Minggu, 05 April 2026

PAK KIRMAN MENGUTAMAKAN SEMANGAT GOTONG ROYONG

Administrator - Senin, 27 Juli 2020 04:46 WIB
PAK KIRMAN MENGUTAMAKAN SEMANGAT GOTONG ROYONG

Jokya, Sumut24.co

Baca Juga:

Menyambung Jiwa Paseduluran

Sambang sambung tulung tinulung berarti kerjasama atau gotong royong untuk memperlancar jalannya kehidupan secara sukarela. Menyambung paseduluran dapat dilakukan dengan cara saling berkunjung atau anjangsana. Keakraban dalam pergaulan memerlukan sikap saling menghormati dan tolong menolong. Begitulah ajaran yang dihayati oleh Pak Kirman dari leluhurnya.

Dalam hidup bebrayan sudah sewajarnya seseorang membina paseduluran supaya mendapatkan suasana guyup rukun. Pada tanggal 14 – 17 Desember 2017 keluarga Pak Kirman sedang menyelenggarakan perhelatan gawe besar. Sanak kadang dan handai taulan pun berdatangan. Pak Kirman punya hajad mantu. Anaknya bernama Panji Septi Cahyo menikah dengan Helma Mayang Sari. Upacara ijab kabul berlangsung pada tanggal 6 Desember 2017. Pak Kirman ngundhuh mantu di Sergai pada tanggal 16 Desember 2017.

Acara dimulai pukul 20.00 WIB Kamis, 14 Desember 2017. Tahlilan dan doa dilaksanakan biar semua keluarga selamat. Dilanjutkan dengan pentas wayang purwa. Lakon Parta Krama. Saat ini Ir. H Soekirman kersa rawuh dan memberi doa restu kepada pengantin. Bahkan beliau memberi ular-ular. Tak lupa Mas Anom pengurus KAGAMA Sumut. Kebetulan beliau alumni UGM. Kini bertugas sebagai pegawai Kehutanan untuk kawasan Medan Sumatra Utara. Mas Anom turut memberi sambutan dan rekaman.

Di sela-sela kesibukan dalam menelenggarakan perhelatan, Pak Kirman mendapat kehormatan tamu dari Jakarta. Beliau adalah ibu Susi Pudjiastuti yang mengagendakan rembug nelayan Sumatra Utara pada tanggal 14 Desember 2017 . Ibu Susi Pudjiastuti adalah Menteri Kelautan dan Perikanan hadir di Pantai Sialang Buah Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai, Sumatra Utara. Acara ini bernama Rembug Nelayan Sumatra Utara. Turut serta Kementrian BUMN, PTPN 4 dan Aliansi Masyarakat Nelayan Sumatra Utara.

Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis, 14 Desember 2017, pukul 12.00 acara dimulai. Bu Menteri Susi Pudjiastuti naik pesawat Citilink dari Halim Perdana Kusuma Jakarta. Tiba di Bandara Kaualanamu pukul 10.30. Ketika berada di pesawat semua penumpang sudah begitu riuh gemuruh. Bu Menteri Susi memang terkenal di hati rakyat. Maka selayaknya Ir. H. Soekirman memberi sambutan selamat datang kepada Bu Menteri. Dengan gaya khas, beliau memberi ragam pantun buat ucapan selamat datang Bu Menteri. Ketenaran Menteri Susi karena suka menenggelamkan kapal asing gelap. Program sang Menteri ini didukung oleh Angkatan Laut, Pol Air dan segenap nelayan. Kapal asing yang mencuri ikan pasti ditangkap. Kalau ikannya makin kecil, maka ikan laut turun. Kalau ikannya besar, maka ikan laut makin subur. Total kapal gelap yang ditenggelamkan oleh Bu Susi sebanyak 378 buah. Pidato Bu Susi makin semangat, ketika Gubernur Tengku Erry Nuradi hadir juga. Panas menjadi tak terasa. Hadirin bersemangat.

Dalam sambutannya Bu Susi mengatakan bahwa Gubernur, Bupati dan pelaku swasta perlu bergandengan tangan. Masalah kelautan dan perikanan menjadi tugas bersama. Lingkungan laut harus dirawat, dijaga dan dilestarikan. Ikan-ikan yang sedang berkembang biak di tepi pantai jangan sampai diganggu. Kapal-kapal besar sebaiknya beroperasi di tengah. Untuk wilayah empat mil sebaiknya untuk kapal kecil. Tambang tidak boleh berada di kawasan wisata. Ikan itu berkembang terus. Berkembangnya ikan secara alamiah.

Perairan Indonesia, Serdang Bedagai kita jaga. Bu Susi Hp. 0811211365, bisa dikontak. Beliau sendiri yang memberi nomor ini kepada para peserta. Persoalan laut dan ikan bisa dirembug lewat media sosial. Nanti akan ditindak lanjuti. Melalui aparat di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Bu Menteri barter dengan cara mengajak membersihkan sampah di pantai.

