Senin, 06 Juli 2026

Yamitema T Laoly Diperiksa KPK Untuk Tersangka Kadis PU Medan Isya Ansari

Administrator - Senin, 11 November 2019 03:54 WIB
Yamitema T Laoly Diperiksa KPK Untuk Tersangka Kadis PU Medan Isya Ansari

 

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24.co Komisi Pemberantasan Korupsi akan memeriksa anak Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Yamitema Tirtajaya Laoly dalam kasus korupsi Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Edin. Ia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Medan nonaktif Isya Ansyari.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IA (Isya Ansyari),” kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Chrystelina GS, Senin, (11/11).

Dalam agenda pemeriksaan KPK, Tema, panggilan Yamotema, akan diperiksa selaku Direktur PT Kani Jaya Sentosa. Dilihat di profil LinkedIn Tema, Kani Jaya beralamat di Medan dan bergerak di bidang kontraktor proyek jalan dan sekolah. Chrystelina urung menjelaskan alasan Tema diperiksa.

Selain Tema, KPK juga akan memeriksa istri Dzulmi, Rita Maharani Dzulmi Eldin. Ia akan diperiksa sebagai saksi untuk Isya.

KPK menetapkan Dzulmi Eldin menjadi tersangka kasus dugaan suap dari yang berasal dari Isya Ansyari. Sedikitnya, Dzulmi diduga menerima Rp380 juta dalam berbagai kesempatan sejak Isya dilantik menjadi Kepala Dinas PUPR pada Februari hingga September 2019.(red/komp)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
komentar
beritaTerbaru