PSMS Menang Telak 6-0 atas Persiku, Kadispora Sumut Terpukau
PSMS Menang Telak 60 atas Persiku, Kadispora Sumut Terpukau
News
MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
Peristiwa hilangnya tiga bocah warga Dusun VI Pulka, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat sejak Minggu (18/10/2020) lalu hingga kini masih menjadi misteri.
Berbagai upaya telah dilakukan pihak berwajib, namun belum juga membuahkan hasil. Karena itu, Subdit III/Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut membentuk tim khusus (timsus) untuk menguak kejadian yang sebenarnya. Banyak dugaan atau spekulasi yang menyebut penyebab hilangnya korban, termasuk penculikan.
“Kita memback up penyelidikan hilangnya tiga bocah di Langkat itu. Kita sudah bentuk tim dan sedang bekerja di lapangan,” kata Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Irwan Anwar melalui Wadir, AKBP Faisal Napitupulu didampingi Kasubdit III/Jatanras, Kompol Taryono Raharja, Selasa (10/11/2020).
Menurut Faisal, tim telah melakukan cek areal galian yang disebut sebagai lokasi awal hilangnya ketiga bocah itu. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan. Kepolisian optimis penyebab hilangnya ketiga bocah tersebut segera terungkap.
“Penyelidikan masih terus kita intensifkan. Kita optimis penyebab hilangnya ketiga bocah tersebut dapat segera terungkap,” ucap mantan Kapolres Asahan tersebut.
Seperti diketahui, ketiga bocah yang hilang ini merupakan warga Dusun Pulka, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian. Mereka bernama Yogi Tri Herlambang, Nizam Auvar Reja dan Alviza Zahra yang rata-rata berusia 7 tahun.
Sebanyak 150 personel dikerahkan untuk mencari 3 bocah yang hilang misterius di perkebunan PT LNK, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Sumut. Namun, pencarian masih belum membuahkan hasil.
Wakapolres Langkat, Kompol Hairil Sani mengatakan, pihaknya mengerahkan 150 personel dibantu warga dan relawan untuk mencari ketiga bocah tersebut.
Pada pencarian hari ke-14, personel dibagi ke dalam beberapa titik untuk menyisir setiap sudut perkebunan LNK. “Namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda untuk ditemukan ketiga anak tersebut,” kata Hairil Sani, Sabtu (31/10/2020).
Sebelumnya, upaya warga menggali gundukan tanah yang semula dicurigai sebagai tempat menimbun jasad ketiga bocah itu teryata nihil. Penggalian gundukan tanah itu disaksikan petugas Polsek Salapian dan relawan.
Selama 30 menit penggalian, warga tidak menemukan jasad ketiga bocah nahas tersebut. Menurut warga, Dedi, gundukan tanah itu dibuat setelah hari keempat hilangnya ketiga anak tersebut.
“Kecurigaan terhadap gundukan tanah ini karena berada di tempat terpisah. Ditambah lagi, gundukan tanah ini membuat curiga karena bila sengaja dilakukan untuk melintas kendaraan berat kenapa mesti membuat gundukan tanah,†ujar Dedi, Jumat (30/10/2020) lalu.
Sejauh ini, polisi dan relawan telah mencari di beberapa lokasi namun tak menunjukkan petunjuk apapun. Pencarian bahkan sampai menelusuri areal 100 hektare dari lokasi titik hilang. Ketiga bocah hilang di Langkat masih dalam penyelidikan pihak berwajib.(W05)
PSMS Menang Telak 60 atas Persiku, Kadispora Sumut Terpukau
News
BIREUEN Ketua Pers Siber Indonesia (PSI) Aceh, Anwar Tgk Rabo, meminta pihak terkait memberikan kejelasan mengenai informasi yang menyebut
News
Tak Ingin Molor, Wali Kota Padangsidimpuan Koordinasi dengan BPKP Soal Percepatan Huntap
News
Pengurus PP Polri Tapsel 20262031 Dikukuhkan, Kompol Purn Daulat Mhd Zein Harahap Jadi Ketua
News
World Cleanup Day di Huta Godang, Wabup Tapsel Jafar Ingatkan Ancaman Erosi dan Perubahan Iklim
News
DPC Hima Lubis Kota Medan Resmi Dilantik, Ini Pesan Wakil Wali Kota
Kota
Harmoni Milad ke27 Pendawa Indonesia Sukses dan Meriah
News
JAKARTA Sumut24.co PT Perkebunan Nusantara I (Persero) atau PTPN I terus mengoptimalkan aset perkebunan untuk mendukung penguatan kedaulat
News
Investor China Jajaki Industri Daur Ulang di Deli Serdang
News
RSUD Amri Tambunan Mulai Layani Kateterisasi Jantung, Kasus Serangan Jantung Darurat Ditangani
News