Kamis, 28 Mei 2026

Mahasiswa Kessos USU Membentuk Kelompok Belajar Untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak Dan Memperkenalkan Metode Berhitung Dengan Sempoa

Administrator - Selasa, 21 Desember 2021 05:40 WIB
Mahasiswa Kessos USU Membentuk Kelompok Belajar Untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak Dan Memperkenalkan Metode Berhitung Dengan Sempoa

Medan I Sumut24.co Pandemi covid 19 belum berakhir tetapi tidak mematahkan semangat anak-anak untuk belajar secara tatap muka dan mempersiapkan diri untuk mengikuti pembelajaran secara tatap muka. Saya Josua Afrianto Sibarani (180902085)mahasiswa kesejahteraan sosial USU melakukan kegiatan praktikum 2 di kantor camat Medan Marelan adapun kegiatan berlangsung kurang lebih 3 bulan mulai dari tanggal 06 September sampai dengan 3 Desember 2021 yang dibimbing oleh supervisor sekolah yaitu ibu Malida Putri S.Sos, M.Kesos. Pertama kali saya menginjakkan kaki kekantor camat Medan Marelan, saya langsung diarahkan untuk menjumpai bapak Bambang sebagai Kasubag Umum dikantor camat sekaligus pembimbing anak PKL dikantor camat, ketika saya berjumpa dengan bapak Bambang saya langsung memperkenalkan diri saya dan menjelaskan kedatangan saya ke kantor camat ingin melakukan kegiatan praktikum dan bapak Bambang memberikan saya izin buat melakukan kegiatan praktikum dikantor camat dengan waktu yang telah di sepakati dan kemudian saya diberi tahu jam kerja kantor tersebut. Dihari pertama saya melakukan kegiatan praktikum saya diletakkan di bagian pelayanan masyarakat karena sesuai dengan jurusan saya yaitu kesejahteraan sosial dimana saya bisa langsung berinteraksi dengan masyarakat, dibagian pelayanan saya diajarin buat mengecek data warga dan melihat apakah warga tersebut sudah pernah mengajukan KK, KTP, AKTE KELAHIRAN atau SURAT PINDAH. Protokol kesehatan yang diterapkan juga cukup ketat dimana dibagian depan disediakan tempat buat cuci tangan dan wajib memakai masker ketika masuk kedalam kantor camat bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker tidak akan dilayani. Sebelum berakhirnya kegiatan praktikum dikantor camat, saya berdiskusi dengan bapak Bambang untuk menempelkan satu poster di lingkungan kantor camat dan menentukan tema apa yang cocok buat diangkat menjadi sebuah poster dengan konsep yang menarik agar masyarakat tertarik untuk membaca isi poster tersebut yang memiliki tema waspada bahaya covid 19 dan mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan selalu menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Di pertengahan kegiatan praktikum saya membentuk kelompok belajar anak-anak disekitar lingkungan rumah (Medan Marelan) untuk mempersiapkan diri sekaligus meningkatkan semangat belajar anak ketika belajar secara tatap muka disekolah, disini juga saya memperkenalkan metode berhitung dengan sempoa dimana dengan menggunakan sempoa anak-anak akan lebih cepat dalam berhitung dan menghilangkan ketakutan ketika diberi soal hitungan yang Rumit. Dengan menggunakan sempoa anak-anak dapat berhitung sambil bermain, ketika si anak berhitung menggunakan sempoa tidak hanya otak kiri saja yang bekerja tetapi otak kanan juga bekerja sehingga dapat menyeimbangkan fungsi otak kiri dan otak kanan si anak. Metode pekerjaan sosial dengan kelompok juga dikatakan sebagai upaya perubahan berencana yang memandang bahwa individu-individu mengalami pertumbuhan dan perubahan melalui proses dan interaksi di dalam kelompok (Dubois & Miley). Dalam membentuk kelompok belajar saya menggunakan metode group work Zastrow secara umum (general) yang terdiri intake dan contract, Assessment, perencanaan, intervensi, evaluasi dan terminasi. 1. Tahapan intake dan contract : tahapan awal persetujuan dengan klien untuk menjalani kontrak sesuai dengan kesepakatan bersama dengan klien. 2. Tahapan Assessment : pada tahapan ini berisi mengenai perkenalan serta menanyakan kesiapan pada anak-anak apakah mau dibimbing oleh saya dan mau menjalani kegiatan yang telah di sepakati bersama. Dan mereka mengatakan siap mengikuti dan menjalani kegiatan yang telah disepakati. Disini saya berusaha menggali informasi dan mencari titik lemah dari anak-anak ketika belajar dirumah, disini saya menggunakan tools atau metode Participatory Learning and Action (PLA) dalam bentuk kelompok diskusi Disini saya mengumpulkan 5-6 orang anak-anak di sekitar rumah saya di kecamatan Medan Marelan kelurahan Terjun untuk membentuk kelompok belajar agar anak-anak lebih aktif lagi ketika belajar dirumah atau disekolah. 3. Tahapan Perencanaan : setelah melakukan assessment dan mengetahui permasalahan yang dialami klien, kemudian saya melakukan perencanaan yang akan dilakukan ketika di intervensi. Dan saya memutuskan untuk membentuk kelompok diskusi belajar yang dilaksanakan minimal 1 kali dalam seminggu sesuai dengan kesepakatan bersama dan disini saya juga mendapatkan titik lemah anak-anak tersebut adalah mereka takut atau tidak menyukai yang namanya berhitung, disini saya coba mengurangi rasa takut tersebut dan memperkenalkan metode berhitung yang mudah tapi juga asik yaitu dengan Sempoa. Nah disini saya mencoba memperkenalkan terlebih dahulu kepada mereka apa sih sempoa itu dan seberapa mudah sih menghitung dengan sempoa. 4. Tahapan Intervensi : pada awalnya saya membentuk kelompok belajar anak-anak disekitar lingkungan saya ada 5-6 anak yang ikut dalam kelompok belajar ini, disini kita adakan pertemuan minimal 1 kali dalam seminggu disesuaikan dengan jadwal yang telah di sepakati. ketika didalam diskusi belajar kelompok saya liat anak-anak kurang semangat ketika belajar yang namanya matematika apalagi ketika berhitung mereka sangat tidak tertarik untuk menjawab soal-soal yang diberikan oleh gurunya. nah disini mencoba memperkenalkan kepada klien cara penggunaan sempoa, salah satu metode berhitung yang sangat mudah dan menarik untuk digunakan anak-anak seumuran mereka. Disini saya coba mengajari atau membimbing secara langsung dalam menggunakan sempoa. disini saya mencoba membimbing dengan cara semenarik mungkin agar mereka tidak takut dengan yang nama nya berhitung yang biasanya identik dengan pelajaran Matematika. Selain itu juga saya memberikan semangat buat anak-anak supaya lebih percaya diri ketika menghadapi soal yang diberikan gurunya, dan meningkatkan minat belajar anak-anak agar kedepannya lebih aktif lagi belajar baik itu belajar dirumah maupun disekolah. 5. Tahapan Evaluasi : setelah dilakukan beberapa kali pertemuan kelompok belajar disini saya melihat terdapat perubahan dimana anak-anak menjadi lebih suka belajar ketika dirumah, yang biasanya mereka tiap sore keluar rumah buat bermain tapi setelah mengikuti kelompok belajar dan mengajarkan kepada anak-anak harus ditingkatkan lagi belajar nya mereka jadi jarang buat keluar rumah untuk bermain dan mereka juga sudah mulai bisa menggunakan sempoa ternyata mereka suka dengan metode berhitung sempoa karena mudah digunakan dalam berhitung untuk menjawab soal-soal yang diberikan oleh guru disekolah. 6. Tahapan Terminasi : pada Tahapan ini kelompok belajar di berhentikan dikarenakan anak-anak sudah aktif belajar dirumah dan ketika sore hari mereka juga udah jarang kelihatan berkeliaran disekitar rumah sehingga saya memutuskan untuk memberhentikan kelompok belajar dan sebagian anak-anak juga sering saya lihat menggunakan sempoa untuk menjawab soal hitungan yang diberikan guru Mereka.

