Rabu, 10 Juni 2026

Komitmen Bobby Nasution Percepatan Vaksinasi Memulai Tahapan Ketiga Dinilai Tepat

Administrator - Jumat, 09 Juli 2021 05:14 WIB
Komitmen Bobby Nasution  Percepatan Vaksinasi  Memulai Tahapan Ketiga Dinilai Tepat

Medan I Sumut24.co Pemko Medan saat ini telah memulai tahapan ketiga Vaksinasi, yakni vaksin untuk anak usia 12 sampai 17 tahun. Dengan dilaksanakan tahap ketiga ini Wali Kota Medan Bobby Nasution optimis akan dapat mengejar target Vaksinasi yang berubah menjadi 70 persen dari 1.8 jiwa. Untuk itu Pemko Medan akan terus mengebut proses vaksinasi dengan mengoptimalkan Fasilitas kesehatan yang ada.

Baca Juga:

Sebelum melaksanakan Vaksinasi bagi anak, Pemko Medan telah melaksanakan vaksin tahap pertama yang dikhususkan bagi tenaga kesehatan dan vaksinasi tahap kedua untuk lansia, pra lansia serta pelayanan publik. Selain itu Pemko Medan juga berkolaborasi dengan berbagai stake holder untuk mempercepat pelaksanaan Vaksinasi massal sehingga akan meningkatkan herd immunity (kekebalan kelompok) dan warga Medan juga terlindungi dari penularan Covid-19.

Dalam Vaksinasi anak ini, setelah dapat petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Kesehatan, Pemko Medan juga menggandeng Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Utara agar pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar. Bobby Nasution pun meminta agar Vaksinasi bagi anak dapat dilakukan dengan aman. “Saya berharap pelaksanaan vaksinasi bagi anak berjalan lancar dan aman,” kata Bobby Nasution kemarin.

Percepatan Vaksinasi ini sebagai langkah atas komitmen Bobby Nasution untuk menciptakan stimulus ekonomi. Oleh karena itu dalam Vaksinasi anak ini Pemko Medan menargetkan 500 sampai 1.000 anak dapat divaksin setiap harinya. Untuk itu peran orang tua sangat diperlukan agar anak usia 12 – 17 tahun dapat divaksin dan tidak takut. Dengan semakin digencarkannya vaksinasi nantinya akan menciptakan aktifitas normal dan percepatan ekonomi di Kota Medan.

Komitmen Wali Kota Medan dalam percepatan Vaksinasi dengan memulai Vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun dinilai Dr. dr. Lili Rohmawati, Sp.A. Staf Pengajar di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK USU sudah tepat. Hal ini sesuai dengan kondisi kejadian kasus konfirmasi covid 19 pada anak di Sumatera Utara yang semakin meningkat terutama sejak bulan Mei 2021, dan kota Medan merupakan domisili kasus covid 19 anak terbesar di Sumatera Utara.

Dijelaskan Dr Lili yang juga Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Utara ini, Remaja yang akan mendapat vaksinasi nantinya akan di uji penapisan (skrining) dulu terhadap kesehatannya saat itu. Bila dinyatakan sehat, mereka akan mendapat vaksinasi dosis pertama, dan akan diulang lagi 28 hari kemudian untuk dosis kedua. Selain itu Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) pada penelitian tersebut adalah nyeri pada daerah lokasi suntikan, dan jumlahnya tidak berbeda bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan.r02

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kejati Sumatera Utara Ajukan Banding Putusan Bebas Dugaan Korupsi Lahan PTPN I dengan Ciputra
Wakil Bupati Asahan Sambut Baik Kolaborasi Wujudkan 3.000 Rumah Layak Huni
Niat Edarkan Sabu, Malah Dapat Kamar Gratis di Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
Diskominfo Sumut Buka-Bukaan Soal Anggaran Seleksi KI Sumut 2026-2030, Capai Rp409,7 Juta
Rehabilitasi Sawah Tangga Bosi Tuntas, Pemkab Madina Kejar Target Panen Padi 4 Bulan ke Depan
Madina Ditargetkan Jadi Zona Aman Narkoba, BNN Genjot Program Pemberdayaan Ekonomi Desa
komentar
beritaTerbaru