Minggu, 05 April 2026

Musda Ulang Diundur Lewat Juli, Plt Ketua Golkar Sumut Akan Diganti

Administrator - Sabtu, 25 Juli 2020 08:16 WIB
Musda Ulang Diundur Lewat Juli, Plt Ketua Golkar Sumut Akan Diganti

 

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24.co

Berdasarkan info terkini, jadwal dan panitia musda ulang Partai Golkar Sumut yang disusun dan diusulkan pihak Doli ke DPP Partai Golkar ditolak oleh Airlangga Hartato. Airlangga Hartato tak mau terikut manuver politik pihak Doli yang masih ngotot bernafsu ingin memuluskan Ridho menjadi Ketua DPD Partai Golkar Sumut, ucap Gunarto Azis SAg – Wakil Bendahara DPD Partai Golkar Sumut kepads Wartawan, Sabtu (25/7). Menurutnya, Sejak awal Airlangga Hartato lebih merestui dan menginginkan H Musa Rajeckshah (Ijeck) yang memimpin Golkar Sumut.

Jika sampai akhir Juli, Musda Ulang Partai Golkar Sumut tak juga kunjung digelar, DPP Partai Golkar sudah bisa mengganti Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut. Beberapa waktu yang lalu, sudah keluar surat instruksi dari DPP Partai Golkar ke beberapa DPD Partai Golkar Provinsi, salah satunya Sumut, wajib melaksanakan musda paling lama akhir Juli tahun ini.

Langkah politik mengganti Doli sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut akan dilakukan oleh Airlangga Hartato untuk mengamankan Bang Ijeck menjadi Ketua Golkar Sumut. Apalagi niat Airlangga Hartato ingin menjadikan Bang Ijeck sebagai Ketua Golkar Sumut didukung oleh banyak elit Golkar di Pusat, seperti Lodewijk Paulus (Sekjend), Azis Syamsudin (Waketum), Bamsoet (Waketum), Agus Gumiwang Kartasaswista dan pengurus teras DPP Partai Golkar lainnya. Belum lagi dukungan seniour Golkar seperti LBP, Aburizal, maupun Agung Laksono juga lebih menginginkan Ijeck yang pimpin Golkar Sumut. Sementara Ridho hanya didukung oleh kelompok Doli dan Akbar Tanjung saja.

Sebenarnya Doli sudah memahami peta di Pusat tak memihak dirinya, tapi dengan memanfaatkan klaim dukungan 27 DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se Sumut ia tetap menekan dan memaksakan agenda politikya di Pusat. Ia tahu hanya akan membentur tembok. Ia tak perduli, pada akhirnya kelompok Ridho dan 27 DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota hanya akan menjadi korban dari manuver politiknya.

Tapi tetap saja sesengit apapun pertarungannya, Golkar sudah terlatih menuntaskan dinamika internalnya dengan baik, tanpa harus membiarkan banyak korban politik berjatuhan.(red)

 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Mallorca Paksa Real Madrid Menelan Kekalahan di Markas Sendiri
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Hadiri Halal bi Halal Keluarga Besar Yayasan Gerakan Sumatera Utara Bergiat dan IKA MSP FISIP USU
Peringatan Hari Ginjal Sedunia, Pemko Medan Perkuat Layanan dan Fasilitas RSUD Dr. Pirngadi
Gugur dalam Tugas Mulia, Tiga Prajurit TNI Jadi Korban Misi Perdamaian di Lebanon
Tragis! Becak Motor Tabrakan dengan Bus ALS di Padangsidimpuan, Satu Nyawa Melayang
22 Paket Sabu Disembunyikan di Rerumputan, Dua Pria di Portibi Berakhir di Tangan Polres Tapanuli Selatan
komentar
beritaTerbaru