Selasa, 29 September 2026

Tak Perlu 10-12 Jam ke Kualanamu, Wabup Atika Ajak Travel Umrah Manfaatkan Bandara JHN

Administrator - Selasa, 29 September 2026 18:45 WIB
Tak Perlu 10-12 Jam ke Kualanamu, Wabup Atika Ajak Travel Umrah Manfaatkan Bandara JHN
Baca Juga:

Madina | Sumut24.co

Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Atika Azmi Utammi Nasution, mendorong seluruh pengelola travel umrah di daerah tersebut memanfaatkan keberadaan Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution (JHN) sebagai pintu keberangkatan jemaah menuju Tanah Suci.

Dorongan itu disampaikan Atika dalam rapat koordinasi bersama Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Madina Ahmad Zainul Khobir, perwakilan 25 travel umrah, pengelola Bandara JHN, serta jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Madina.

Pertemuan berlangsung di Aula Kantor Bupati Madina, Kompleks Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Senin (28/9/2026).

Dalam rapat tersebut, Atika menyoroti potensi Bandara JHN yang dinilai dapat memberikan pilihan transportasi yang lebih efisien bagi masyarakat Madina yang hendak menunaikan ibadah umrah.

Menurut Atika, selama ini jemaah dari Madina yang akan berangkat melalui Bandara Internasional Kualanamu harus menempuh perjalanan darat dengan waktu yang relatif panjang. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi pertimbangan untuk mengoptimalkan penerbangan dari Bandara JHN menuju Kualanamu.

Atika mengatakan keberadaan penerbangan Wings Air pada rute JHN-Kualanamu maupun sebaliknya membuka peluang bagi travel umrah untuk mengatur perjalanan jemaah dengan waktu tempuh yang lebih singkat.

Jika menggunakan jalur penerbangan dari Bandara JHN, waktu perjalanan menuju Kualanamu diperkirakan hanya sekitar 1,5 jam. Angka tersebut jauh lebih singkat dibandingkan perjalanan darat yang selama ini dapat memakan waktu sekitar 10 hingga 12 jam.

"Harapannya, kita benar-benar memanfaatkan keberadaan JHN dan maskapai Wings Air untuk transportasi jemaah umrah," kata Atika.

Pemanfaatan jalur penerbangan tersebut, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan efisiensi waktu perjalanan jemaah. Langkah itu juga diharapkan dapat memperkuat keberadaan Bandara JHN sebagai salah satu infrastruktur transportasi udara yang melayani kebutuhan masyarakat Madina.

Atika juga meminta hasil pertemuan tersebut tidak berhenti pada pembahasan awal. Ia mendorong adanya rapat lanjutan dengan menghadirkan langsung pihak maskapai untuk membicarakan skema pengangkutan jemaah umrah.

Salah satu hal yang dinilai perlu dibahas adalah kemungkinan penyesuaian tarif penerbangan bagi jemaah yang diberangkatkan melalui Bandara JHN.

Menurutnya, pembahasan bersama antara pemerintah daerah, travel umrah, pengelola bandara, Kemenhaj, dan maskapai diperlukan agar pemanfaatan rute penerbangan tersebut dapat berjalan secara lebih efektif.

Dengan adanya koordinasi tersebut, travel umrah diharapkan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai pilihan transportasi udara yang dapat digunakan dalam mengatur keberangkatan jemaah.

Wabup Atika menyampaikan apresiasi kepada Kakan Kemenhaj Madina serta para pengurus travel umrah yang telah ikut dalam diskusi tersebut.

Ia berharap komunikasi lintas pihak dapat terus dilanjutkan sehingga keberadaan Bandara JHN dan layanan penerbangan Wings Air dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Pemkab Madina, lanjut Atika, ingin penguatan transportasi udara tidak hanya menjadi wacana, tetapi dapat dimanfaatkan secara nyata, termasuk untuk mendukung mobilitas masyarakat yang akan melaksanakan ibadah umrah.

Pertemuan bersama 25 travel umrah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari pola kerja sama dan solusi transportasi yang lebih efisien bagi calon jemaah umrah asal Mandailing Natal.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
Jhn
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru