Senin, 06 Juli 2026

Pimpinan Perumnas Diduga Aktor Penyerangan Masjid, Massa APMAS Desak Polisi Tangkap

Administrator - Sabtu, 02 November 2019 02:45 WIB
Pimpinan Perumnas Diduga Aktor Penyerangan Masjid, Massa APMAS Desak Polisi Tangkap

Medan I Sumut24.co Ratusan Muslim yang tergabung dalam Aliansi Penyelamatan Masjid Amal Silaturahim (APMAS) kembali menggelar unjuk rasa, Jumat (1/11) siang hingga sore. Kali ini massa mendatangi Kantor Perumnas Regional I di Jalan Matahari Raya, Helvetia Medan, Sumatera Utara.

Baca Juga:

Mereka bergerak dari Masjid Amal Silaturahim yang berada di Jalan Timah Putih, Kecamatan Medan Area, menuju lokasi aksi dengan cara mengendarai sepeda motor dan menumpangi dua mobil odong-odong. Sepanjang perjalanan massa mengibarkan bendera tauhid, bendera merah putih dan menunjukkan poster-poster yang bertuliskan tuntutan mereka.

Setibanya di titik aksi, massa berbaris tepat di gerbang kantor Perumnas. Secara berganti mereka berorasi menyampaikan tuntutannya ke pihak Perumnas.

1. Massa menuntut perumnas bertanggungjawab terkait penyerobotan barang di Masjid Amal Silaturahim.

Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Amal Silaturahim, Indra Syafi’i mengatakan, mereka menuntut Perumnas harus bertanggung jawab terhadap penyerobotan harta-harta di Masjid Amal Silaturahim. Karena aktor intelektual dari aksi penyerobotan itu adalah pihak Perumnas.

“Kenapa kami tau aktornya Perumnas, karena barang-barang masjid yang diambil secara paksa mereka simpan di ruangan Perumnas yang berada tepat di sebelah masjid kami,” kata Indra kepada wartawan di lokasi aksi.

Baca Juga: Masjid Amal Silaturahim Medan Dijarah, Ratusan Orang Berunjuk Rasa

2. Massa mendesak polisi untuk menangkap pimpinan Perumnas.

Masih dikatakan Indra, jika terbukti perusakan dan pengambilan barang- barang di Masjid Amal Silaturahim atas perintah pimpinan Perumnas. Maka pihak kepolisian harus segera menangkapnya berikut dengan pelaku-pelaku lainnya.

“Karena polisi yang bisa menentukan hukum, benar atau salah. Jika itu tidak dilakukan, maka di minggu ketiga kami akan kembali berunjuk rasa ke Polrestabes Medan.

3. BKM menyayangkan polisi melepas enam terduga pelaku yang sempat ditangkap

Untuk kerugian materi, Indra mengaku sudah melaporkannya ke Polsek Medan Area dan nilai kerugiannya sekitar Rp103 juta. Namun untuk kerugian immaterialnya belum dihitung.

Ketika ditanyai perkembangan kasusnya, Indra dengan nada sedikit kecewa menyebut sudah enam orang yang sempat diciduk polisi, namun dilepaskan kembali.

“Mereka hanya diambil keterangan saja. Dan kami tidak setuju dengan itu. Kami mau para pelaku dan aktor intelektualnya segera diciduk,” tegas Indra.

Indra menjelaskan situasi di Masjid Amal Silaturahim sekarang sudah dalam kondisi aman dan kondusif. Aktivitas ibadah juga sudah berjalan seperti biasanya. Malah jamaahnya semakin bertambah.

Indra mengaku BKM dan jamaah sudah ada menerima surat dari pihak Perumnas yang isinya pada 1 November 2019 masjid yang baru akan dikembalikan kepada Perumnas. Namun, informasi terbaru yang mereka dapat hal itu ditunda sampai dengan 5 November 2019.

“Harapan kami, kalaupun nantinya masjid ini ada dua silahkan. Tapi jangan ada ribut antara umat,” jelas Indra.(red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
komentar
beritaTerbaru