Menziarahi Sang Penyambung Lidah Rakyat, Abdullah Rasyid: Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah
BLITAR, SUMUT24.CO Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Komunikasi dan Media, Ir. Abdullah Rasyid, M.E., melaksanakan zi
News
MEDAN I SUMUT24.co Empat Organisasi Kepemudaan Islam (OKI) Kota Medan yang terdiri dari, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Medan (PC GP ANSOR), Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Kota Medan (PC ISNU), Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Medan (PD PM) dan Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Al Washlyah Kota Medan (PD GPA). yang merupakan wadah-wadah pemuda islam yang sampai saat ini tetap konsisten membangun bangsa juga sangat mencintai negeri ini, kami juga ikut merasa terluka saat masyarakat khususnya dikota medan diposisikan dalam keadaan terjepit, untuk itu pada kesempatan ini kami sampaikan beberapa hal apresiasi, keprihatinan, dan himbauan tentang situasi kondisi aktual saat ini, ucap Ketua GP Ansor Medsn M Husein Tanjung didampingi Ketua PC ISNU Medan Tanjung Eriza Hudori, Ketua PD PM Medan M Iqbal Rajali dan Ketua PD GPA Ade Syahputra Ritonga kepada Wartawan, Sabtu (17/7). Menurut Husein, sebagai masyarakat kami sangat prihatin atas bangsa ini dan masyarakat akihat pandemi yang terus meningkat ditambah lagi selama PPKM darurat di beberapa Kab/Kota harus menutup usahanya sehingga perekonomian tergoncang,ucapnya.
Baca Juga:
Adapun yang ingin kami sampaikan adalah:
1. Kenyataan dan kebenarannya bahwa saat ini kita Indonesia termasuk Kota Medan Sumatera Utara benar-benar berada didalam wabah yang mendunia, mengakibatkan semua orang harus beradaptasi dengan kenormalan baru termasuk mematuhi prokes dan aturan-aturan yang ditetapkan serta dampak yang luar biasa dirasakan oleh masyarakat serta sangat memukul berbagai bidang terutama pada perekonomian, kesehatan, pendidikan, hiburan serta bidang lainnya.
2. Bahwa dalam situasi keprihatinan yang tidak pernah kita impikan yaitu situasi bvery extraordinary akibat pandemi Covid-19. Tetap kami sampaikan terimakasih serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepda Pemerintah Kota Medan atas ketegasan dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan menangani situasi serta kondisi yang tidak mudah ini.
3. Selanjutnya kami mohonkan untuk mengkaji ulang keputusan Pemerintah Kota Medan dalam menetapkan PPKM dikota Medan, yang dinilai sangat merugikan masyarakat ekonomi bawah, atau sembari memberi solusi kepada masyarakat yang hari ini ruang geraknya sangat dibatasi dalam bentuk Konpensasi yang ideal dan layak selama masa PPKM berlangsung.
4. Kami mohonkan kepada Pemerintah Kota Medan untuk lebih terbuka dan memberikan transparansi data peningkatan atau penurunan Covid-19 dikota medan yang akurat dan dapat di pertanggung jawabkan kepada publik, bukan justru berparian dengan data Pemprovsu, hal tersebut menjadi salah satu indikator krisis kepercayaan masyarakat yang berimbas pada ketaatan, terlebih lagi masyarakat sedang kalut dalam persoalan perut, banyak yang tidak bisa kerja, tidak bisa menafkahi keluarga.
5. Lockdown atau karantina atau PPKM atau apapun namanya mengunakan versi yang lebih ramah yang berpihak pada masyarakat menengah ke bawah yang bersifat merangkul bukan memukul dan melalui sosialisasi dan edukasi sensitif-masifnya tentang penanganan bagi yang terpapar Covid-19 dan pola hidup sehat untuk relawan Covid-19 yang meyentuh keseluruh lapisan masyarakat dan juga kepada petugas-petugas penanganan, sehingga dapat meminimalisir komplik atara petugas dan masyarakat.
6. Memperjelas katagori esensial dan non esensial, karena banyak masyarakat seperti buruh harian atau lepasan yang hanya digaji kalau dia kerja terlepas pekerjaannya tidak kritikal atau tidak esensial bagi negara. tapi kritikal dan esensial bagi keluarganya.
7. Mengevaluasi strategi termasuk kebijakan yang jelas korelasinya seperti pemadaman lampu di beberapat titik jalan protokol yang justru berpotensi timbulnya kriminalitas dan koordinasi antar lembaga penanganan covid-19 serta menggali ide dan terobosan baru dalam membuat kebijakan yang tidak melulu dan tidak banyak bersifat aturan, tetapi bersifat solutif bagi masyarakat yang terkena imbas ditetapkannya aturan itu dan mendorong pemerintah bukan hanya mengidentifikasi mereka yang terpapar Covid-19 tetapi juga mengidentifikasi mereka yang terdampak pandemi Covid-19 secara ekonomi.
8. Menyerap aspirasi masyarakat dengan mengedepankan sikap persuasif ditengah tingginya situasi yang tidak bersahabat sehingga dapat menurunkan resiko lepas kontrol masyarakat seperti tahun 1998.
Demikian konferensi pers ini di sampaikan. Besar harapan kami pemerintah kota medan dan Pemprovsu membaca, mendengar serta mempertimbangkan keresahan yang terdampak dari pandemi umumnya dan dari pemberlakuan PPKM Darurat khususnya, saya mengucapkan terima kasih.rel
BLITAR, SUMUT24.CO Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Komunikasi dan Media, Ir. Abdullah Rasyid, M.E., melaksanakan zi
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pesta Oang Oang ( suka cita ) di peringati setiap tahunnya di kabupaten Pakpak Bharat, giat tersebut di gelar di
News
sumut24.co MEDAN, Polrestabes Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengungkap kas
kota
Dua tokoh Asia Dua dunia yang berbeda Satu visi tentang inklusivitas.
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan terus memperkuat langkah penanggulangan stunting melalui Gerakan Aksi Bergizi di Se
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Peringatan hari jadi Kabupaten Pakpak Bharat yang ke 23Tahun, yang dilaksanakan setiap tahunnya pada tgl 28 Juli.
News
Polres Padangsidimpuan Bergerak Cepat! Empat Terduga Pelaku Pembacokan Mahasiswa Ditangkap, Satu Masih Diburu
kota
Perang Melawan Rokok Ilegal! Polres Padang Lawas Serahkan Dua Kasus ke Bea Cukai Sibolga
kota
Polres Padang Lawas Bantah Isu Dugaan Penerimaan Uang oleh Penyidik, Tegaskan Informasi Viral di Media Sosial Hoaks
kota
Polres Tapsel Raih Predikat Pelayanan Prima dari Kapolri, AKBP Anton Santoso Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat Tanpa Diskriminasi
kota