GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
LABUHANBATU I SUMUT24
Baca Juga:
- GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
Indonesia disebut sebagai salah satu negara penghasil sampah plastik cukup besar di dunia. Untuk itu perlu gerakan pengurangan penggunaan plastik atau bahan yang tidak hancur dalam kurun waktu yang sangat lama ini. Jangan malu menggunakan daun pisang sebagai pengganti plastik.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sabrina saat menghadiri kegiatan Program Gerakan Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih, di Daerah Aliran Sungai (DAS) Aek Tapa, Rantauprapat, Labuhanbatu, Senin (28/10) sore. Aksi ini sebagai bagian dari puncak peringatan Sumpah Pemuda ke-91 tingkat provinsi.
“Karena ini acara peduli lingkungan, saya pesan agar mengurangi sampah plastik. Ini program internasional yang sebagai anggota dunia, kita juga harus melaksanakan program itu yang kini jadi program nasional,†ujar Sekdaprov, didampingi Kadispora Sumut Baharuddin Siagian.
Namun program tersebut tidak akan berjalan tanpa peran Pemerintah Kabupaten/Kota, dimana perwujudannya ada di tingkat daerah. Karena itu, dirinya berharap program pembersihan sampah di DAS Sungai Aek Tapa tersebut, tidak sebatas perayaan belaka, tetapi berlanjut dengan kegiatan bermanfaat lainnya dalam mewujudkan lingkungan asri dan bersih. “Terima kasih karena pemuda telah memeloporinya hari ini, agar juga diikuti,†sebut Sabrina.
Selain itu, Sabrina juga menyebutkan, bahwa Indonesia adalah negara kedua terbesar menghasilkan sampah plastik. Bahkan ikan di laut juga bisa tercemar dan bukan tidak mungkin banyak yang dikonsumsi masyarakat. Apalagi bahan ini bisa bertahan 100 tahun.
“Jadi mari kurangi menggunakan produk berbahan plastik. Mulai dari diri sendiri, di rumah, dimana pun kita. Supaya besok yang kita pakai, bungkus daun pisanglah makanan kita. Itu keren. Jangan malu,†sebutnya.
Sebagai perwujudannya, Sabrina menyarankan agar masyarakat menggalakkan tanam pohon pisang di pinggiran sungai atau pematang sawah. Selain menghasilkan daun sebagai pembungkus, juga berfungsi tumpang sari atau bermanfaat bagi tanaman lain seperti kacang-kacangan, karena mengandung pupuk alami.
“Kita harus juara, tetapi jangan juara pencemaran. Karena itu saya apresiasi peringatan Hari Sumpah Pemuda ini dengan peduli lingkungan. Jangan juga sudah dibersihkan, dikotori lagi ya!. Satu sampah yang kita simpan dan buang di tempatnya, itu akan dipantau Tuhan Yang Maha Kuasa,†jelas Sekdaprov.
Sekdaprov juga berpesan, agar setiap pelaksanaan kegiatan seperti di lapangan, semua orang tidak membiarkan sampah berserakan. Bagaimana sampah yang ada, dikutip dan ditanggungjawabi masing-masing individu.
“Saya ingin melihat itu. Jadi habis acara, jangan ‘menyampah’. Saya yakin tak ada sampah berserakan setelah acara selesai,†tegasnya, sebagai putri kelahiran Rantau Prapat.
Sabrina juga berterima kasih atas kesediaan Pemkab Labuhanbatu menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut. Bahkan dirinya mendorong, kabupaten ini bisa dilaksanakan acara bertaraf nasional hingga internasional dengan memenuhi syarat.
Sementara, Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi juga berterima kasih karena daerahnya dipercaya sebagai tuan rumah acara tingkat provinsi. Sebagai sesama ‘anak’ Rantau Prapat, ia mendoakan agar banyak generasi mendatang mengikuti jejak kesuksesan Sekdaprov Sabrina yang sempat sampai ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai staf ahli.
“Bagaimanapun pemuda harus berbuat untuk Labuhanbatu. Saya sampaikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin, pemuda itu bisa membanggakan daerahnya. Seperti Sekdaprov kita, yang juga berasal dari sini,†sebutnya.
Dalam kegiatan itu, Sekdaprov juga turut serta menyusuri aliran Sungai Aek Tapa bersama tim dari Pemkab Labuhanbatu. Bahkan dirinya ikut memungut sampah plastik yang ada di sungai dan DAS.(W03)
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota