Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM Diharapkan Tetap Damai dan Sesuai Aturan
sumut24.co JAKARTA, Gelombang penyampaian aspirasi dari kalangan mahasiswa yang menolak kebijakan kenaikan harga BBM kembali menyita perhat
News
MEDAN I Sumut24.co Politisi Partai Golkar, H M Hanafiah Harahap mengatakan, Dalam menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 9 Desember 2020, masyarakat diminta jangan memilih pemimpin yang ecek-ecek (asal-asalan). Karena kalau asal-asalan sangat berpengaruh bagi masyarakat dan pembangunan,tegasnya kepada Wartawan, Jumat (23/10). Menurut mantan wakil rakyat tersebut, “Ke depan, tantangan yang dihadapi setiap daerah akan semakin berat, tentu kita membutuhkan figur yang visioner, yang mampu melihat ke depan, ” kata Hanafiah.
Baca Juga:
Dia merespon bakal digelarnya Pilkada di 23 kabupaten/kota yang digelar serentak pada 9 Desember 2020, dengan hadirnya pasangan calon (paslon) yang bakal berkompetisi di hajatan pesta demokrasi itu.
Figur-figur yang masih menggunakan pola lama untuk menarik simpati masyarakat agar memilih sang calon, tampaknya kini bukan zamannya lagi. Â
“Ya, seperti memberikan bantuan sembako, atau uang, juga menggunakan media sosial seperti cetak, elektronik dan online, ini hanya memberikan kepuasan semu,” katanya.
Hanafiah mengingatkan kembali bahwa dengan pola-pola lama tersebut terkesan hanya membuat mindset masyarakat tidak akan berubah untuk membangun daerah secara lebih baik. Untuk Pilkada Kota Medan yang diikuti dua pasangan calon (paslon), yakni No 1 Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dan No 2 Bobby Nasution-Aulia Rahman, Hanafiah memberikan catatan khusus.
Catatan khusus dimaksud adalah untuk mengingatkan pada dua hal: bahwa tiga walikota Medan sebelumnya telah tersangkut hukum, dan persoalan klasik seperti banjir tak kunjung tuntas,
Hanafiah memberi contoh, kota Medan yang berpenduduk 2,4 juta jiwa saat ini terkesan dijuluki sebagai kota yang jorok, kemacetan lalu lintas terjadi di setiap sudut jalan, banjir di mana-mana, sehingga terkesan jauh dari aura predikat kota metropolitan.
“SIngkat kata, jangan lagi masyarakat terluka 5 tahun ke depan dengan visi dan misi pemimpin yang membuat Kota Medan mundur lagi dan jauh dari kesejahteraan,” katanya.
Karenanya, kepada masyarakat, Hanafiah mengingatkan, mereka harus mengetahui visi dan misi kandidat, kemudian melakukan analisis yang mendalam apakah sosok yang mereka pilih benar-benar mampu mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan serta berkeadilan.
Dengan segala potensi yang ada di Kota Medan, dia berharap nanti lahir kepala daerah cerdas dan mampu menciptakan terobosan demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
“jangan pilih kepala daerah yang asal-asalan, pilihlah sosok yang visioner,” karena masyarakat butuh pemimpin yang visioner, tegas pria berkumis itu.(red)
sumut24.co JAKARTA, Gelombang penyampaian aspirasi dari kalangan mahasiswa yang menolak kebijakan kenaikan harga BBM kembali menyita perhat
News
Medan Sumut24.co Anggaran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Cikataru) Kota Medan untuk Tahun Anggara
News
Dompet Dhuafa Waspada Bersama RSU Sufina Aziz Hadirkan Khitan Massal dan Pengobatan Gratis untuk Warga DairiKabupaten Dairisumut24.co Dompe
News
Harapan yang Disemai dari Pohon Cabai Kisah Abdul Rozzaq, Kepala Keluarga Penyintas Banjir Sumatera
kota
Pemkab Solok Sambut Kepulangan Jamaah Haji dari Tanah Suci Mekah di Asrama Haji Padang
kota
Rentetan Kecelakaan di Proyek Jalan Nasional Aek Kanopan, JAM PMII Minta Satker dan PPK Dicopot
News
Polisi Menyamar Jadi Pembeli, Kurir Sabu di Pantai Labu Gagal Kabur Usai Dikejar Petugas
kota
Senator M. Nuh Dorong Akses Kesehatan untuk Warga Daerah Terbatas Melalui Khitanan dan Pengobatan Gratis di DairiSumatera utarasumut24.co A
News
SUMUT24.CO, MEDAN Kedatangan Syaikh DR Reza Abdul Jabbar, saudagar sukses asal Selandia Baru yang juga merupakan suami dari Peggy Melati
News
Terungkap! Belanja LPJU Rp291 Miliar Jadi Paket Pengadaan Terbesar Pemko Medan Tahun 2026
News