Kamis, 16 Juli 2026

Sok Gercep, Padahal Loak

Administrator - Kamis, 16 Juli 2026 13:26 WIB
Sok Gercep, Padahal Loak

Baca Juga:
Oleh : Ismail Nasution


Di tengah tuntutan masyarakat agar pemerintah bekerja cepat, muncul fenomena baru yang justru mengkhawatirkan: pejabat yang lebih sibuk mempertontonkan aksi "gerak cepat" daripada memastikan kebijakan yang diambil benar-benar tepat.

Gerak cepat memang penting. Namun, kecepatan tanpa kajian hanya akan melahirkan keputusan yang gegabah. Seorang pejabat seharusnya tidak cukup hanya mendengar bisikan segelintir orang, lalu buru-buru mengambil keputusan demi membangun citra seolah-olah paling responsif. Tugas pejabat adalah mendengar semua pihak, mengumpulkan data, menganalisis fakta, lalu mengambil keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sayangnya, masih ada pejabat yang lebih mengutamakan pencitraan daripada substansi. Baru menerima laporan sepihak, langsung mengeluarkan perintah. Belum memahami akar persoalan, sudah sibuk tampil di depan kamera. Akibatnya, keputusan yang dihasilkan justru menimbulkan persoalan baru, bahkan merugikan masyarakat yang seharusnya dilindungi.

Kepemimpinan bukan soal siapa yang paling cepat bereaksi, tetapi siapa yang paling tepat mengambil keputusan. Seorang pemimpin yang baik memahami bahwa setiap kebijakan memiliki konsekuensi. Karena itu, kehati-hatian bukanlah tanda lamban, melainkan bentuk tanggung jawab.

Lebih memprihatinkan lagi apabila jabatan diperoleh bukan karena kompetensi, integritas, dan rekam jejak, melainkan karena kedekatan, hubungan keluarga, atau faktor nonprofesional lainnya. Ketika meritokrasi dikalahkan oleh nepotisme, kualitas kepemimpinan berpotensi menurun. Jabatan akhirnya dipandang sebagai hak istimewa, bukan amanah yang harus dijalankan dengan kemampuan dan tanggung jawab.

Publik tidak membutuhkan pejabat yang sekadar terlihat sibuk. Masyarakat membutuhkan pemimpin yang mampu berpikir jernih, menguasai persoalan, berani mendengar kritik, serta mengambil keputusan berdasarkan data dan kepentingan umum, bukan sekadar mengejar popularitas.

Pada akhirnya, masyarakat dapat menilai sendiri mana pemimpin yang bekerja dengan akal sehat dan mana yang hanya mengandalkan sensasi. Sebab, pencitraan mungkin mampu menarik perhatian sesaat, tetapi hasil kerja nyata dan keputusan yang berkualitaslah yang akan menjadi ukuran sejarah.

Gerak cepat tanpa berpikir adalah tindakan gegabah. Jabatan publik menuntut kecerdasan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab, bukan sekadar aksi yang terlihat cepat namun miskin substansi.***

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wali Kota Tanjungbalai Lantik 16 Pejabat, Tekankan Kinerja dan Inovasi untuk Wujudkan Tanjungbalai EMAS
Pelantikan 18 Pejabat, Sekda Tekankan Amanah dan Profesionalisme ASN
"Lantik 23 Pejabat, Wabup Lom: Jadikan Amanah Ini untuk Wujudkan Deli Serdang Sehat, Cerdas, Sejahtera"
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Lantik 54 Pejabat Administrator dan Pengawas
Bupati Asahan Lantik Pejabat Tinggi: Penyegaran Organisasi Demi Pelayanan Maksimal Masyarakat
Wali Kota Tanjungbalai Lantik 11 Pejabat Tinggi Pratama, Tekankan Kinerja Terukur dan Profesionalisme
komentar
beritaTerbaru