GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Baca Juga:
- GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
Medan I SUMUT24 Beredar dilapangan terkait dengan aksi bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan, Rabu kemarin (13/11/2019), Tim Gabungan yang terdiri dari personel Polda Sumut, Polrestabes Medan dibantu Densus 88 Mabes Polri, sudah mengamankan 12 orang.
Hal tersebut dikatakan, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Kamis (14/11/2019) dengan mengatakan, petugas kepolisian telah mengamankan sebanyak 12 orang untuk dimintai keterangannya lebih lanjut.
“Tim gabungan juga masih terus bergerak memburu sejumlah orang yang ada kaitannya dengan pelaku,” ungkapnya kepada wartawan di Mapolrestabes Medan.
Kendati begitu, Mardiaz menjelaskan, dari 12 orang yang sudah diamankan tersebut, sejauh ini belum ada satupun yang ditetapkan sebagai tersangka. Adapun keduabelas orang itu, kata Mardiaz, terdiri dari orangtuanya dari Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24), mertua, istri, kakak, dan kemudian tetangga.
“Saat ini (semuanya) masih kita periksa, statusnya masih saksi,” jelasnya.
Lebih lanjut Mardiaz mengaku, sejak Rabu kemarin, pihaknya terus bekerja insentif dan melakukan pengejaran terhadap beberapa orang yang ada kaitannya dengan pelaku. Ia membeberkan, dari penggeledahan di sejumlah lokasi, pihaknya juga turut mengamankan barang bukti yang dicurigai berbahan peledak.
“Dari rumahnya ada ditemukan beberapa barang bukti berupa pipa yang diisi dengan kandungan kimia, kemudian panah beracun, dan juga alat las dari rumah tersebut,” terangnya.
Sementara itu, sambung Mardiaz, dari hasil interogasi terhadap istri pelaku, bahwasanya selama ini mereka ada melakukan pengajian eksklusif. Namun ia menegaskan, hal ini masih perlu pendalaman lanjut.
“Ini tentunya masih kita dalami motif-motifnya, apakah ada kaitan dengan kejadian bom. Kalau masalah pengajian, si istri bergabung dengan pelaku dan kawanan pelaku, ini juga sedang kita dalami,” sebutnya.(Red/MT)
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota