Wihaji Dorong Gen Z Tak Sekadar Siap Kerja, tapi Juga Siap Hidup
JAKARTA, SUMUT24.CO Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mendorong generasi Z memiliki kesiapan yang lebih luas
News
Medan I Sumut24.co
Baca Juga:
Wali Kota Medan, Bobby Nasution, mengharapkan Rembuk Stunting tidak terjebak sekadar rutinitas yang sepele dengan hasil yang tidak terukur.
Hal ini disampaikannya saat membuka Rembuk Stunting 2021, Jumat (9/7) di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan. Hadir pada kegiatan ini antara lain Ketua TP PKK Kota Medan, Kahiyang Ayu Bobby Nasution, Sekda Ir. Wiriya Alrahman, serta segenap pimpinan OPD Â di lingkungan Pemko Medan.
Bobby Nasution mengharapkan, kegiatan ini dapat melahirkan kajian dan evaluasi untuk menentukan langkah-langkah menghilangkan kasus stunting di Medan.
“Karena dilaksanakan setiap tahun, seharusnya bisa diketahui permasalahan yang menyebabkan kasus stunting di Medan. Apakah setiap tahun permasalahannya sama? Kalau sama, kenapa tak bisa diatasi? Atau ada pengembangan permasalahan setiap tahunnya? Kalau memang masalahnya berkembang, apakah tidak bisa kita lakukan pencegahan?†ungkap Bobby Nasution.
Kepada para pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan, Bobby Nasution juga menekankan agar serius dan berkolaborasi menangani masalah stunting ini.
“Tadi disampaikan, lingkungan dan keluarga, termasuk sanitasi rumah, berpengaruh menimbulkan kasus stunting. Nah, di sini Dinas Perumahan, Permukiman dan Penataan Ruang Kota bisa membantu untuk mengatasi faktor penyebab tadi,†ujar Bobby Nasution.
Sebelumnya, Kepala Bappeda Medan, Benny Iskandar melaporkan kegiatan Rembuk Stunting ini merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non-pemerintah dan masyarakat.
Disebutkannya juga Rembuk Stunting ini merupakan Aksi ke-3 dari 8 Aksi Konvergensi Stunting yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Sebelumnya telah dilakukan Aksi 1 dan 2, yakni analisis situasi dan penyusunan rencana aksi.
Dia menyampaikan, ada dua penyebab stunting. Pertama penyebab langsung, yakni rendahnya asupan gizi dan status kesehatan, akses terhadap pangan bergizi, praktik pemberian makanan pada bayi dan anak, akses terhadap pelayanan kesehatan dalam pencegahan dan pengobatan, akses terhadap kesehatan lingkungan seperti tersedianya air bersih dan sanitasi.
“Dan kedua, yaitu berupa pendapatan dan kesenjangan ekonomi, perdagangan, urbanisasi, globalisasi, jaminan sosial, pembangunan pertanian, dan pemberdayaan perempuan,†ungkapnya.r02
JAKARTA, SUMUT24.CO Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mendorong generasi Z memiliki kesiapan yang lebih luas
News
Belawan sumut24.co Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral). Bukan sekadar berkumpul dan bersilaturahmi, Kodaeral I bersama pemerintah daer
News
ACEH TAMIANG SUMUT24.coPengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) kembali menyambangi tendatenda pengungsian korban banjir di K
Politik
sumut24.co ASAHAN, Suasana memanas di jantung pemerintahan Kabupaten Asahan! Puluhan massa Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Reformasi (G
kota
Teguh Santosa Wartawan Harus Waspadai Optik Algortima
News
HUT Propam Polri ke24, Polres Tapsel Turun Langsung Berbagi dengan Warga Situmba
News
Judi Togel Diduga Beroperasi di Warung, Satreskrim Polres Padang Lawas Amankan AH
News
Kemarau Panjang di Padangsidimpuan! Di Bakti TNI AD 2026, Kodim 0212/Tapsel Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Air
News
sumut24.co MedanPenerimaan zakat dan infak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumatera Utara mengalami peningkatan signifikan pada triwula
Umum
Rencana Mau Kabur ke Palembang!!!Dua Pelaku Pembunuh Wakil Rektor 2 IT&B Diberi Tindakan Tegas Terukur
News