Rabu, 27 Mei 2026

Empat Ormas Islam Sampaikan Keprihatianan Terhadap Bangsa, Ini Isinya

Administrator - Sabtu, 17 Juli 2021 11:42 WIB
Empat Ormas Islam Sampaikan Keprihatianan Terhadap Bangsa, Ini Isinya

MEDAN I SUMUT24.co Empat Organisasi Kepemudaan Islam (OKI) Kota Medan yang terdiri dari, Pimpinan Cabang Gerakan  Pemuda Ansor Kota Medan (PC GP ANSOR), Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Kota Medan (PC ISNU), Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Medan (PD PM) dan Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Al Washlyah Kota Medan (PD GPA).  yang merupakan wadah-wadah pemuda islam yang sampai saat ini tetap konsisten membangun bangsa juga sangat mencintai negeri ini, kami juga ikut merasa terluka saat masyarakat khususnya dikota medan diposisikan dalam keadaan terjepit, untuk itu pada kesempatan ini kami sampaikan beberapa hal apresiasi, keprihatinan, dan himbauan tentang situasi kondisi aktual saat ini, ucap  Ketua GP Ansor Medsn M Husein Tanjung didampingi Ketua PC ISNU Medan Tanjung Eriza Hudori, Ketua PD PM Medan M Iqbal Rajali dan Ketua PD GPA Ade Syahputra Ritonga kepada Wartawan, Sabtu (17/7). Menurut Husein, sebagai masyarakat kami sangat prihatin atas bangsa ini dan masyarakat akihat pandemi yang terus meningkat ditambah lagi selama PPKM darurat di beberapa Kab/Kota harus menutup usahanya sehingga perekonomian tergoncang,ucapnya.

Baca Juga:

Adapun yang ingin kami sampaikan adalah:

1. Kenyataan dan kebenarannya bahwa saat ini kita Indonesia termasuk Kota Medan Sumatera Utara benar-benar berada didalam wabah yang mendunia, mengakibatkan semua orang harus beradaptasi dengan kenormalan baru termasuk mematuhi prokes dan aturan-aturan yang ditetapkan serta dampak yang luar biasa dirasakan oleh masyarakat serta sangat memukul berbagai bidang terutama pada perekonomian, kesehatan, pendidikan, hiburan serta bidang lainnya.

2. Bahwa dalam situasi keprihatinan yang tidak pernah kita impikan yaitu situasi bvery extraordinary akibat pandemi Covid-19. Tetap kami sampaikan terimakasih serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepda Pemerintah Kota Medan atas ketegasan dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan menangani situasi serta kondisi yang tidak mudah ini.

3. Selanjutnya kami mohonkan untuk mengkaji ulang keputusan Pemerintah Kota Medan dalam menetapkan PPKM dikota Medan, yang dinilai sangat merugikan masyarakat ekonomi bawah, atau sembari memberi solusi kepada masyarakat yang hari ini ruang geraknya sangat dibatasi dalam bentuk Konpensasi yang ideal dan layak selama masa PPKM berlangsung.

4. Kami mohonkan kepada Pemerintah Kota Medan untuk lebih terbuka dan memberikan transparansi data peningkatan atau penurunan Covid-19 dikota medan yang akurat dan dapat di pertanggung jawabkan kepada publik, bukan justru berparian dengan data Pemprovsu, hal tersebut menjadi salah satu indikator krisis kepercayaan masyarakat yang berimbas pada ketaatan, terlebih lagi masyarakat sedang kalut dalam persoalan perut, banyak yang tidak bisa kerja, tidak bisa menafkahi keluarga.

5. Lockdown atau karantina atau PPKM atau apapun namanya mengunakan versi yang lebih ramah yang berpihak pada masyarakat menengah ke bawah yang bersifat merangkul bukan memukul dan melalui sosialisasi dan edukasi sensitif-masifnya tentang penanganan bagi yang terpapar Covid-19 dan pola hidup sehat untuk relawan Covid-19 yang meyentuh keseluruh lapisan masyarakat dan juga kepada petugas-petugas penanganan, sehingga dapat meminimalisir komplik atara petugas dan masyarakat.

6. Memperjelas katagori esensial dan non esensial, karena banyak masyarakat seperti buruh harian atau lepasan yang hanya digaji kalau dia kerja terlepas pekerjaannya tidak kritikal atau tidak esensial bagi negara. tapi kritikal dan esensial bagi keluarganya.

7. Mengevaluasi strategi termasuk kebijakan yang jelas korelasinya seperti pemadaman lampu di beberapat titik jalan protokol yang justru berpotensi timbulnya kriminalitas dan koordinasi antar lembaga penanganan covid-19 serta menggali ide dan terobosan baru dalam membuat kebijakan yang tidak melulu dan tidak banyak bersifat aturan, tetapi bersifat solutif bagi masyarakat yang terkena imbas ditetapkannya aturan itu dan mendorong pemerintah bukan hanya mengidentifikasi mereka yang terpapar Covid-19 tetapi juga mengidentifikasi mereka yang terdampak pandemi Covid-19 secara ekonomi.

8. Menyerap aspirasi masyarakat dengan mengedepankan sikap persuasif ditengah tingginya situasi yang tidak bersahabat sehingga dapat menurunkan resiko lepas kontrol masyarakat seperti tahun 1998.

Demikian konferensi pers ini di sampaikan. Besar harapan kami pemerintah kota medan dan Pemprovsu membaca, mendengar serta mempertimbangkan keresahan yang terdampak dari pandemi umumnya dan dari pemberlakuan PPKM Darurat khususnya, saya mengucapkan terima kasih.rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Gubernur Bobby Nasution Salat Iduladha Bersama Ribuan Warga Binjai, Pemprov Sumut Salurkan 167 Hewan Kurban
Dirut Perumda Tirtanadi Serahkan 13 Ekor Hewan Sapi Kurban
Wali Kota Medan Tegaskan Esensi Kurban: Kebahagiaan Itu Bukan untuk Dinikmati Sendiri
Refleksi Iduladha, Rico Waas Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial dan Jaga Lingkungan
JNE MEDAN HADIAHKAN HEWAN KURBAN UNTUK INSAN MEDIA,  PERERAT SILATURAHMI DAN SEMANGAT BERBAGI DI MOMEN IDULADHA
Pemkab Asahan Gelar Penyembelihan 101 Hewan Qurban, Daging Dibagikan Merata ke Seluruh Lapisan Masyarakat
komentar
beritaTerbaru