Selasa, 21 Juli 2026

Rakornas PKBSI Mendukung Indonesia Visit 2045

Administrator - Minggu, 10 November 2019 02:03 WIB
Rakornas PKBSI Mendukung Indonesia Visit 2045

MEDAN I SUMUT24.CO Penyempurnaan berbagai program menjadi fokus pembahasan dalam rapat koordinasi (Rakornas) Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) yang digelar di Safari Lagoi, Bintan, 29 Oktober sampai dengan 2 November 2019.

Baca Juga:

Kegiatan itu sendiri diikuti sedikitnya 50 lembaga konservasi satwa baik pengelola kebun binatang dan safari se-Indonesia dengan jumlah peserta sekitar 120 orang.

Ketua Umum PKBSI, DR H Rahmat Shah mengatakan, Rakornas ini menjadi ajang silaturahmi, berbagi pengalaman yang baik sehingga kedepannya  terjaga kelestarian satwa, kebun binatang dan safari menjadi konservasi benteng terakhir satwa endemik Indonesia.

PKBSI juga menggelar pelatihan “bird husbandry in captivity” kepada anggotanya dengan menghadirkan instruktur ahli bertaraf international. Diikuti study banding ke Singapore Zoo sebagai lembaga konservasi terbaik di Asia Tenggara.

Rahmat Shah turut mengapresiasi pelaksanaan rakornas di Safari Lagoi tersebut. Para peserta dapat melihat binatang yang terbilang lengkap dan baru di kawasan konservasi satwa satu-satunya di Provinsi Kepulauan Riau.

Rahmat Shah yang didampingi Sekjen PKBSI, Tony Sumampau menambahkan, dalam kesempatan ini PKBSI mendeklarasikan kesepakatan, dimana semua anggota diharapkan menyukseskan apa yang menjadi program Presiden Joko Widodo.

“Yang menegaskan harus memangkas birokrasi dalam pengurusan perizinan dan pengelolaan lembaga safari hingga pemindahan satwa atau tukar menukarsatwa diharapkan berjalan mulus,” katanya.

Janji itu disampaikan Presiden Jokowi saatmenerima jajaran Dewan Pengurus PKBSI, lima tahun lalu. kesempatan itu, para anggota PKBSI mengeluhkan proses perijinan masih menjadi kendala utama.

Tidak terdapat standar yang pasti. Baik menyangkut biaya dan tata waktu. Padahal, Lembaga Konservasi bersifat multi fungsi. Ada peran konservasi, edukasi, riset hingga rekreasi berbasis kehati.

PKBSI juga menyayangkan kinerja Lembaga Konservasi pelat merah alias milik pemerintah serta kian langkanya keberadaan burung kicau di habitat alaminya.

Respon Presiden pun di luar dugaan. Secara spontan dan eksplisit Presiden langsung menyampaikan komitmennya. Bahwa, setiap tahun akan membantu Lembaga Konservasi pelat merah untuk meningkatkan sarana prasarana serta mutu dan profesionalimenya pengelolaannya.

PKBSI diminta membantu meredesign Lembaga Konservsi pelat merah. Menindaklanjutinya, Rakornas tersebut menghasilkan nawabhakti sebagai bentuk pengabdian PKBSI dalam mewujudkan lembaga konservasi yang kuat dan mandiri untuk mendukung pemerintah Indonesia Visit 2045. (R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kelangkaan BBM Sumut Diduga Hasil Permainan Internal, LBH Betul Betul Desak Kapolda Usut Tuntas Kasus Fraud dan Copot Pimpinan Pertamina-BPH Migas
Jual Rokok Tanpa Pita Cukai Berujung Proses Hukum, Polres Padang Lawas Sita Berbagai Merek Ilegal
Kapolres Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama Lewat Program Polsumat di GKPA, Ajak Jemaat Jaga Kamtibmas Bersama
Respons Cepat Laporan Warga, Polsek Batangtoru Temukan Dugaan Alat Isap Sabu di Muara Batangtoru
Polisi Sahabat Umat! Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval N.G. Desky Gelar Edukasi Kamtibmas di Masjid Raya Al-Abror
Dibekuk Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Tengah Malam! Pengedar Sabu di Pijarkoling Simpan Barang Bukti 23,84 Gram
komentar
beritaTerbaru