Tobat Ekologis dari Kampus: Membaca Darurat Sampah Indonesia
Tobat Ekologis dari Kampus Membaca Darurat Sampah Indonesia
kota
MEDAN I SUMUT24.Co
Baca Juga:
Dalam rangka HUT ke-113 PDAM Tirtanadi dilaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H dan Family Gathering keluarga besar PDAM Tirtanadi, Minggu (16/12) di halaman kantor pusat PDAM Tirtanadi Jalan SM Raja Medan dengan dihadiri Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dewan direksi dan dewan pengawas PDAM Tirtanadi Sumut.
Mengawali kegiatan dilaksanakan zikir dengan mengumandangkan sholawat dan do’a dipimpin Azwardin Nasution dan bacaan-bacaan alqur’an dilantunkan Jakfar Hasibuan yang merupakan qori internasional.
Dalam zikir itu ribuan keluarga besar PDAM Tirtanadi termasuk jajaran direksi seperti Direktur Utama Sutedi Raharjo, Direktur Air Minum Delviandri, Direktur Air Limbah Heri Batangari Nasution dan Direktur Adinistrasi dan Keuangan Arif Haryadian dengan khusuk mengikuti zikir.
Kedatangan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi disambut keluarga besar PDAM Tirtanadi yang sekaligus dilanjutkan pemberian talih asih kepada hafiz dan hafizah oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi jajaran direksi dan disaksikan anggota DPRD Sumut Muchrid Nasution yang hadir dalam acara tersebut.
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam sambutannya membicarakan keberadaan umat Islam dengan mengajak agar umat Islam membaca dan mengamalkan Al-Qu’an dalam sendi kehidupan. Dia membandingkan di Singapore dan Indonesia mana yang lebih mengamalkan nilai-nilai keislaman.
Di singapore orang takut membuang sampah, di Indonesia dilarangpun tetap dibuang sembarangan,ujarnya mengungkapkan hal tersebut merupakan ajaran Islam. Menurutnya, ada empat yang ditangisi setan, dua diantara ketika Nabi Muhammad SAW lahir setan menangis dan ketika turun surah Alfatihah setan juga menangis.
“Kita memamang tidak sehebat nabi Muhammad SAW, tapi apa yang seharusnya kita lakukan sudah dicontohkan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Sementara Ustad Al Habsyi dalam tausiahnya menyampaikan, pimpinan sangat menentukan sesuatunya. Jika baik pemimpinnya maka baiklah masyarakatnya, demikian seterusnya. “Ibarat berjamaah, imam itu pengikutya adalah mamkmum, apa yang dikerjakan imam makmum mengikutinya,” ujarnya.
Dengan memuji dan bangga dengan Gubernur Sumatera Utara kepemimpinannya pendekatan keagamaan, ustad Al-Habsy mengungkapkan, Islam tertinggal karena jarang mengkaji walau rajin mengaji. Mensyukuri apa yang dimiliki meruapakan hal yang harus dilakukan umat Islam dalam kehidupan.
Untuk itu dia mengharapkan kepada PDAM Tirtanadi mensyukuri apa yang dimiliki dan dikerjakan saat ini. Dengan mensyukuri kepada Allah karuniaNya meruapa nikmat akan terus bertambah.
Pada bagian lain disampaikannya, bahwa Indonesia terpuruk bukan karena banyak yang buruk, namun banyak yang baik belum mendapat kesempatan. “Krisis akhlak telah melanda negeri ini, ujian dan peringatan Allah melalui bencana alam telah bertubi-tubi. Namun ujian dan peringatan itu, bukti Allah masih sayang kepada hambanya,” ujar Ustadz Al Habsyi (R03)
Tobat Ekologis dari Kampus Membaca Darurat Sampah Indonesia
kota
Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke80, Bupati Simalungun Kolaborasi yang Solid Akan Memperkuat Stabilitas Daerah
kota
Wali Kota menghadiri dan mengikuti Upacara Peringatan HUT ke43 Kota Medan
kota
MEDAN, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Irjen Pol. Dr. Mahmud Nazly Harahap,
News
Balitbang Golkar Gelar Diskusi dan Bedah Buku Revolusi Iran Karya Dr. Nasir Tamara
kota
Dituding Sewenangwenang, Eksepsi Nenek Marlina Ungkap Dakwaan Jaksa Diduga Hasil "Potong Kompas"
kota
DJ Wong Laporkan Akun Pencemaran Nama Baiknya ke Polda Sumut
Kota
Polrestabes Medan Amankan Seorang Tersangka Pengedar Narkoba 9,4 Kg Barang Bukti di Sita.
kota
sumut24.co MedanRakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVIII Tahun 2026 di Medan tak hanya bahas kebijakan pembangun
kota
Polda Sumut Raih Nugraha Sakanti di Hari Bhayangkara ke80, Kapolda Terima Langsung dari Presiden
kota