Suasana semakin meriah setelah anggota DPR, Bapak Edi Prabowo turut memberi kata sambutan. Rupa-rupanya beliau akrab dengan pejabat Sumut. Gubernur, Bupati dan aparat di lingkungan Sumut sudah bekerja sama dengan Pak Edi Prabowo. Terlebih-lebih dengan Bu Menteri Susi, kayaknya sudah terjalin hubungan. Pantai Sialang Buah sungguh meriah. Para pemimpin nelayan dari perwakilan propinsi Sumatra Utara hadir. Mereka mengungkapkan segala uneg-unegnya.

Giliran Aliansi Masyarakat Nelayan Sumut membaca deklarasi: Indonesia sebagai negara besar bertekad menjaga lingkungan laut. Kebulatan tedad untuk menjaga pesisir laut Sumut dengan tidak menggunakan alat perusak seperti peledak dan strum listrik. Menolak penggunaan alat tambang yang tidak ramah lingkungan. Mendukung agar nelayan dijadikan oleh pemerintah sebagai mitra.

Pernyataan kebulatan tekad ini untuk diberikan kepada Menteri Susi. Ketua bernama Bapak Sutrisno. Tepuk tangan bergemuruh menggema di panggung. Bu Susi Pudjiastuti menerima tekad mulia nelayan. Semangat gotong royong yang dijiwai paseduluran tulus, menjadi pangkal tolak untuk mewujudkan kesejahateraan lahir batin kabupaten serdang Bedagai

B. Berkumpulnya Para Sedulur dan Handai Taulan Semangat paseduluran diyakini oleh Pak Kirman sebagai sarana untuk memperoleh keserasan hidup. Di mana saja pak Kirman selalu membangun daingan kekeluargaan dan persahabatan. Dengan berprinsip dimana pun bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Orang Jawa mengatakan urip kudu empan papan.

Pada tanggal 15 Desember 2017 Drs. Sri Purnomo, Bupati Sleman dan rombongan berkunjung di Kabupaten Serdang Bedagai. Beliau diterima langsung oleh Ir. H. Soekirman Bupati Sergai. Bertempat di Gedung Dewan Kerajinan Daerah. Keduanya sudah akrab. Lingkungan Sergai terdiri dari sawah, kebun. Padi tumbuh subur. Jadilah lumbung padi propinsi Sumatra Utara. Acara ini adalah kunjungan balik. Kehadiran rombongan Sleman disambut dengan staf Sergai dengan busana kuning cerah.

Dalam sambutannya Pak Sri Purnomo mengatakan bahwa Sleman kerap mengirim tim seni ke luar daerah. Saat Pemda Sergai ke Sleman, Pak Sri Purnomo menyelenggarakan acara macapatan Rebo Kliwon di Pendapa Kabupaten. Bentuk kenang-kenangan yang diberikan Pak Kirman kepada Pak Sri Purnomo yaitu selendang ulos. Terlebih dulu Pak Kirman memberi peribahasa Batak. Beliau memang lancar menggunakan bahasa Batak. Bu Sri Purnomo juga diberi hadiah kain ulos sebagai Ketua Dewan kerajinan Sleman.

Sedangkan Pak Sri Purnomo memberi kenang-kenangan Batik Parijatha dan Batik Salak. Kunjungan kali ini memang semakin membuat akrab. Maklum dua-duanya pernah menjadi wakil Bupati, menjadi pejabat Bupati dan menjadi Bupati pilihan rakyat. Bu Sri Purnomo memberi kripik sebagai oleh-oleh.

Sabtu, 16 Desember 2017 Pak Kirman – Bu Marliah menyelenggarakan resepsi pernikahan. Tempatnya di Gedung Patas Hall, Jl. Imam Bonjol No. 219 Binjai telah dilakukan ijab kabul. Resepsi di Theme Park Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai.

Pasangan manten yaitu Panji Septi Cahyo, ST dan Helma Mayang Sari putra Bapak Ibrahim, SE dan Ibu Nasrah Yunara. Boleh jadi acara ini dinamakan pesta pantai. Letaknya tepat di pinggir pantai. Ombak berdebur tenang, langit biru cerah, angin semilir sejuk mewarnai pesta pernikahan. Suguhan banyu mili, mengalir deras. Rasanya enak, nikmat. Tata warna panggung dibuat serasi.

Upacara manten dibagi menjadi dua babak. Bagian pertama upacara manten gaya Jawa. Terjadi pukul 8.00 – 12.00. Gamelan yang ditabuh paguyuban seni Suko Budoyo pimpinan Bapak Henry Soeharto. Terdengar suara lagu eling-eling, gala ganjur, ladang slamet, ketawang subakastawa. Jalannya upacara diiringi suara gamelan berkumandang dan pranatacara bahasa Jawa. Hadir sejak awal Bapak Drs. H Sri Purnomo, Bupati Sleman. Beliau memang sahabat Pak Kirman.

Sebagai tanda kehormatan Pak Sri Purnomo diberi kesempatan untuk memberi wejangan. Ular-ular manten ini disampaikan dengan begitu mendalam. Makna pernikahan diuraikan oleh Pak Sri Purnomo. Benar-benar beliau mahir dalam memberi wejangan manten. Isinya mentes, pantes, luwes. Cocok dalam upacara manten yang menghendaki adanya kualitas bibit, bebet, bobot.

