Senin, 25 Mei 2026

Jajanan Kuliner Berbuka Puasa Manfaatkan Janda Sekitar Mesjid

Administrator - Kamis, 23 Juni 2016 09:18 WIB
Jajanan Kuliner Berbuka Puasa Manfaatkan Janda Sekitar Mesjid

KISARAN | SUMUT24 Mesjid Al Husna Kisaran yang berada di Jalan Sisingamangaraja, tepatnya di Simpang Enam, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan pada setiap bulan suci Ramadhan, remaja mesjidnya membuka dan menyediakan pasar jajanan berbuka (takjil) yang biasanya selalu ramai dikunjungi sebelum berbuka. kawasan jajanan berbuka puasa ini telah eksis selama 20 tahun dan ternyata mempunyai keunikan sendiri dimana dagangan kue dan buah berasal dari janda janda sekitar mesjid yang dititip dan dijajakan melalui remaja mesjidnya. Ketua Remaja Mesjid Al Husna, Sukri Jamil saat berbincaang kepada wartawan, Rabu (22/6) memaparkan cerita tentang kuliner yang didapatnya dari seniornya terdahulu di remaja mesjid yang saban hari ramai saat ramadhan ini telah ada sejak tahun 1996 dan diyakini menjadi lokasi jajanan ramadhan pertama di Asahan. “Kalau menurut cerita yang ada dari orang tua disini, lokasi jajanan ramadhan di simpang enam ini pertama kali hadir di Kisaran. Sebelum adanya para penjual di Mesjid Raya jalan Imam Bonjol,” ujarnya. Selain itu dia juga menceritakan salah satu keunikan pasar takjil simpang enam ini dimana kue kue yang dibuat berasal dari titipan ibu ibu sekitar mesjid, terutama para janda. Sedangkan penjualnya para remaja mesjid. “Remaja mesjid yang menjualnya. Hasil keuntungannya berbagi dengan si penintip kue sistim hitung komisi,” ungkapnya, sedang perataran lokasi sepenuhnya disediakan oleh panitia pihak remaja mesjid. Dengan demikian hal ini tanpa disadari akan menghidupkan suasana ekonomi masyarakat sekitar. Kaum ibu terutama para janda dapat terbantu dengan adanya berjualan kue yang dititip ke pasar takjil simpang enam, sedangkan remaja mesjidnya mendapatkan bagian komisi atas jasa penjualan kue. “Olehkarena itu, belanja takjil disini hitung hitung sekalian amal sedekah juga bang,” ujarnya sembari menjelaskan ada sekitar puluhan jenis kue yang dititipkan kepada para remaja mesjid ini yang anggotanya mencapai tiga puluh orang. Tidak hanya memberikan manfaat bagi para ibu ibu janda sekitar mesjid dan para anggota remaja mesjid, dengan adanya pasar takjil di Simpang Enam Kisaran Barat ini ternyata juga membawa berkah rejeki terutama pedagang dadakan yang memang sengaja berjualan memanfaatkan moment bulan puasa ini untuk berdagang. Dalam sehari dia menaksir omset penjualan para pedagang disekitar lokasi menjapai lebih dari 20 juta rupiah. Seperti halnya yang dituturkan oleh Eni (30) salah seorang pedagang musiman es buah yang sejak tiga tahun terakhir sudah berjualan di lokasi pasar takjil simpang enam ini. Dalam sehari dia bisa menghabiskan hampir satu ember es buah dengan penjualan Rp 5 ribu untuk satu bungkusnya. “Lumayan, keuntungannya bisa ditabung untuk keperluan lebaran nanti,” ujarnya. (teci)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
MTQ Ke 23 Tingkat Kabupaten Pakpak Bharat Resmi Dibuka Bupati
Program “IM3 Pasti Simpel” Bikin Pelanggan Sumatra Pulang Bawa Motor Listrik
Dari THM Phantom KTV, Satresnarkoba Polrestabes Medan Ringkus Pemasok Narkoba
ESENSI HAJI: DARI RITUAL MASSAL KE REVOLUSI BATIN
Duo Hasrimy Bersaudara Disebut dalam Dua Perkara Dugaan Korupsi Smartboard di Sumut
PEMBATALAN OPERASI TULANG BELIKAT SAMUEL SIMANJUNTAK DIPERTANYAKAN"
komentar
beritaTerbaru