Menziarahi Sang Penyambung Lidah Rakyat, Abdullah Rasyid: Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah
BLITAR, SUMUT24.CO Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Komunikasi dan Media, Ir. Abdullah Rasyid, M.E., melaksanakan zi
News
MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
Ini sepenggal kisah sukses seorang anak asongan. Mulai menjual koran eceran di lampu merah, menjual plastik kresek ke pasar-pasar tradisional, petasan hingga kembang api.
“Saya ini hanya anak seorang sopir, bang. Dulu, semasa SMP, untuk bantu-bantu orang tua,”aku Denny Kurniawan, 27 Oktober malam lalu.
Malam itu, Denny menjamu kami dengan minuman kopi sanger (saling ngerti). Di sebuah kafe di Kota Rantau Prapat, Labuhan Batu. Bersamanya; ikut Martualesi Sitepu dan Parikhest.
Nah Sitepu dan Parikhest juga membawa teman. Dua diantaranya teman saya juga, semasa dulu di Asahan. Sarwedi dan Gultom. Masuh muda dan energik. Mereka; yang saya sebut namanya tadi adalah para penegak hukum. Berseragam coklat.
Malam itu, Denny tampil amat segar. Bugar dengan kemeja beragam warna. Kelihatan baru selesai mandi dan memangkas rambutnya. “Maaf lama nunggu ya bang. Saya pangkas rambut dan mandi dulu tadi,”ucapnya begitu duduk di kursi. Sambil tersenyum.
Dia langsung membuka pembicaraan dengan santai. Bicaranya enteng, setelah memperkenalkan diri. Apalagi saat menyebut, dia anak sopir.
Dia tak malu, sungkan apalagi minder, lahir dari keluarga sederhana. Malah untuk menambah uang jajan dan kebutuhan sekolahnya, Denny berjualan. Diam-diam dan sembunyi-sembunyi agar tak ketahuan ayah dan ibunya.
“Sebelum seperti sekarang, saya kerja apa saja, bang. Jualan koran, plastik kresek dan lain-lain. Koran yang ada rubrik Nah Begini Ceritnya!”katanya. Saban hari, rubrik itu dibacanya. “Saya pembaca setia sampai sekarang,”ucap Denny lagi.
Berjualan koran, dilakoninya semasa berseragam putih biru. Sepulang sekolah. Denny juga menggelandang di pasar-pasar tradisional, menjajakan plastik kresek.
Jelang lebaran dan tahun baru, dagangannya diubah. “Jualan petasan dan kembang api,”tambah Denny. Selama bertahun-tahun ia berjualan. Hasilnya?
Kini, Denny terdampar di Kota Rantau Prapat. Ibukota Labuhan Batu Induk. Ada 3 kabupaten yang dipelototinya. Labura, Labuhan Batu dan Labusel.
Denny, bekerja sebagai pelayan masyarakat. Melindungi, menganyomi, sekaligus memupuk kesadaran hukum bagi masyarakat.
Pangkatnya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Menjadi Kapolres di 3 kabupaten tadi. Sejak setahun lebih silam. Denny menyelesaikan pendidikan akademi pada 2000. Sebelum di Rantau Prapat, dia mengomandoi Polres Nias.(rel)
BLITAR, SUMUT24.CO Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Komunikasi dan Media, Ir. Abdullah Rasyid, M.E., melaksanakan zi
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pesta Oang Oang ( suka cita ) di peringati setiap tahunnya di kabupaten Pakpak Bharat, giat tersebut di gelar di
News
sumut24.co MEDAN, Polrestabes Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengungkap kas
kota
Dua tokoh Asia Dua dunia yang berbeda Satu visi tentang inklusivitas.
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan terus memperkuat langkah penanggulangan stunting melalui Gerakan Aksi Bergizi di Se
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Peringatan hari jadi Kabupaten Pakpak Bharat yang ke 23Tahun, yang dilaksanakan setiap tahunnya pada tgl 28 Juli.
News
Polres Padangsidimpuan Bergerak Cepat! Empat Terduga Pelaku Pembacokan Mahasiswa Ditangkap, Satu Masih Diburu
kota
Perang Melawan Rokok Ilegal! Polres Padang Lawas Serahkan Dua Kasus ke Bea Cukai Sibolga
kota
Polres Padang Lawas Bantah Isu Dugaan Penerimaan Uang oleh Penyidik, Tegaskan Informasi Viral di Media Sosial Hoaks
kota
Polres Tapsel Raih Predikat Pelayanan Prima dari Kapolri, AKBP Anton Santoso Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat Tanpa Diskriminasi
kota