Jumat, 24 Juli 2026

Teror Bom Diberbagai Daerah Jatuhkan Pilar Kekuatan 2019

Administrator - Senin, 14 Mei 2018 12:21 WIB
Teror Bom Diberbagai Daerah Jatuhkan Pilar Kekuatan 2019

MEDAN | SUMUT24.co

Baca Juga:

Adanya aksi teror bom diberbagai daerah yang mengambil korban jiwa manusia adalah sesuatu yang sangat disesalkan, dan tidak kita inginkan, tapi sepertinya ada pihak yang ingin menjatuhkan pilar kekuatan di tahun 2019. Itu hanya perkiraan karena kebetulan memang tahun politik, ucap Ketua Kamtibmas Indonesia Sutan Erwin Sihombing kepada SUMUT24, Senin (14/5).

Menurutnya, memang ada pihak yang membuat agar indonesia ini tidak kondusif sehingga membuat investor terancam hengkang atau urung menanamkan investasinya di Indonesia ini.

“Jadi kita berharap, mari kita jaga suasana kondusif apalagi menjelang pilgubsu dan pilpres 2019,” ucapnya.

Tahun-tahun pilitik inilah dimanfaatkan pihak untuk mencari keuntungan sehingga harus kita lawan.

Dalam hal ini Polri dan masyarakat dan berbagai pihak agar meningkatkan siskamling dan patroli sehingga kejadian yang tidak kita inginkan tidak akan terjadi.

Apalagi sekarang ini bebasnya media sosial sehingga sedikit saja apapun kejadian sudah diketahui masyarakat sehingga membuat masyarakat juga kurang nyaman.

“Jadi disinilah pentingnya kita tetap menjaga kondusifitas sesama warga masyarakat,” pungkasnya.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Di Ajang PRSU ke-50, Kabupaten Asahan Tampilkan Pesona 14 Etnis dan Kekayaan Produk Unggulan
Wasekjen DPP AMPI Leriadi: Produk Rapat Pleno IX Cacat Hukum Organisasi dan Tidak Memiliki Legitimasi
JAM PMII Kecam Manuver Nusron Wahid dan KH Zulfa: "Jangan Jadikan Sumut Arena Transaksi Politik!"
Puncak Penghargaan JNE Content Competition 2026, Wadah Kreativitas Anak Bangsa
Bupati Taufik Buka Rakerkab KORPRI Asahan, Perkuat Integritas ASN demi Pelayanan Prima
Ikuti Bimtek Se-Sumut, TP PKK Asahan Siap Terapkan Inovasi Digital dan Perkuat Program Kesejahteraan Keluarga
komentar
beritaTerbaru