Masyarakat Apresiasi Penertiban PKL Sutomo, Wali Kota Medan: Kita Menuju Medan Bersih

900

MEDAN-SUMUT24

Pemko Medan telah melakukan berbagai upaya untuk menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Sutomo Medan, agar mau ditata dan direlokasi ke Pasar Induk yang berada di Kelurahan Laucih Medan Tuntungan.

Wali Kota Medan, Drs Dzulmi Eldin S MSi mengatakan, kita menuju Medan bersih. Demi menciptakan suatu kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat Kota Medan, sehingga Jalan Sutomo Medan tidak lagi kumuh, semrawut dan arus lalulintas berjalan lancar.

Seluruh jajaran Pemko Medan, khususnya tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Medan terus berjibaku setiap pagi, siang malam dalam melakukan penggusuran pedagang. Meski sempat terjadi perlawanan dari pedagang, namun Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus berupaya melalui pendekatan humanis dan secara sabar melakukan penertiban.

Selain memaksa pedagang menghentikan transaksi jual beli, tim gabungan juga menertibkan becak barang yang digunakan untuk mengangkut sayuran dan buah milik para pedagang. Upaya ini dilakukan juga tak kenal waktu, mulai dari subuh, pagi, hingga sore dan malam hari.

Berkat kesabaran aparat Pemko Medan dan jajarannya dengan mengedepankan pendekatan humanis, akhirnya satu-persatu pedagang mulai angkat kaki dari Jalan Sutomo. Kesemerawutan dan kemacetan arus lalulintas tidak terlihat lagi di seputaran Jalan Sutomo Medan.

“Kita ingin segera mewujudkan Medan sebagai Kota bersih, nyaman, dan asri . Hal ini tentu banyak didambakan masyarakat Kota Medan. Selama ini kawasan Jalan Sutomo dinilai sebagai salah satu tempat yang semerawut dan banyak menimbulkan kemacetan. Sebagai solusinya, para pedagang direlokasi ke Pasar Induk Lauchi, Pemko Medan sudah menyediakan sarana dan prasarananya,” ujar Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin MSi, Rabu (13/4).

Wali Kota  saat meninjau kembali Jalan Sutomo dan sekitarnya, Selasa (12/4), menginginkan wajah kawasan Jalan Sutomo dan sekitarnya secepatnya berubah. Tidak lagi menjadi lokasi berjualan sayur dan buah melainkan kawasan pertokoan yang tertata rapi, bersih, aman dan nyaman. Wali Kota Medan mengingatkan SKPD terkait agar melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksi masing-masing dengan penuh tanggung jawab, sehingga proses pemulihan terwujud secepatnya.

Peninjauan turut dihadiri Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi serta sejumlah pimpinan SKPD terkait. Selain pengorekan drainase di seputaran Jalan Sutomo simpang Jalan Veteran, pemulihan kawasan juga diikuti  dengan penataan Tugu Apollo serta pembersihan sampah-sampah. Proses pemulihan kawasan ini mendapat penjagaan ketat dari tim gabungan, termasuk petugas Polresta Medan dan Kodim 0201/BS.

Seratusan pedagang sempat melakukan aksi protes di persimpangan Jalan Sutomo/Jalan Seram. Meski tidak melakukan tindakan anarkis namun aksi para pedagang tetap saja mendapat pengawalan dari tim gabungan yang dipimpin langsung Kasatpol PP Kota Medan, M Sofyan bersama Kadis Perhubungan, Renward Parapat.

Menyikapi hal itu, Eldin langsung menginstruksikan Kadis Bina Marga Kota Medan, Khairul Syahnan untuk segera menyurati pemilik kabel optik. “Beri waktu 3 x 24 jam untuk segera membongkar kabel optic tersebut. Apabila tidak dilakukan, langsung kita bongkar sendiri. Sebab, kabel optik tersebut menyebabkan sampah tersangkut sehingga menyumbat drainase,” kata Wali Kota.

Pengorekan drainase kini menjadi prioritas utama Pemko Medan. Artinya, pengorekan tidak hanya dilakukan di kawasan Jalan Sutomo, tetapi juga seluruh drainase yang ada. Eldin ingin seluruh drainase yang ada lancar dan airnya mengalir sampai ke sungai, sehingga dapat meminimalisir banjir dan genangan air.

Selain pemulihan Jalan Sutomo dan sekitarnya, Eldin pun siap menata bangunan bersejarah yang ada di kawasan tersebut seperti Gedung Nasional dan Tugu Apollo.  Untuk Tugu Apollo, penataannya tengah dilakukan Dinas Pertamanan. Diprediksi dalam dua pekan ke depan, pengerjaannya selesai dilakukan.

Pemulihan kawasan bilang Eldin, juga diikuti dengan perbaikan infrastruktur jalan. Apabila jalan sudah baik, Pemko Medan akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat setempat agar mereka tidak mengizinkan lagi depan rumahnya digunakan sebagai lokasi jualan para pedagang. Tidak sekedar sosialisasi, larangan tersebut akan dikuatkan lagi dengan surat edaran dari Wali Kota Medan. (Dio)

Loading...