Jelang Ramadhan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Sumut Siapkan 157 Ribu Ekor Sapi

0
813

MEDAN | SUMUT24

Dinas Peternakan dan Kesehatan Sumut sudah menyiapkan sekitar 150 ribu ekor sapi lokal dan 7 ribu ekor sapi impor untuk memenuhi kebutuhan daging sapi masyarakat menjelang Ramadhan dan Lebaran Juli mendatang.
Untuk sapi lokal lebih dikonsentrasikan dari pada sapi impor. Dan untuk sapi lokal kebanyakan di daerah seperti di Kabupaten Langkat, Deliserdang dan sebagainya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumut, Parmohonan Lubis mengatakan di bulan biasa, kebutuhan masyarakat akan daging sapi sekitar 3 ribu ekor perbulan. Sedangkan di Ramadhan dan Lebaran, kebutuhan meningkat 20 persen diangka 4 ribu ekor per bulan. Menyikapi kekhawatiran naiknya harga daging sapi.

“ Saya menghimbau agar masyarakat tidak punic buying sehingga harga daging bisa dikendalikan. Bahkan saya menganggap wajar jika harga daging di pasaran sekitar Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogramnya,” katanya Selasa (26/4).

Dikatakannya, harga tidak dapat dicampuri oleh dinas peternakan, yang penting stok sapi aman ke produsen. “Sebab harga kita serahkan pada mekanisme pasar, seperti hukum ekonomi di mana permintaan bertambah harga akan meningkat. Cuma bagaimana kita mengendalikan harga di pasar agar tidak terlalu tinggi harga daging sapinya,”ujarnya.

Namun, harga daging sapi dikhawatirkan harga daging sapi mencapai Rp140 ribu hingga Rp160 ribu rupiah per kilogram. Sehingga harus ada beberapa pihak untuk menetralisir harga daging sapi agar tidak mengalami kenaikan hingga 2 kali lipat.

Kepala KPPU KPD Medan, Abdul Hakim Pasaribu meminta agar pemerintah khususnya dinas Peternakan Sumut untuk memfalidkan data sapi lokal dan sapi impor, termasuk juga angka kebutuhan daging sapi masyarakat. Sebab selama ini, data yang disediakan dinilai masih kurang falid.

Selain itu pemerintah juga diminta untuk tidak mengeluarkan kebijakan yang memicu pelaku usaha seperti importer untuk melakukan kecurangan. ”KPPU Medan berharap agar data yang disajikan baik oleh BPS maupun dinas peternakan Sumut dapat disingkronkan, sehingga kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran,” katanya.

Selain itu, Abdul Hakim mengatakan agar pihak pemerintah yang terkait ikut mengawasi harga di pasar pasar tradisional, sebab dikhawatirkan beberapa pelaku usaha melakukan kecurangan dalam menjual daging sapi.

“Jangan ada pelaku usaha yang melakukan monopoli harga maupun spekulasi, sehingga harga daging sapi jadi meroket, dari sekarang pihak pemerintah sudah dapat lakukan pengawasan untuk harga daging sapi tersebut,” pungkasnya.(W04)