Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
- BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
Mujur tak dapat diraih malang tak dapat ditolak. Pribahasa ini yang kini dialami NM (30), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), warga Jalan Bakti Luhur, Blok D 10, Medan Helvetia.
Pasalnya wanita yang dalam kondisi hamil 5 bulan ini, babak belur usai di aniaya seorang pria berinisial BS (40), yang tak lain tetangganya sendiri pada hari, Selasa (29/10/2019), siang.
Untuk mencari keadilan dari apa yang dialaminya, korban NM melaporkan peristiwa penganiayaan yang dialaminya ke Polsek Medan Helvetia sesuai surat laporan nomor : LP / 760 / X / 2019 / SU / Polrestabes Medan / Sek Medan Helvtia.
Sekaitan dengan laporan tersebut, korban NM kepada wartawan, Selasa (29/10/2019), siang mengatakan, peristiwa penganiayaan yang dialaminya di Jalan Bakti Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Rabu (23/10/2019), malam sekira pukul 19.30 WIB.
NM (korban) menceritakan, awal sebelum terjadinya penganiaayaan, korban keluar dari rumahnya membawa seekor anjing kecil peliharaannya untuk berjalan berkeliling di Jalan Bakti Luhur. Setelah itu, korban pun beristirahat dengan duduk di depan rumahnya bersama anjingnya sembari bermain sama anaknya.
Sejalan dengan itu, anjing milik pelaku tiba-tiba menggonggong dari dalam rumah pelaku. Tak lama berselang, LS istri pelaku (BS) keluar dari rumah dan langsung menjumpai korban karena tak terima dan memaki-maki korban dengan sebutan ‘lonte’.
Lantaran tak terima dengan ucapan istri pelaku, keduanya pun bertengkar dan sempat jambak-jambakan. Kemudian, pelaku yang melihat istrinya ribut-ribut lalu keluar dari rumah.
Tanpa basa basi pelaku langsung memukuli korban dengan membabi buta hingga korban terhempas ke tanah usai dibanting pelaku hingga telentang tak berdaya.
Tetangga korban berinisial D dan tetangga lainya yang melihat kejadian itu datang menghampiri untuk menolong korban dan melerai aksi main koboy yang dilakukan pelaku.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami bengkak pada kening sebelah kanan, bengkak pada pipi sebelah kiri, luka gores pada leher sebelah kiri, bengkak pada tangan sebelah kanan dan bengkak pada leher sebelah kanan.
“Ini bukan kali pertama, beberapa bulan lalu suami saya juga dihajarnya sampai bibir suami saya terluka. Perlakuan tersangka tidak bisa dibiarin karena saya juga lagi hamil, dihajarnya hingga saya lebam-lebam,” kata korban kepada wartawan usai membuat laporan polisi di Polsek Medan Helvetia.
Dijelaskan korban, bahwa pelaku dan istrinya selalu membuat keributan dan selalu bermusuhan sama tetangga. Bahkan pelaku dinilai suka main fisik jika terjadi pertengkaran.
“Saya sudah visum ke RS Bhayangkara Medan dan 2 saksi yang melihat kejadian saya dipukuli pelaku BS juga sudah selesai diperiksa. Saya berharap Polsek Helvetia segera menangkap pelaku biar ada efek jera baginya yang diduga sangat tidak manusiawi,” ujarnya.
Kapolsek Medan Helvetia, AKP Sah Udur Sitinjak, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa kasusnya akan menjadi atensi pihaknya. “Nanti dilengkapi mindiknya dulu ya bang,” pungkasknya.(W02)
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota
Dukung Lahirnya Perempuan Muda Berprestasi, Bupati Simalungun dan Ketua TP PKK Hadiri Grand Final Putri Otonomi Indonesia 2026
kota