Baca Juga:

Saya berharap kepada anak-anak yang mengikuti kelompok belajar agar kedepannya lebih aktif dan semangat dalam belajar dirumah, dan semoga dengan ilmu baru belajar sempoa mereka dapat lebih mengembangkan dan mengasah kemampuan mereka lebih baik. Selama mengikuti kelompok belajar saya melihat ada beberapa anak yang memiliki kemampuan dan semangat yang tinggi ketika mendapatkan ilmu baru, saya berharap semoga orangtua dari anak-anak tersebut dapat memberikan dorongan untuk meningkatkan semangat belajar ketika dirumah. Di akhir Kegiatan Praktikum Saya berpamitan dengan bapak kasubag umum kantor camat Medan Marelan yaitu bapak Bambang sebagai penanggung jawab saya selama melakukan kegiatan Praktikum di Kantor Camat Medan Marelan, bapak Bambang mengucapkan terima kasih dan merasa sangat terbantu dengan kehadiran saya dalam membantu pelayanan masyarakat di kantor camat Medan Marelan.REd

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bakopam Sumut Sembelih 7 Ekor Sapi Kurban, Kapolda Sumut dan Tokoh Masyarakat Turut Berpartisipasi Dibagikan Kepada Masyarakat
Idul Adha dan Semangat Berbagi, Bank Sumut Salurkan Ratusan Paket Daging Kurban untuk Masyarakat
Bersama JMSI Inhu, Agrinas Palma Nusantara dan Pemda Inhu Kurban 2 Sapi
Kadin Indonesia Tebar Hewan Kurban di Tebet, Perkuat Semangat Gotong Royong
Rayakan Idul Adha, Pemkab Toba Serahkan Kurban Sembelih
Gubernur Bobby Nasution Salat Iduladha Bersama Ribuan Warga Binjai, Pemprov Sumut Salurkan 167 Hewan Kurban
komentar
beritaTerbaru