Menkes Dr dr Terawan Agus Putranto Pada Dies 68 USU: Sektor Pendidikan Tidak Boleh Berhenti Dengan Adanya Covid-19

237

MEDAN | SUMUT24

Peringatan Dies Natalis ke-68 Universitas Sumatera Utara (USU) diselenggarakan secara daring , Senin (19/10/ 2020). Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHUm mengajak semua untuk bersama mendoakan bangsa dan negara Indonesia agar segera terbebas dari pandemi Covid-19.

Turut menyampaikan sambutan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, Ketua MWA Drs H Panusunan Pasaribu MM, Gubsu Edy Rahmayadi dan orasi ilmiah oleh Menkes Letjen TNI (Purn) Dr dr Terawan Agus Putranto SpRad (K). Pada acara Dies ini Rektor USU Prof Runtung Sitepu menyerahkan penghargaan kepada yang berjasa bagi USU, antaranya mantan rektor USU Prof Dr M Yusuf Hanafiah (1984-1994), alm Prof dr Chairuddin P Lubis (1994-2010) dan Drs Panusunan Pasaribu MM (Ketua MWA).

Dikatakan rektor, di masa sulit ini, USU juga terus berupaya agar kehidupan akademik kampus tetap dapat menghasilkan lulusan, cendekia, dan karya-karya inovasi terbaik untuk bangsa. Walaupun kegiatan akademik sebagian besar masih dilakukan secara daring dan pertemuan fisik masih terbatas pada kegiatan administrasi dengan mengikuti protokol kesehatan, namun seluruh civitas academica USU tidak akan berpangku tangan. Semua jajaran di USU terus berikhtiar dan mendukung upaya pemerintah dengan menjalankan tugas yang diamanahkan oleh bangsa dan pemerintah di bidang pendidikan tinggi. Salah satu dukungan USU terhadap kebijakan pemerintah adalah dengan menerapkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Kampus Merdeka merupakan kebijakan baru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang memberikan hak kepada mahasiswa terutama mahasiswa S1 non kesehatan untuk mengambil mata kuliah atau kegiatan di luar Prodi-nya, setara 20 SKS di luar Prodi di perguruan tinggi yang sama dan setara 40 SKS di luar perguruan tinggi. Kebijakan ini meliputi 8 kegiatan merdeka belajar yang mencakup magang/praktik kerja, proyek di desa, mengajar di sekolah, pertukaran pelajar/transfer kredit, penelitian/riset, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, dan proyek kemanusiaan. Untuk memacu implementasi merdeka belajar, Kemdikbud Republik Indonesia telah menawarkan kegiatan seperti program bantuan program studi menerapkan kerja sama kurikulum MBKM, international credit transfer, dan permata sakti..

Dikatakan, khususnya selama periode 2016-2020, suatu capaian yang menggembirakan bahwa USU pada 2020 berhasil mempertahankan peringkatnya pada urutan ke-13 sebagaimana yang didapatkan pada 2019 dan tetap berada pada klaster 1 dalam pemeringkatan perguruan tinggi nonvokasi yang diumumkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2020.

Dikatakan rektor , Kemenristekdikti (sekarang Kemenristek/BRIN) juga melakukan pemeringkatan melalui Science and Technology Index (SINTA),di mana selama 3 tahun terakhir USU berada pada peringkat 5 sebagai perguruan tinggi yang aktif menghasilkan publikasi artikel ilmiah di Indonesia. Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir (2017-2019), pada basis data SINTA yang dirilis 2020, USU telah mencatatkan 2 orang dosennya sebagai top 50 authors dan 22 orang dosen masuk dalam 500 authors list.

Selanjutnya, capaian di tingkat internasional yang diraih USU juga mengalami peningkatan pesat. Pada pemeringkatan Webometrics pada bulan Juli 2020, USU berada pada peringkat 8 di Indonesia yang berarti naik 2 peringkat jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2019 di mana USU masih berada pada peringkat ke-10. Sejak 2016, pemerintah melalui Kemenristekdikti dan kemudian pada 2020 melalui Kemdikbud telah menetapkan peringkat pada Quacquarelli Symonds World University Ranking (QS-WUR) sebagai salah satu target capaian perguruan tinggi, dengan target masuk dalam 500 universitas terkemuka dunia (World Class University).

USU memperoleh akreditasi A (unggul) pada 2018. Selain akreditasi institusi, USU terus berupaya keras untuk meningkatkan pencapaian akreditasi A (unggul) untuk setiap Prodi dengan total berjumlah 156 Prodi yang dimiliki USU. Sampai dengan September 2020, 96% dari total 156 program studi telah mendapatkan status akreditasi A dan B.

Dikatakan, salah satu indikator kualitas pendidikan perguruan tinggi ditandai dengan keketatan persaingan penerimaan mahasiswa baru pada program sarjana (S-1) dan diploma (D-3). USU menjadi salah satu PTN dengan tingkat keketatan penerimaan yang tinggi setiap tahunnya yaitu 1:10 Keketatan persaingan tertinggi terutama terjadi pada jalur SBMPTN. Pada 2020, jumlah peminat USU pada jalur SBMPTN berada pada peringkat ke 9 terbanyak dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia yaitu sebanyak 41.907 orang dari 713.230 orang peserta nasional.

Terkhusus dalam kesempatan ini, kami,kata Runtung menyampaikan penghormatan yang setingginya kepada senior kita, rektor yang telah banyak berjasa dalam memajukan dan mengharumkan nama USU, Almarhum Prof dr Chairuddin P Lubis DTM&H, SpA(K), seorang tokoh USU yang menjadi panutan, seorang yang arif dan bijaksana. Marilah kita bersama mendoakan semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat yang paling indah bersama orang-orang beriman dan semoga keluarga yang ditinggalkan, Ibu Ir Dewi Herawati, dr Anggia Chairuddin Lubis MKed (Cardio) SpJP, dr Inke Nadia Diniyanti Lubis MKed (Ped) SpA PhD, dan dr Dian Anindita Lubis Sp.PD diberikan ketabahan dan kekuatan iman lahir batin,kata Runtung.

Dies USU bertema, Merdeka Belajar, kampus merdeka untuk SDM Unggul menuju Indonesia maju.

Mendikbud Nadiem Makarim mengajak USU terus berkiprah dengan semangat kampus merdeka untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja. Tidak hanya menguasai ilmu, tapi juga bisa berpraktek dan berkonstribusi.Jadilah yang terbaik,katanya.

Sementara Menkes Terawan mengatakan, dunia menghadapi pandemic Covid-19, berbagai upaya dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kita memasuki adaptasi kehidupan baru, cara merubah perilaku dan kebiasaan. Sektor pendidikan yang tidak boleh berhenti, sehingga Tri Darma Perguruan Tinggi harus tetap dijalankan dengan mengutamakan keselamatan pendidik, peserta didik dan keluarganya dan masyarakat. Selama Covid-19 pembelajaran tatap muka tidak mungkin dilakukan , sehingga dibutuhkan transformasi pembelajaran dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19.

Harapan saya bagi perguruan tinggi di masa Covid-19 ini , sektor pendidikan yang tidak boleh berhenti dengan adanya Covid-19. Tantangan pembelajaran dengan daring jadi lebih berat. Perlu dimodifikasi dan diperkaya konten pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai. Melalui implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi diharapkan lulusan perguruan tinggi yang handal,katanya. (C04)

Loading...