SULING! Warga Kampung Darek Resah soal Narkoba dan Teror, Kapolres Padangsidimpuan Turun Tangan
SULING! Warga Kampung Darek Resah soal Narkoba dan Teror, Kapolres Padangsidimpuan Turun Tangan
NewsMEDAN, Sudah lebih dari sepekan Bupati Labuhanbatu non aktif Pangonal Harahap diantarkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Rutan Klas IA Tanjunggusta, Medan. Namun hingga kini berkas perkara mantan orang nomor satu di Kabupaten Labuhanbatu itu belum juga diterima Pengadilan Negeri Medan.
Baca Juga:
Dikatakan Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, bahwa pengadilan belum menerima berkas perkara Pangonal Harahap untuk disidangkan. “Belum ada. Persidangannya kemungkinan memang di sini, tapi sampai sekarang belum ada kita terima pelimpahan berkasnya,” ucap Jamaluddin, Minggu (25/11).
Mengingat berkas perkara Pangonal yang masih di tangan penyidik KPK, Jamaluddin menyebutkan, seluruh kewenangan terhadap Pangonal merupakan hak dari KPK.
“Karena pelimpahan berkas itu kan harus lengkap semuanya. Jadi karena yang bersangkutan masih di Rutan Tanjunggusta. Itu masih kewenangan dari pihak KPK. Kita hanya menunggu,” ujarnya.
Jamaluddin juga belum bisa pastikan, apakah berkas perkara Pangonal dalam minggu ini sudah masuk ke PN Medan.
“Apakah minggu depan sudah dilimpahkan. Belum tahu juga. Bisa saja jadi di akhir tahun. Karena belum kita terima, saya belum bisa sampaikan siapa hakimnya, kapan sidangnya. Nanti lah, kalau sudah diterima, kita sesuaikan jadwalnya,” tandasnya.
Bupati Labuhanbatu nonaktif Pangonal Harahap, dititipkan KPK ke Rutan Klas I Medan pada 14 November lalu. Pangonal diserahkan tiga orang jaksa KPK. Ia ditempatkan di sel tipikor rutan.
Bupati Pangonal Harahap diduga menerima suap dari Direktur PT Binivan Konstruksi Abadi, Efendy Sahputra alias Asiong terkait proyek di Labuhanbatu pada tahun 2016, 2017 hingga 2018.
Pangonal Harahap dinilai telah menerima suap puluhan miliar dari Asiong setelah KPK melakukan penyidikan lebih lanjut dari 33 saksi untuk dimintai keterangan.
Sementara, dalam waktu terpisah, Asiong hingga kini sudah menjalani agenda tuntutan pada sidang yang berlangsung Ruang Utama Pengadilan Negeri Medan, Kamis (22/11/2018) lalu.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK meminta majelis hakim menghukum Asiong dengan pidana penjara 4 tahun, denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan.
Asiong terbukti melakukan tindak pidana penyuapan secara berkelanjutan terhadap Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap untuk mendapatkan proyek pada tahun 2016, 2017 dan 2018 sebesar Rp 38 miliar lebih ditambah SGD 218.000 Dollar Singapura. (red)
SULING! Warga Kampung Darek Resah soal Narkoba dan Teror, Kapolres Padangsidimpuan Turun Tangan
News
Mobil Mewah Tabrakan Beruntun di Jalan Sudirman, 3 Terluka
News
HUT ke67, MPC PP Kota Medan Gelar Turnamen Padel Hadirkan Hadiah Puluhan Juta Rupiah
Kota
Berbagi Masker Disekolah,PT DNS Kebun Nagagar Peduli Kesehatan Peserta Didik
News
Polres Tapsel Ungkap Hasil OSN 2026! 8 Kasus Narkoba dan Sita 21 Kg Ganja Dibongkar
News
UPAYA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA DEFORESTASI DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN KRIMINAL
Profil
UPAYA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PENIPUAN DIGITAL DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN KRIMINAL
Profil
sumut24.co MEDAN, Prof Dr MuryantoAmin S.Sos., M.Si yang juga Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) memimpin Ikatan Cendekiawan Muslim se
News
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pengurusan Surat Keterangan Ahli Waris gratis. Aparat kewilayahan yang
kota
sumut24.co MedanBantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk pengembalian uang rakyat kepada
kota