Pemkab Solok Gencarkan Sosialisasi Pekat dan Narkoba di Kalangan Pelajar, Wabup Candra Tekankan Peran Keluarga dan Nagari
Pemkab Solok Gencarkan Sosialisasi Pekat dan Narkoba di Kalangan Pelajar, Wabup Candra Tekankan Peran Keluarga dan Nagari
kota
MEDAN I SUMUT24.co Ketua PW GPA Sumut Zulham Efendi Siregar didampingi Ketua dan Sekretaris Majelis Dakwah dan Pers Ust M Yasir Tanjung dan Feriansyah Nst SH menyatakan tidak setuju dan menolak keras rencana Menteri Agama tentang sertifikasi penceramah atau dai khususnya yang beragama Islam dan agama lain dengan tujuan untuk melawan gerakan radikal, tegasnya kepada Wartawan, Rabu (9/9).
Baca Juga:
Menurut Zulham Siregar Tokoh Pemuda Islam ini menjelaskan bahwa didalam Agama Islam menyampaikan ayat-ayat Allah adalah sebuah kewajiban bagi setiap Muslim laki-laki maupun perempuan.
Sesuai Hadist Nabi Muhammad SAW Sampaikanlah dariku walaupun satu Ayat (H.R.Bukhari) yang artinya Dakwah itu memanggil, menyeru dan mengajak orang lain kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran
Majelis dakwah dan Pers GPA Sumut menilai Menteri Agama sudah terlampau jauh mengurusi Dakwah Kader Kader Ormas dengan keinginan membuat sertifikasi bagi Kader Kader Dakwah Ormas ataupun Pendakwah Muslim lainnya
jika niatnya ingin mengeliminir gerakan Radikal bukan dengan cara membuat sertifikasi untuk semua Dai dan Pendakwah Akan tetapi harusnya membuat kebijakan yang bisa meningkatkan keimanan, ketaqwaan dan kesejahteraan masyarakat
Oleh karena itu, Gerakan Pemuda Al Washliyah mendesak Menteri Agama Fokus saja dibidang Pembinaan dan Pelayanan Umat seperti pelayanan haji dan umrah yang masih terdapat banyak permasalahan, pengembangan zakat dan wakaf, pendidikan agama dan keagamaan, pondok pesantren, pemberdayaan masjid, dan hal lain yang penting seperti sertifikasi halal dan lainnya
Ustazd M Yasir Tanjung Ketua Majelis Dakwah dan Pers GPA Sumut menegaskan sertifikasi penceramah hanya cocok diterapkan bagi penceramah formal yang digaji oleh negara. Sementara, pendakwah yang berasal dari ormas keagamaan sudah tak perlu sertifikasi penceramah dari Kemenag.
Jadi mohonlah Menteri Agama tidak usah buat kegaduhan dan kebijakan Kontroversi ditengah Pandemi ini,, apalagi sampai menyebutkan anak good looking merupakan salah satu pola pintu masuk yang dilakukan dalam menyebarkan bibit-bibit radikalisme ke rumah ibadah.(Red)
Pemkab Solok Gencarkan Sosialisasi Pekat dan Narkoba di Kalangan Pelajar, Wabup Candra Tekankan Peran Keluarga dan Nagari
kota
Wabup Solok Ajak Perkuat Silaturahmi dan Konsistensi Berbuat Baik
kota
Medan, Sumut24.co Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara menunjuk Koordinator Bidang Intelijen, Herlangga Wisnu Murdianto, sebagai pelaksa
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan, H. Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos, M.Si, menerima kunjungan kerja Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (B
News
sumut24.co ASAHAN, Fenomena peredaran rokok elektrik ilegal yang dicampur dengan zat narkotika, yang populer disebut Pod Getar atau Vape
News
sumut24.co MEDAN, Wakil Bupati Asahan, Rianto SH MAP, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 PT Bank Sumut (Pe
kota
sumut24.co MEDAN, Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menghadirkan progr
kota
Medan, Sumut24.co Video viral yang memperlihatkan sejumlah pengunjung bergelimpangan di Tempat Hiburan Malam (THM) Helens Night Market, Jal
Hukum
Proyek Dek Bantaran Sungai Batang Ayumi Rp2,3 Miliar Ternyata &ldquoSettingan&rdquo Sejak Awal, Tersangka Baru Ditetapkan
kota
Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polsek Tanjung Morawa, Polisi Ungkap Aksi Pencurian Berulang
kota