Warga Korban Banjir Aceh Tamiang Terharu Terima Daging Kurban dari MPW PP Sumut
ACEH TAMIANG, SUMUT24.COSemangat kepedulian sosial kader Pemuda Pancasila Sumatera Utara (PP Sumut) terhadap masyarakat korban banjir di Ace
News
MEDAN I Sumut24.co Puluhan warga Jalan Waru dan Jalan Sengon geruduk penginapan Prime INN, pada Jumat (29/5/2020) dini hari. Warga berang melihat tempat penginapan itu, lantaran sering dijadikan lokasi mesum pasangan bukan suami istri. Aksi protes ini dilakukan warga, lantaran melihat seorang pria lari dari dalam hotel keluar dengan tidak menggunakan busana. Melihat kejadian itu, warga langsung menghampiri pria yang tidak berbusana itu. Dari penuturannya, ia mengaku mau diperas oleh dua wanita pria (waria) dan seorang wanita di kamar lantai dua hotel tersebut. “Tolong bang, tolong saya bang. Saya mau dirampok oleh mereka,” ucap pria yang tidak menyebutkan identitasnya itu. Saat mendengarnya minta tolong dan tidak berbusana alias bugil, warga yang sedang duduk kemudian menghentikan larinya, dan bertanya. “Kenapa kau ?, ada apa ini, kok bisa telanjang kau ?,” kata Doli warga sekitar. Pria bugil itu kemudian menceritakan awal mulanya peristiwa yang dialaminya sampai tidak memakai sehelai benangpun ditubuhnya. “Awalnya saya kenalan dengan cewek melalui aplikasi Mi Chat bang. Kemudian aku disuruhnya datang ke hotel OYO ini. Dengan iming-iming berhubungan badan. Tetapi setelah berada di dalam, saya tidak mengetahui adanya dua orang waria, dan mau menjebak saya dengan meminta uang jutaan rupiah,” ujarnya. Melihat adanya keresahan yang terjadi, kemudian warga meminta kepada petugas yang berjaga di Hotel Prime INN untuk segera mengeluarkan kedua waria dan satu orang wanita yang melakukan pemerasan tersebut. “Keluarkan pelaku-pelaku maksiat dari kampung ini, jangan kotorin kampung kami dengan zina,” kata puluhan warga yang berteriak di depan hotel. Saat warga meminta para pelaku maksiat itu untuk keluar, petugas yang menjaga hotel melarangnya. Menurutnya, warga tidak berhak melakukan pemeriksaan atau menggerebek hotel. Di saat itu pula, warga meminta kepada pria yang tidak berbusana itu untuk membuat laporan di Polsek Medan Baru, Jalan Nibung. Setelah membuat laporan, sekira setengah kemudian, aparat kepolisian dari Polsek tiba di lokasi. Polisi kemudian meminta kepada penjaga hotel segera mengeluarkan para waria dan wanita pekerja seks komersial (PSK) tersebut dari dalam kamar. Menurut penuturan dari aparat kepolisian, para waria dan psk ini sudah sering melakukan tindakan pemerasan dengan modus berhubungan badan. “Sudah sering mereka ini, ini-ini aja orangnya,” ucap polisi yang mengenakan masker tersebut. Melihat adanya aparat kepolisian, warga meminta kepada seluruh pengunjung hotel yang bukan suami istri untuk keluar dan menjalani pemeriksaan urine di Polsek. Selain takut jadi sarang peredaran narkoba, warga juga takut pengunjung yang tidak dikenal itu membawa wabah virus Corona atau Covid-19.(red)
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
ACEH TAMIANG, SUMUT24.COSemangat kepedulian sosial kader Pemuda Pancasila Sumatera Utara (PP Sumut) terhadap masyarakat korban banjir di Ace
News
Deli Serdang, Sumut24.co Partai Golkar Deli Serdang kembali melaksanakan penyembelihan hewan qurban pada Iduladha 1447 Hijriah. Kegiatan yan
Politik
Bobby Nasution Minta Blackout Listrik di Sumatera Tak Terulang Lagi
kota
ADHYAKSAdigital Berbagai Daging Kurban di Hari Raya Idul Adha
kota
BINJAI Alumni SMANSA Binjai Angkatan 1990 kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan pemotongan hewan kurban d
Umum
Digulung Tim Opsnal Polres Palas, Terduga Pengedar Sabu di Sungai Korang Tak Berkutik
kota
Transaksi Sabu di Kebun Sawit Terbongkar, Polsek Sosa Ringkus Warga Sosa Padang Lawas
kota
Pantau Pembangunan Jalan Naga Bonar&ndashPir Trans Sosa II, Bupati Palas Tekankan Kualitas Proyek
kota
Pesan Menyentuh Bupati Palas PMA Saat Idul Adha 1447 H Perkuat Kepedulian, Jangan Sekadar Ritual
kota
Ribuan Warga Tumpah Ruah! Bupati Madina Lepas Pawai Takbir Idul Adha 1447 H di Panyabungan
kota