Kapus Bandar Baru Pelihara Bidan Malas

SIBOLANGIT | SUMUT24

Kepala Puskesmas (Kapus) Bandar Baru, Drg Seri disinyalir memelihara bidan bidan malas. Pasalnya, di jajaran Puskesmas Bandar Baru terdapat Puskesmas Pembantu (Pustu) yang kondisinya cukup memprihatinkan. Bangunan Pustu ini tampakĀ  tidak terawat dan tidak ditempati.

Pantauan SUMUT24 di lapangan, Senin(22/2), di Pustu Desa Cinta Rayat Kecamatan Sibolangit, tampak rumput menjulang tinggi di sekitar bangunan. Terlihat kondisinya tidak terawat akibat pustu tidak ada yang menempati.

Beberapa warga Cinta Rayat yang ditemui SUMUT24 mengaku Pustu itu memang tidak pernah ditempati oleh bidan desa yang bertugas di sana.

Menurut warga yang mengaku bermarga Ginting ini, bidan di desanya tinggal di Medan, dan jarang masuk ke desa .

“Kalau ada warga yang sakit dan membutuhkan pertolongan medis, maka warga harus datang ke Puskesmas Bandar Baru, atau ke desa Penen sebagai alternatif mendapat pengobatan,” keluhnya.

Warga pun berharap agar Bupati Deliserdang, segera menindak bidan bidan yang malas menjalankan tugas. “Kami sangat sulit mendapat pelayanan kesehatan di desa ini, kami berharap kepada Bupati Deliserdang agar mendengarkan keluhan kami, dan menindak bidan malas ini,” kata Ginting yang diamini warga lainnya.

Kepala Puskesmas Bandar Baru Drg Seri yang dikonfirmasi SUMUT24, membantah kalau bidan desa Cinta Rayat jarang masuk. Menurutnya, bidan desa Cinta Rayat Lusi tinggal di Pustu itu.

Kapus berkilah, kalau bidan Lusi tidak ada di Pustu itu dikarenakan sedang merawat orang tuanya yang sedang sakit. Kapus bahkan mengaku memberi bidan Lusi izin selama sebulan tidak masuk kerja untuk merawat orang tuanya.

“Ya, bidan itu biasa tinggal di sana, cuma saat ini dia sedang merawat orang tuanya yang sedang sakit, saya memberi izin kepada bidan Lusi selama satu bulan,” kata kapus. (hs)