal itupun ditegaskan oleh Kolano bahwa “Sejak saya diberi Kuasa/Mandat Nomor : 100/MKR-KT/II/2009, tertanggal 13 Februari 2009. Beliau (Almarhum) Kolano Moloku Kie Raha Kesultanan Ternate, Orang Tua Saya Drs. Hi Mudaffar Syah, M.Si. sudah mewasiatkan kepada saya untuk kembali menegakkan Adat Hak Ulayat di tiga Pulau Sanana, Taliabu dan Mangoli. Gugat siapapun yang mengatakan bahwa di Sula Besi atau Sanana, Taliabu dan Mangoli bukan Wilayah Ulayat.â€
Menyikapi hal tersebut, Kolano pun menyatakan akan tetap pegang teguh wasiat Almarhum terutama menganai penegakkan Hak Ulayat di Bumi Sula Besi, Sanana, Taliabu dan Mangoli. Disamping wasiat lainnya yang tidak diuraikan secara terperinci.
Dipenghujung pembicaraan via telepon, Kolano menegaskan akan turut mengawal jalannya penyelenggaraan Pemerintahan Daerah khususnya Wilayah Sanana, Taliabu dan Mangoli, terutama mengenai beberapa kerja sama antara Pemerintah Daerah dalam hal kerjasama sengan beberapa pihak, terutama dalam hal pemanfaatan dan pengolahan sumber daya alam di Sanana, Taliabu dan Mangoli yang merupakan Wilayah Adat Hak Ulayat sebagaimana dimaksud Kolano.
Kolano berpesan bahwa seluruh rakyat Sanana, Taliabu dan Mangoli adalah bagian dari Masyarakat Adat Moloku Kie Raha Kesultanan Ternate yang patut dihargai hak-haknya sebagaimana masyarakat di belahan daerah lain dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.(rel/w04)
Minggu Tak Jadi Alasan, Bupati Palas Turun ke Desa Panarian dan Cek Jalan Menuju Hapung
News
Tak Perlu 1012 Jam ke Kualanamu, Wabup Atika Ajak Travel Umrah Manfaatkan Bandara JHN
News
Mantan Wali Kota Sibolga Jadi Tersangka Korupsi Pasar Ikan Modern Rp22,5 Miliar
News
Medan sumut24.co Sebagai wujud kepedulian TNI AD terhadap kesulitan rakyat kembali ditunjukan oleh Koramil 020109/MB Kodim 0201/Medan dal
kota
Taput sumut24.co Kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat kembali diwujudkan Kodim 0210/TU melalui kegiatan pembagian air bersih kepa
News
Jakarta Wakil Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Leriadi, M.Sos., mengajak seluruh keluarga besar AMPI memperkua
Profil
Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku Oleh Tundra Meliala Pegiat Media ADA satu jenis berita yang nyaris tak pernah absen dari hala
Hukum
Kejatisu Harus Tangkap Akuang, Jangan Ada Kesan Permainan
News
Dari Huntap hingga Jembatan Gantung, Kapolres Tapsel dan Bupati Cek Langsung Kondisi Warga
News
Wabup Basri Buka Muscab FSPTSIKSPSI Paluta, Target 6.000 Lapangan Kerja Dicanangkan
News