MEDAN | SUMUT24
Cipta Kondisi yang Kondusif guna mengantisipasi hal yang tidak di inginkan pada perayaan malam tahun baru 2018 di lakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk meanfaatkan mengganggu khamtibmas, khususnya di wilayah hukum (wilkum) Polsek Sunggal, personil Polsek Sunggal Polrestabes Medan melakukan pengecekan penjualan kembang api dan petasan.
Pelaksanaan itu, Kamis (28/12) sekira pukul 17.00 Wib dentan melakukan pendataan terhadap penjual kembang api di Jalan Ring Road tepat di depan Alfamidi bernama, Sari (23). Saat dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya kembang api jenis petasan (mercon), dan selanjutnya di himbau kepada penjual, agar tidak menjual kembang api jenis petasan (mercon).
Kemudian, sekira pukul 17.25 wib pendataan di lanjutkan kembali madih di Jalan Ring depan Indomaret terhadap, Prity (15). Pada saat dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan adanya kembang api jenis petasan (mercon) dan selanjutnya di himbau agar tidak menjual mercon.
Kemudian, pukul 17.50 wib melaksanakan pendataan Penjualan Kembang Api di Jalan Amal simpang Jln. TB. Simatupang terhadap, Usarani (39). Pada saat dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan adanya Kembang Api Jenis,. Petasan (Mercon).
Lalu, pkl 18.15 wib melaksanakan Pendataan Penjualan Kembang Api di Jalan Sunggal simpang Jln. TB. Simatupang terhadapa, Dela (39). Pada saat dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan adanya Kembang Api Jenis Petasan (Mercon) dan selanjutnya di himbau kepada penjualan agar tidak menjual Kembang Api Jenis Petasan (Mercon).
Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna SHSIK MH mengstakan, krgiatan ini sebagai upaya kewaspada adanya pihak-pihak yang i gin memanfaatkan situasi tahun baru 2018 untuk maksud tertentu ya g dapat meresahkan masyarakat, dan menimbulkan gangguan stabilitas Kamtibmas.
“Kami menghimbau, agar masyarakat tidak ada menggunakan petasan saat merayakan malam tahun baru 2018, sehingga pelaksanaan acara malam tahun baru dapat lebih Kondusif,” pesan Kompol Wira.(W02)
Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News