Rabu, 26 Agustus 2026

Perekonomian Rakyat Makin Susah, Pemkab Madina Diminta Segera Perbaiki Jembatan dari Laru Menuju Tambangan

Administrator - Kamis, 25 Juli 2019 15:32 WIB
Perekonomian Rakyat Makin Susah, Pemkab Madina Diminta Segera Perbaiki Jembatan dari Laru Menuju Tambangan

PANYABUNGAN I SUMUT24.co Putra-putri asal Tambangan Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal merasa prihatin dengan hanyutnya jembatan penyeberangan menuju ke desa mereka dan kini belum ada perhatian pemerintah untuk memperbaikinya.

Baca Juga:

Hj.Efwita Nasution SE, putri HMY.Effendi Nasution minta kepada Pemkab Mandailing Natal dalam hal ini Bupati Dahlan Hasan Nasution menaruh perhatian yang serius terhadap nasib masyarakat tujuh desa kawasan Tambangan seberang Sungai Batang Gadis. Sarana transportasi menjadi keluhan utama bagi masyarakat di sana, setelah jatuh dan hanyutnya jembatan.

Menurut Hj.Efwita Nasution, seperti diceritakan saudara Syahlul Habib Nasution Kamis (24/7), sejak jatuhnya jembatan sebagai sarana transportasi menuju desa-desa kawasan tambangan, tingkat ekonomi mereka makin susah.

Untuk mengangkut hasil bumi demi memperoleh pemasaran, terpaksa mereka melewati jembstan gantung yang peruntukannya hanya dapat dilalui sepeda motor.Apabila menggunakan mobil terpaksa melalui jalan memutar dengan jarak yang semakin jauh dan menambah biaya tinggi.

Jembatan baily yang menghubungkan Laru-Tambangan di Kecamatan Tambangan, Kabupaten  Mandailing Natal hanyut terbawa arus sungai  Batang Gadis, Jumat (2/11) malam.Bukan itu saja, arus sungai juga menghanyutkan rangka jembatan baja yang sedang dibangun di samping jembatan baily.

Hanyutnya jembatan ini menyebabkan hubungan tujuh desa seberang Batang  Gadis putus satu jalur.Hanyutnya jembatan baily ini, saat arus sungai Batang Gadis meluap. Bersamaan dengan itu,  rangka jembatan baja yang sedang dikerjakan CV Andalas Raya juga hanyut. Kedua jembatan ini dibawa arus sungai sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.

Akibat jatuhnya jembatan baily ini otomatis hubungan tujuh desa di wilayah Tambangan putus satu arah.Ketujuh desa itu adalah Tambangan Jae,  Tambangan Tonga, Tambangan Pasoman, Rao-Rao Lombang,  Rao-Rao Dolok, Panjaringan dan Simangambat.

“Kejadian ini sudah dilaporkan kepada Pemkab Madina. Untuk sementara,  rencananya kita akan mengadakan musyawarah dengan tujuh kepala desa bagaimana caranya untuk membuat jembatan darurat yang bisa dilewati kendaraan roda dua,” ujar salah seorang tokoh masyarakat di sana.

Dijelaskan, jembatan baily yang disewa Pemkab Madina kepada Zipur Medan hanyut, juga rangka jembatan yang  dibangun CV Andalas Raya juga hanyut.

Untuk sementara rencananya akan membuat jembatan darurat sementara yang bisa di lewati sepeda motor.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Berani mengedarkan Sabu, ditangkap Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
Kapolrestabes Medan dan Dirintel Polda Sumut Silaturahmi ke Ketum PB Pendawa Indonesia
Pengukuhan Pokja Jaga Desa SMSI Bertepatan Aksi Demo, Organisasi Media Siber Tegaskan Tak Ada Kaitan Politik
Wakil Bupati Asahan Buka Program Pemagangan Nasional 2026, Jembatan Emas Antara Pendidikan dan Dunia Kerja
Fee 25% Rp 2,7 Miliar Disunat Sejak Awal, Proyek Irigasi Rp11 Miliar di Asahan Diduga Jadi Sapi Perah Oknum Ketua Partai
BRI BO Sibuhuan Berikan Suprise ke PN Sibuhuan di Momen HUT ke 81 Mahkamah Agung RI
komentar
beritaTerbaru