Rabu, 13 Mei 2026

Evi Diana Terima Empat Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Dari Mendikbud

Administrator - Senin, 31 Oktober 2016 08:08 WIB
Evi Diana Terima Empat Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Dari Mendikbud

JAKARTA | SUMUT24

Baca Juga:

Ketua TP PKK juga Ketua Dekranasda Sumut Ny. Evi Diana Erry Nuradi menerima 4 sertifikat warisan budaya tak benda dari mendikbud Muhadjir Effendy. Ke empat warisan budaya tak benda dari etnis Batak itu yakni Sipaha Lima Ugamo Malim (Toba), Erpangkir Ku Lau (Karo), Ni’oworu (Nias) dan Dayok Binatur (Simalungun).

Selain empat sertifikat dari Sumut, Mendikbud Muhadjir Effendy juga menyerahkan 146 karya budaya dari 33 provinsi sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia 2016. Penyerahan sertifikat tersebut berlangsung di gedung Kesenian Jakarta, Kamis (27/10) malam.

Empat warisan budaya tak benda dari etnis Batak itu Sipaha Lima dan Erpangir Ku Lau merupakan adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan. Dan Dayok Binatur dan Ni ‘Oworu merupakan kemahiran dan kerajinan tradisional.

Dalam kesempatan itu, Ny Evi Diana Erry Nuradi didampingi Kadis Pariwisata Sumut Elisa Marbun menjelaskan, Sipaha Lima adalah perayaan syukur bumi dan panen yang masih dilaksanakan Komunitas Parmalim yang berpusat di Hutatinggi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir.

Sementara Erpangir Ku Lau adalah salah satu ritus di dalam suku Karo. Erpangir berasal dari kata pangir, yang berarti mandi atau langir. Oleh sebab itu erpangir, artinya adalah mandi dan berlangir. Erpangir Ku Lau adalah lanjutan dari ritus maba anak ku lau (membawa anak turun mandi) dan juma tiga (upacara memperkenalkan anak kepada dasar pekerjaan tradisional Karo, yakni bertani).

Sementara, Dayok Binatur adalah makanan adat Batak Simalungun yang merupakan daging ayam masak yang diatur dalam piring lebar sesuai dengan bentuk ayam hidup (Dayok atur manggoluh).

Dengan demikian, total ada 474 karya budaya yang ditetapkan menjadi WBTB Indonesia. Perinciannya, 77 ditetapkan pada 2013, 96 WBTB pada 2014, serta 121 WBTB pada 2015. Karya budaya yang menjadi WBTB Indonesia berarti telah diverifikasi, diuji, dan dikaji keberadaannya.

Ketua Tim Ahli Penetapan WBTB Tety Pudentia menjelaskan, sidang penetapan berlangsung delapan bulan karena tim harus turun ke lapangan untuk memverifikasi karya budaya. Tim ahli juga meneliti naskah akademis dari pemerintah daerah. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Walikota menghadiri Sispam kota Pematangsiantar yang di gelar oleh Polres
2 Bulan Buron Polsek Medan Area Tangkap 3 Maling AC
3 Tahun Buron, Acong Akhirnya Dibekuk! Polisi Ungkap Brutalnya Pengeroyokan di Padangsidimpuan
Wakapolda Sumut Disambut Hangat di Paluta, Bupati Reski Basyah Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas
DPP KAMTIBMAS Indonesia Apresiasi Polda Sumut Bentuk Polres Padang Lawas Utara di Gunung Tua
Gubernur Sumatera Utara Pastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut Percepat Program Peningkatan Puskesmas Rawat Inap
komentar
beritaTerbaru