GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Baca Juga:
- GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
PARAPAT I SIUMUT24
– Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah secara resmi melepas para peserta Danau Toba Rally 2019 yang merupakan Kejuaraan Nasional Putaran 3 yang berlaga di sirkuit Aek Nauli, Simalungun. Acara seremonial pelepasan dilaksanakan di Pantai Kasih, Parapat, Sabtu (23/11)
.
Wagub Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck mengapresiasi atas terlaksananya ceremonial start. Dirinya terkesan dengan suasana seremonial yang berbeda karena berada tepat di pinggir Danau Toba. “Tempat ceremonial start tadi sangat baik, terbuka, pemandangan Danau Toba dan masyarakat antusiasnya luar biasa,†ujar Ijeck.
Ijeck mengatakan, gelaran seperti Danau Toba Rally 2019 yang menggabungkan olahraga dan pariwisata atau yang sering disebut sport tourism berpontensi menaikkan dan mempromosikan pariwisata daerah. Jika sport tourism ini terus dilaksanakan, Ijeck yakin daerah wisata di Sumut bisa semakin maju dan dikenal.
“Event ini punya peluang untuk kita bisa mempromosikan pariwisata daerah kita. Saya yakin kalau ini kita terus kembangkan, olahraga dan pariwisata, sport tourism ini bisa kita kembangkan dengan baik saya yakin daerah daerah wisata kita bisa semakin maju dan semakin dikenal,†ujar Ijeck.
Dalam Kejurnas kali ini, Ijeck juga turut serta sebagai peserta rally. Keikutsertaan dirinya, dikatakan Ijeck bertujuan untuk bersilaturahmi dengan kawan kawan komunitas rally dan masyarakat serta menyalurkan hobi. Selain itu, ia juga ingin membantu mengenalkan pariwisata daerah khususnya kali ini Danau Toba.
Apalagi, sirkuit Aek Nauli ini terakhir kali digunakan pada tahun 1997 saat World Rally Championship, dikatakan Ijeck sangat menantang. “Tracknya ini sangat menantang dengan kondisi jalan berbatu dan juga handicap dan jurang jurangnya cukup dalam. Tapi yang menariknya di sini udaranya sejuk dan menyegarkan tidak terlampau panas seperti kejuaraan yang lalu di Rambong Sialang sehingga tidak menguras stamina,” ujar Ijeck.
Dirinya pun menargetkan dalam Danau Toba Rally 2019 ini bisa masuk ke dalam lima besar. “Targetnya paling tidak bisa masuk dalam lima besar kejuraan overall,” ujar Ijeck.
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengprov Sumut Faisal Arif Nasution menjelaskan, Danau Toba Rally 2019 Kejurnas Putaran 3 yang dilaksanakan di Aek Nauli, Parapat, Simalungun diikuti oleh 42 peserta terdiri atas dua peserta asal Inggris dan Portugal yang mengikuti kegiatan ekshibisi, dan 40 asal Indonesia terdiri atas 20 peserta asal Sumut, 8 peserta asal DKI Jakarta, 3 peserta asal Kalimantan Selatan, 2 peserta asal Kalimantan Timur, 2 peserta asal Sulawesi Selatan dan 1 peserta asal Sumatera Selatan.
Lanjut Faisal, Danau Toba Rally 2019 dilaksanakan selama dua hari dan terdiri dari dua leg. Leg pertama terdiri dari 6 Special Stage (SS) dan Leg kedua terdiri dari 5 SS dengan total jarak seluruh SS 133 KM, jarak touring 169 KM dengan total jumlah keseluruhan 303 KM.
Danau Toba Rally 2019, dijelaskan Faisal adalah Putaran ketiga Kejuraan Nasional. Dan sirkuit yang digunakan ini, menurut Faisal adalah sirkuit yang bersejarah, yang mengingatkan kepada World Rally Championship (WRC) 1997.
“Sirkuit yang kita gunakan hari ini mengingatkan kita kepada kegiatan yang pernah dilaksanakan yakni World RALLY CHAMPIONSHIP tahun 1997 lalu,” ujar Faisal.
Faisal mengakui, bahwa sejak tahun 1997 hingga 2019, pelaksanaan rally sedang pasang surut. Untuk itu, dirinya bersama IMI Pengprov Sumut berkomitmen untuk menjaga dan meramaikan event rally di Indonesia khususnya di Sumatera Utara.
Karena menurut Faisal, kegiatan rally merupakan salah satu cara untuk menggerakkan ekonomi dan industri pariwisata daerah. “Karena ke depan RALLY ini merupakan industri yang bisa menggerakkan promosi wisata di satu daerah,” ujar Faisal.
Dirinya berharap, di tahun 2020, kegiatan Danau Toba Rally bisa kembali terlaksana diikuti oleh daerah daerah lainnya agar semakin mengenalkan Sumatera Utara. “Kita berharap di tahun 2020 kegiatan yang sama bisa kita selenggarakan lagi di Danau Toba, juga daerah daerah lain di Sumut agar kita bisa mempromosikan Sumatera Utara,” ujar Faisal.
Usai kata sambutan, acara dilanjutkan dengan pelepasan seremonial peserta yang diawali oleh Musa Rajekshah diikuti oleh Bupati Simalungun JR Saragih. Turut hadir di acara antara lain Kapolres Simalungun, Dandim Simalungun, Pengurus IMI Pusat dan IMI Pengprov Sumut beserta seluruh peserta rally.(W03)
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota