Musa Rajekshah Ajak Kader HMI Jaga Idealisme dan Persatuan Bangsa dalam LK II Nasional HMI Korkom UNJ
Musa Rajekshah Ajak Kader HMI Jaga Idealisme dan Persatuan Bangsa dalam LK II Nasional HMI Korkom UNJ
kota
PS Tuan | SUMUT24.co
Baca Juga:
Kepala Desa (Kades) Tembung, Misman, diduga terindikasi melakukan tindak penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD) 2019 yang jumlahnya mencapai Rp1.955.503.431. Informasi yang diterima wartawan, banyak laporan warga soal pengerjaan pembangunan desa yang fiktif, tak hanya itu saja, hampir seluruh pengerjaan desa dikerjakan oleh rekanan atau kontraktor tanpa melibatkan warga.
Kejadian ini tentu membuat warga geram dan gigit jari karena tak dapat kerjaan dari dana desa tersebut.
Selain itu juga beredar isu jika Kades tak melibatkan perangkat desa termasuk Kepala Lingkungan (Kepling) dalam penggunaan anggaran yang mencapai hampir dua miliar rupiah tersebut.
ADD yang seyogianya digunakan untuk pembangunan desa, secara sembunyi-sembunyi justru diduga digunakan untuk kepentingan lain tanpa sepengetahuan aparatur desa.
Hal ini bisa dilihat, baru beberapa bulan menjabat Kades Misman sudah naik stang bulat alias mobil.
“Coba lihat, minim kali pengerjaan pembangunan desa disini yang dikerjakan. Kalau pun itu dikerjakan, kebanyakan desa yang dibangun bukan desa prioritas utama, pemilihannya Kades dan para koleganya yang menentukan. Makanya banyak warga geram dan menganggap ada tebang pilih dalam pembangunan desa Tembung ini. Itu pun semua yang ngerjakan proyeknya dikerjakan kontraktor, tak ada lagi warga yang diikut sertakan,” ujar salah satu sumber yang mengaku pernah bekerja sebagai perangkat desa Tembung dan tak ingin namanya disebutkan.
Menurut sumber, sesuai ketentuannya, setiap ADD yang keluar seharusnya dalam pengerjaanya haruslah dirapatkan secara terbuka bersama warga dan aparat desa lainnya, sehingga pembangunan yang dikerjakan dapat transparan dan teratur demi kepentingan pemerataan pembangunan desa.
“Percuma, warga yang minta gang atau jalannya diperbaiki toh tidak akan digubris kades, karena tak ada musyawarah sama warga sebelumnya. Ini permainan korupsi yang sering dilakukan. Karena kalau kontraktor yang ngerjakan pasti Kades ada dapat fee dari setiap pengerjaan desa. Jadi wajar, kalau baru hitungan bulan menjabat pak kades bisa punya mobil, ya mungkin uangnya korupsi, kalau tak korupsi mana mungkin bisa beli mobil, beliau backgroundnya bukan pengusaha, hanya kepling dulunya,” tegasnya.
Disisi lain, isu yang beredar bahwa Kades Misman dinilai arogan. Bagi perangkat desa maupun kepling yang tak sejalan dengannya akan dipecat. Dari info yang didapat sudah ada beberapa kepling yang digantikan tanpa sebab.(TIM)
Musa Rajekshah Ajak Kader HMI Jaga Idealisme dan Persatuan Bangsa dalam LK II Nasional HMI Korkom UNJ
kota
sumut24.co LangkatKetua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua PWI Sumatera
kota
sumut24.co MedanWakil Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, SH didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat Amril, S.Sos., M.AP menghadir
kota
sumut24.co MedanStan UPT Taman Budaya Sumatera Utara menjadi salah satu daya tarik magnetik pada malam pembukaan Pekan Raya Sumatera Utara
kota
sumut24.co MedanPermasalahan banjir dan infrastruktur khususnya jalan rusak menjadi keluhan warga yang disampaikan langsung kepada Wali Ko
kota
sumut24.co MedanEvent Pesona Colorful Medan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke436 Kota Medan resmi digelar pada Sabtu, 4 Juli 2
kota
Mahasiswa FH UMSU Laporkan Oknum Karyawan Leasing ACC ke Polrestabes Medan atas Dugaan Penggelapan Mobil
kota
Beralih Fungsi Sejak 2014&ndash2026 Kawasan HTR Koperasi Tani Mandiri Diduga Berubah Menjadi Kebun Sawit, Ada Bukti Kwitansi
kota
Ketua Umum PP TPI Soliditas dan Integritas Kunci Mewujudkan Visi Lembaga Pendidikan Islam
kota
Putri Ketua JMSI Sumut Rianto SH, MH Resmi Dipinang Fahdi Saidi Lubis
kota