Kira-kira pukul 12.30 ganti dilakukan upacara Batak. Hadir pada babak ini Gubernur Sumatra Utara Dr. Ir. H T. Erry Nuradi, M.Si. juga rawuh Walikota Medan, Simalungun, Tebing Tinggi, Siantar. Mereka adalah kawan akrab Pak Soekirman. Khusus dari Pak Dr. Ir Tengku Erry Nuradi, M.Si, Gubernur Sumut memberi nasihat pengantin. Beliau berpidato sebagai ucapan berbahagia bagi kedua mempelai. Bapak Erry Nuradi merupakan atasan Pak Kirman ketika menjabat Bupati Sergai.

Pukul 12.30 upacara mantu gaya Batak dimulai. Panji – Mayang dan kedua orang tua manten berpakaian serba Batak. Selendang batik ulos, kemeja lengan panjang tutup kepala sudah memberi gambaran etnografi Batak. Bahasa Batak digunakan untuk menjalankan upacara manten Batak. Penyelenggaraan manten kali ini menunjukkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Para tamu datang dari Sabang sampai Merauke. Pertemuan antara rakjat jelata dengan kaum elit. Keduanya bisa berjalan serasi.

Bulan Desember biasanya curah hujan tinggi. Sehari-hari hujan siang malam. Langit kerap gelap mendung. Tapi hari Sabtu 16 Desember 2017 hajad Pak Kirman beruntung. Cuaca cerah, langit biru, angin semilir, hawa sejuk. Tepi pantai tak terasa panas. Indah sekali. Halaman luas, ada pepohonan rindang, kolam renang. Jadilah suasana pesta manten amat sempurna. Terus terang tata cara mantu Pak Kirman menggunakan petungan primbon. Ilmu Kejawen dipelajari. Ternyata petungan Jawi ini berlaku dan dipercaya. Primbon itu juga ilmu pengetahuan.

Tamu berduyun-duyun datang. Umumnya mereka kenal betul dengan tuan rumah. Tampak akrab antara kedua belah pihak. Senyum simpul menyungging di bibir. Tanda kalau mereka saling kenal, akrab dan merasa dekat. Menurut undangan resmi berjumlah 4000 orang. Bersama pasangan berarti ada 8000 orang. Jumlah yang amat banyak. Perlu manajemen waktu, tempat dan konsumsi. Kenyataannya panitia bisa mengatur dengan baik. Satu per satu tamu dapat perhatian tuan rumah. Jabat tangan dengan riang gembira. Hidangan tersedia berlimpah ruah. Daging, ikan, bakso, soto berdatangan terus. Siap dihidangkan. Aneka minuman pun begitu. Semua beres.

Panitia manten bekerja dengan rencana yang profesional, tertata rapi. Mereka bilang Pak Kirman adalah bapaknya orang sekabupaten. Paguyuban Sukobudoyo dan band musik mengiringi terus sampai sore. Sekitar pukul 14.00 tamu malah antri berdatangan. Berjejal-jejal dari mana saja datangnya. Cukup memberi bukti bahwa Soekirman tokoh populer. Semakin sore semakin penuh tamu yang datang. Keadaan semakin menarik.

Jumlah panitia yang terlibat sekitar 1000 orang. Terdiri dari 20 M, penggiat budaya, PKK, Dharma wanita, Pemkab, ormas, orsospol. Mereka bersatu padu dalam rangka menyambut hari kebahagiaan Panji dan Mayang. Kelancaran acara berlangsung pukul 06.00 – 18.00. Waktu 12 jam terus saja berjalan. Setelah jam 18.00 sore atau resmi ditutup. Panitia berjoged ria. Tamu juga masih berdatangan sampai pukul 19.00. Pak Kirman Bu Kirman tambah bahagia. Bersama sang cucu Abimanyu dan Salsa, diajak menyanyi bersama.

Keesokan harinya Minggu 17 Desember 2017, masih ada tamu khusus, yakni Pak Wardoyo Bupati Kulonprogo. Beliau berkenan hadir di Serdang Bedagai. Persahabatan memang penting.

Ditulis oleh Dr. Purwadi, M.Hum Jl. Kakap Raya 36 Minomartani Yogyakarta

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Mallorca Paksa Real Madrid Menelan Kekalahan di Markas Sendiri
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Hadiri Halal bi Halal Keluarga Besar Yayasan Gerakan Sumatera Utara Bergiat dan IKA MSP FISIP USU
Peringatan Hari Ginjal Sedunia, Pemko Medan Perkuat Layanan dan Fasilitas RSUD Dr. Pirngadi
Gugur dalam Tugas Mulia, Tiga Prajurit TNI Jadi Korban Misi Perdamaian di Lebanon
Tragis! Becak Motor Tabrakan dengan Bus ALS di Padangsidimpuan, Satu Nyawa Melayang
22 Paket Sabu Disembunyikan di Rerumputan, Dua Pria di Portibi Berakhir di Tangan Polres Tapanuli Selatan
komentar
beritaTerbaru