Kasus Korupsi tak Serius Ditangani, Warga Demo Kejari

Sidikalang | Sumut24
Ratusan masyarakat Pakpak Bharat mengatasnamakan Masyarakat Peduli Pembangunan Pakpak Bharat ( MPPPB) berunjukrasa ke Kantor Kejaksaan Negeri Dairi kemarin. Mendesak Kejaksaan mengusut tuntas kasus korupsi yang ditangani saat ini. Karena ada kesan Kejaksaan Dairi kurang serius menangani kasus korupsi yang ada di Kabupaten pakpak Bharat.
Hal itu disampaikan juru bicaranya Jaman Munte, Juniper Sinamo,dan Agus Banurea di depan Kejaksaan Dairi, Jalan Sisingamangaraja Sidikalang Kabupaten Dairi.
Para pengunjukrasa minta, Kejari Dairi langsung bertemu mereka . “Kami ingin bertemu dan bertanya sejauhmana kasus korupsi yang sudah ditangani Kejari Pakpak Bharat. Apalagi soal proyek fiktif jaringan air bersih, dan begitu juga mengenai Solar cell yang pelakunya oknum-oknum pejabat Pakpak Bharat. Namun sampai saat ini belum menjadi tersangka,” kata Jaman.
Ada 30 menit pengunjuk rasa orasi di luar pagar Kejari tersebut dan akhirnya diterima Kasi Intel Ferdyansyah. Ferdyansyah minta hanya utusan pengunjuk rasa saja yang masuk. Akhirnya keputusan tersebut disetujui, hanya perwakilan pendemo saja yng masuk termasuk koordinatornya Juniper Sinamo.
Adapun yang masuk menjadi perwakilan para pengunjuk rasa ke ruangan Kejari seperti, kordinator lapangan , juru bicara sekaligus delegasi, Giahta Solin, S.Banurea, Arigato Solin, Sondang Sinami, Elias Berutu, Jaman Munthe, Sahat Padang, Edison Tumangger,Sondang Boangmenalu, Natali br Padang, serta Ratna Lumbangaol.
Diterima Kasi Intel Ferdyansah, Kasi Pidsus Asnawi dan personil Kejari lainnya. Juniper Sinamo selaku juru bicara mengatakan, kasus limpahan dari Polres Pakpak Bharat diantaranya penyimpangan pembangunan sarana air bersih berbiaya Rp932 juta dikelola Dinas Pekerjaan Umum tahun 2013 belum juga diajukan ke pengadilan. Dua tersangka ditahan tetapi 2 lagi masih bebas seolah tak tersentuh hukum. Padahal, statusnya sama-sama tersangka.
Salah satu dari utusan tersebut yaitu Giahta Solin dengan tegas mengatakan, Kejaksaan serius menangani kasus ini. “Ingat Tuhan dan sumagan Mpung (arwah nenek moyang) orang Pakpak, sebab orang Pakpak adalah sangat baik di negara ini, ” katanya.
Contohnya,dengan kebaikan orang Pakpak jaman dahulu, maka pernah dulu orang Pakpak yang menyelamatkan Sisingamangaraja di wilayah ini. ” Itulah kerena baiknya orang Pakpak itu,” tegas Solin yang juga berprofesi sebagai jurnalis.
Kasi Pidsus Kejaksaan Dairi, Yunius Zega berpendapat, tuntutan terkait penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan jaringan air bersih dan solar cell salah alamat. Sebab, kedua kasus ditangani Polres Pakpak Bharat. Untuk kasus pembangunan jaringan air bersih, kejaksaan telah menerima pelimpahan 2 berkas korupsi yakni berkas tersangka MS dan BS. Kedua berkas dalam proses pelimpahan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Pengadilan Tipikor) Medan.
“Jadi sekali lagi saya katakan kepada para utusan warga Pakpak Bhrata ini, Polres Pakpak Bharat yang menangani kasus ini,kami hanya menerima berkasnya yang lengkap saja yang kami ajukan, dan semuai itu tergantung kepada Polres Pakpak Bharat. Bahkan yang lainnyapun sudah dua kali kami pulangkan berkasnya, karena belum lengkap dibuat oleh Polres,” tegas Kasi Pidsus Yunius Zega. (JS)