HUT RI ke-81, PTPN IV Regional I Beri Penghargaan Masa Pengabdian 813 Karyawan
HUT RI ke81, PTPN IV Regional I Beri Penghargaan Masa Pengabdian 813 KaryawanMedansumut24.co PT Perkebunan Nusantara IV Regional I menggel
News
MEDAN, Sumut24.co Sejak pertengahan 2017, harga kertas terus beranjak naik. Hingga memasuki 2018 terhitung sudah tiga kali harga bahan baku cetak ini mengalami kenaikan. Dari semula harga di bawah Rp10 ribu per kg, kini sudah di harga Rp 11 ribuan per kg. Dampak kenaikkan harga kertas ini tentu sangat dirasakan pelaku industri perusahaan pers, khususnya media cetak. Untuk dapat menutupi biaya operasi, sebagian besar penerbit anggota Serikat Perusahaan Pers ( SPS ) Sumatera Utara terpaksa menaikkan harga jual Surat Kabar terhitung per 1 Juni 2018. Hal ini disampaikan Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumatera Utara, H Farianda Putra Sinik usai rapat soal kenaikan harga kertas di kantor SPS Sumatera Utara Jalan Sena Medan ( 25/5 ).
Baca Juga:
”Kenaikan harga kertas termasuk kertas untuk surat kabar mengganggu perusahaan surat kabar di Sumatera Utara. Karenanya dengan berat hati kita harus menyesuaikan harga agar dapat bertahan menutupi biaya operasional,” ujarnya didampingi Sekretaris SPS Sumut Rianto Ahgly, Bendahara H Baharuddin dan pengurus lainnya.
Dikatakan Farianda, sebenarnya penerbit tidak berkeinginan menaikkan harga koran. Tetapi hal ini terpaksa dilakukan.
Ditambahkan Farianda, bisnis media cetak beberapa tahun belakangan mengalami kesulitan memÂbiayai operasional sejak bermunculan media online . Tidak sedikit media cetak yang terpaksa beralih ke media online.
Hal tersebut menjadi pukulan berat perusahaan media cetak. Untuk tetap bisa bertahan, media cetak menempuh langkah dengan mengurangi jumlah halaman dan kualitas kertas. Beberapa media cetak mencoba untuk menaikkan harga jual.
“Saya mengkhawatirkan bila harga kertas tidak bisa dikendalikan pemerintah, akan semaÂkin banyak media cetak yang gulung tikar,” jelasnya.
Karena itu, lanjutnya, SPS Sumut meminta kepada pemerintah agar memperhatikan kelangsungan penerbit surat kabar.
Agar media cetak tetap eksis, lanjut Farianda, harus ada campur tangan pemerintah dengan memÂbuat regulasi yang berpihak kepada media cetak. Misalnya dengan membebaskan pajak (Ppn ) kertas agar harga kertas bisa turun.
Dikatakan Farianda, pemerintah dulu pernah membebaskan pajak kertas untuk perusahaan media cetak. Tapi beberapa tahun belakangan tidak lagi. “Saya meminta pemerintah dapat memberikan keringanan harga demi kelangsungan media cetak. Tidak dapat dipungkiri media cetak selama ini turut berperan mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Nanda. (Rel)
HUT RI ke81, PTPN IV Regional I Beri Penghargaan Masa Pengabdian 813 KaryawanMedansumut24.co PT Perkebunan Nusantara IV Regional I menggel
News
KUALA LUMPUR Buronan kasus narkoba, Basri Lewaimang (50), yang disebut sebagai pengendali peredaran narkoba di sejumlah tempat hiburan m
News
Jakarta Sumut24.co Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan mengamankan uang sekitar Rp1,5 miliar dalam kegiatan yang berlangsung di
News
sumut24.co MEDAN, Universitas Sumatera Utara (USU) mencatat sejumlah capaian penting di tengah upayanya memperkuat posisi sebagai perguruan
kota
sumut24.co MEDAN, Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distr
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menyambangi Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Tanju
News
sumut24.co TANJUNG BALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Sinkronisasi Teknis Rencana Penetapa
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan berkomitmen memastikan penyaluran bantuan sosial benarbenar sampai kepada yang ber
News
Jaga Daya Beli Warga, Sekda Padangsidimpuan Pantau Harga Sembako di Dua Pasar
kota
Setahun Pindah Gedung, RSUD Panyabungan Genjot Layanan CT Scan, Kanker hingga Jantung, Wabup Atika Rumah Sakit Harus Makin Maju
kota