Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
Medan I SUMUT24
Baca Juga:
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
- BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
Hingga saat ini, PDAM Tirtanadi akan terus penuhi kebutuhan air bersih pelanggan di Kota Medan dan sekitarnya. Peningkatkan pelayanan ini, salah satu komitmen PDAM Tirtanadi dalam Program 100 harinya. Hal itu dikatakan Direktur Utama PDAM Tirtnadi Sumut Trisno Sumantri di Ruang Kerjanya kepada SUMUT24, di Kantor Pusat Jalan SM Raja Medan, Rabu (14/10/2019).
Trisno Sumantri menhatakan, ada beberapa investor, salah satunya ada Jaro di daerah Brayan 500 liter per detik, daerah Moya mengambil lahan disekitaran Sei Bingei 1.500 liter per detik, dan di Tirta Nusantara 240 liter per detik. Bahan kedepan nanti ada daerah Johor 240 liter per detik.
Sekarang ini yang sedang kita komunikasikan didaerah Limau Manis 400 liter per detik itu dengan pihak ketiga investor. Disamping itu kan saat ini penyertaan modal dari Pemprovsu sebesar Rp73 miliar yang hari ini juga sedang kita dorong yakni untuk pembangunan Afreting— peningkatakan kapasitan produksi di IPA Sunggal 400 liter perdetik, di IPA Delitua 300 liter per detik, di Pancurbatu 40 liter perdetik. “Jadi totalnya sekitar 3.560 liter perdetik saat ini, jadi cukup mengcover kebutuhan masyarakat Medan dan sekitarnya. Yang sampai hampir 10 tahun kedepan,” ujarnya.
Disamping itu ada rencana launcing Meme yang akan dibangun oleh pemerintah pusat didaerah Sibiru-biru atas. Itu rencananya akan mengalirkan 3.000 liter per detik. Insyaalah ada 6.540 liter perdetik.
Bila ini atau 6.540 liter perdetik teralisasi, Inyaaah 10-15 tahun kedepan, kebutuhan air untuk masyarakat Medan dan sekitarnya ini tercukupi.
Semua ini dalam bentuk Kerjamasa dengan pihak swasta dalam bentuk BOT selama 25 tahun. Kita beli air mereka, selama 25 tahun kita kerjasama, dan setelah itu semua jadi milik kita.
Semua ini ada kajian-kajiannyanya. Baik kajian labelnya. Kita ingin semua harus komplek, terpenuhi semua aspek legalitasnya. Yang kedua ada sapek tehnisnya, termasuk soal pemipaan kemana, berapa panjang pipanya, resorvoir kita dimana, harus disesuaikan.
Ketiga kajian bisnis. Mereka membangun kira-kira bisa terserap atau tidak dengan masyarakat kita. yang kedua bagimana dengan tarifnya, harus bisa disesuaikan dengan harga yang berlaku di masyarakat, juga tak bisa. Ini harus sesuai.
Sama dengan kerjasama Pemko Binjai mengalirka air ke Medan, kita sambut baik, tapi semua tetap berdasarkan kahian-kajan. Selama itu baik, tetap kita dukung.
Soal targert selesai pembangunna WTP, dengan pihak swasta saja bisa target 3 tahun selesai. Tapi kalau untuk afreting, dalam satu tahun sudah siap. Jadi kalau untuk afreting Sunggal, afreting Delitua da Pancurbatu, saat ini sudah berjalan. “Kita sudah komunikasi dengan PBP Spam, jadi semua berjalan sesuai dengan haraoan kita. Jadi untuk apreting kita segerakan, tapi untuk swasta sedang berjalan.
Kalau kita hitung-hitung untuk 2021-2022 kalau krisis air di Kota MEdan dan sekitarnya bisa teratasi.
Hasil pertemuan terakhir dengan teman-teman, berajalan sesuai dengan progres. Kalau saya tak salah, besok ada pertemuan di Hotel Aston. Kita diundang oleh Direktur Pengembangan spam Cipta Karya akan membahas soal memidang.
“Harapan kita masyarakat bersabar dulu dengan kondisi sekaranag, Kami PDAM Tirtanadi akan berusaka semaksimal untuk pemenuhan kebutuha air. Melakukan kerjasama, melakukan upaya-upaya dan terobosan. Untuk peningkatakan, harapan kita selama ini didaerah0aderah yang tekanana iarnya lemah, akan kita upayakan, temasuk soal perizina kita upayakan lebih baik,” ujarnya.
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota
Dukung Lahirnya Perempuan Muda Berprestasi, Bupati Simalungun dan Ketua TP PKK Hadiri Grand Final Putri Otonomi Indonesia 2026
kota