Selasa, 07 April 2026

Partai Baru Sosok Lama

Administrator - Jumat, 11 September 2020 03:05 WIB
Partai Baru Sosok Lama

Oleh : H A.Jabidi Ritonga

Baca Juga:

Saya kira dari berbagai fakta sosial dan kehidupan masyarakat, kita mendengar banyak masukan dan pandangan masyarakat, baik setelah kemerdekaan dan pasca reformasi adanya lahir partai partai baru, dari sekian banyak partai tersebut hanya beberapa partai yang mampu eksis dan bertahan.

Pasca reformasi misal, tak ingin dibelenggu akan kebebasan berkumpul, berserikat, tak ingin terus dipasung oleh hasil produk Soeharto, maka dideklarasikan, namun setelah pemilu dalam perjalanannya menyisakan beberapa partai baru yang mampu bertahan, dengan segala bentuk visi dan misi, jargon yang di pekikkan pada masyarakat.

Tokoh tokoh tersebut sempat pernah menjabat diberbagai posisi penting dan strategis baik internal dan eksternal, sampai tiba akhirnya masa keemasan mereka datang, dan redup seiring hadirnya generasi baru. Jangan sampai semangat tersebut hanya bentuk kemarahan, kekecewaan pada hasil kompetisi internal, namun coba dialamatkan pada kepemimpinan negeri, dengan berbagai argumentatif lalu muncul partai baru, saya kira kurang tepat, seolah mencari kambing hitam.

Semangat yang harus kita perkuat adalah nilai nilai kebersamaan yang sudah ada, persatuan, jika benar keinginan luhur tersebut demi kepentingan Negeri, contohlah beberapa Negara eropa lainnya, mereka tidak banyak pilihan, karena mereka tau, itu bukanlah keinginan masyarakat atau tujuan bernegara.

Jika lembaga lembaga organisasi partai tersebut semakin gemuk di Indonesia, hanya akan membebani APBN dan APBD kita, toh dari sekian banyak partai yang ada sudah mewakili, baik dari sisi ideologi, visi dan misi perjuangan.

Kita tidak bisa menahan laju perubahaan dan kebutuhan, didepan sudah ada generasi baru yang datang dan sudah terlalu lama menunggu, jangan sampai rasa simpati dan hormat mereka hilang, karena akibat kegalauan kita pada masa masa tua.

Saya kira munculnya mereka generasi baru sebenarnya adalah bentuk prestasi nyata, tinggal bagaimana kita mengarahkan dan menempatkan posisi ditengah semangat yang ada, mungkin mereka tidak bisa sama dengan selera yang ada, nanun setidaknya kita harus menyesuaikan dengan perubahan era yang ada.

Jangan sampai terbentuknya struktur baru dianggap kegalauan, kumpulan orang orang yang kalah dalam kompetisi internal, atau menolak hukum alam, bahwa setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya.

Berpolitik mungkin akan terus jalan selama jasad dikandung badan, namun politik struktur itu tidak, suka atau tidak suka, cepat atau lambat, kita harus tinggalkan, masa pergantian akan datang, karena sudah menjadi ketetapan.

Jangan sampai kehadiran partai baru, malah menjadi musuh dalam selimut, menggunting dalam lipatan, seperti hama menggerogoti bangunan yang sudah lama dibangun, memecah soliditas yang sudah tertata rapi, akhirnya ambruk kembali, sepenggal syair lagu bung Rhoma Irama ” kau yang berjanji kau yang ingkari, kau yang mulai, kau yang mengakhiri”.(***)

Penulis : – Politisi Kader Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Pemkab Solok Gencarkan Sosialisasi Pekat dan Narkoba di Kalangan Pelajar, Wabup Candra Tekankan Peran Keluarga dan Nagari
Wabup Solok Ajak Perkuat Silaturahmi dan Konsistensi Berbuat Baik
Kejati Sumut Tunjuk Herlangga Wisnu Murdianto Jadi Plh Kejari Karo
Bupati Asahan Sambut Kunjungan Kerja Kepala BPK RI Perwakilan Sumut
Peredaran "Pod Getar" di Asahan, Dijual Layaknya Barang Dagangan Biasa
Wakil Bupati Asahan Hadiri RUPS Bank Sumut, Dukung Transformasi Menuju KBMI 2
komentar
beritaTerbaru