Hari Tasyrik Ketiga, Penyintas Banjir Tapanuli Selatan Akhirnya Terima Kurban dari FOZ Sumut
Hari Tasyrik Ketiga, Penyintas Banjir Tapanuli Selatan Akhirnya Terima Kurban dari FOZ SumutSumatera Utarasumut24.coSebanyak 500 kepala kel
News
Baca Juga:
Sebagai menantu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, Bobby Nasution memang sudah sejak awal dilantik sebagai Gubernur menjadi sorotan publik. Apalagi ia melanjutkan kiprahnya dari jabatan sebelumnya sebagai Walikota Medan—yang juga tak luput dari kontroversi, seperti kasus "lampu pocong" yang sempat viral dan memicu berbagai reaksi publik.
Kini, dengan terkuaknya kasus dugaan suap yang menyeret pejabat tinggi Dinas PU-PR Sumut, Bobby Nasution kembali berada dalam pusaran isu nasional.
KPK RI secara resmi mengumumkan bahwa mereka tengah mendalami kasus dugaan korupsi besar-besaran dalam proyek pembangunan dan perawatan infrastruktur jalan di wilayah Sumatera Utara.
Nama TOP, Kepala Dinas PU-PR Sumut, telah ditetapkan sebagai tersangka. Menariknya, TOP sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Kadis PU-PR Kota Medan ketika Bobby menjabat sebagai walikota—hal ini membuat banyak pihak berspekulasi tentang adanya kedekatan dan kemungkinan keterkaitan.
Dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK RI, Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan bahwa pihaknya siap memanggil siapa pun yang terlibat atau memiliki informasi penting terkait kasus ini, termasuk pejabat selevel gubernur.
"Kalau dalam penyidikan nanti berkembang dan ditemukan bukti bahwa ada pejabat lain yang turut terlibat, termasuk gubernur sekalipun, tentu akan kami mintai keterangannya," tegas Asep di hadapan media.
Disisi lain, beberapa tokoh dan pengamat gantungkan harapan kepada KPK RI untuk bongkar kasus Topan Ginting, mantan anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 ini juga menyoroti kemungkinan adanya kekuatan besar di belakang Topan Ginting, yang memungkinkan dia turut mengatur proyek jalan nasional di bawah Kementerian PU-PR."KPK harus mendalami semua pihak yang terlibat. Kita ingin tahu siapa yang memberi restu dan siapa yang mendapat keuntungan dari permainan ini," ujar Sutrisno Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas)
Ia juga menantang Topan Ginting agar bersikap jujur dan terbuka mengenai perannya dalam pengaturan lelang proyek, baik di Dinas PUPR Sumut, balai kementerian, maupun saat ia masih menjabat Kadis PUPR Pemko Medan dan Pjs Sekda Kota Medan.Secara khusus, Sutrisno meminta Gubernur Sumut Bobby Nasution ikut bertanggung jawab sebagai atasan langsung Topan Ginting.
"Topan Ginting tidak mungkin bermain sendiri tanpa sepengetahuan pimpinannya. Gubernur harus memberi klarifikasi kepada publik," katanya.Lebih lanjut, ia meminta KPK RI membuka penyelidikan secara menyeluruh sejak Topan menjabat Kadis PUPR Pemko Medan hingga kini di Pemprov Sumut.
Hari Tasyrik Ketiga, Penyintas Banjir Tapanuli Selatan Akhirnya Terima Kurban dari FOZ SumutSumatera Utarasumut24.coSebanyak 500 kepala kel
News
sumut24.co MedanPerhelatan festival kopi tahunan terbesar di tanah air, Kopi Fest Indonesia (KFI) 2026, resmi membuka rangkaian turnya tah
Ekbis
sumut24.co MedanSebagai bagian dari komitmennya untuk terus mendekatkan diri dengan ekosistem F&B dan pencinta rasa, Kort Chocolate turu
Ekbis
sumut24.co MedanSebagai bagian dari komitmennya untuk terus mendekatkan diri dengan ekosistem F&B dan pencinta rasa, Kort Chocolate turu
Ekbis
Jakarta Juru bicara (jubir) Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyebut bila penilaian perjalanan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri s
Politik
MEDAN, SUMUT24.CO Polrestabes Medan melalui Tim Jaga Cegah Sigap (JCS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas kejahatan jalan
Hukum
Sindikat Curanmor Ditangkap URC MIT Jatanras Polda Sumut Gunakan Gunting Pemotong Gembok Tabrak Mobil Polisi dan Portal
kota
Beraksi di 35 TKP, Komplotan Curanmor Lintas Daerah Akhirnya Dibekuk Jatanras Polda Sumut
kota
Enam Penyerang Polisi Saat Penggerebekan Narkoba di Multatuli Diamankan, Urine Positif Sabu
kota
Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut Bentuk 3 Tim URC MIT Tekan Aksi Kejahahan Jalanan dan Begal
kota