Sabtu, 06 Juni 2026

Belajar dari Garut, Bupati Saipullah Siapkan Serai Wangi Jadi Komoditas Unggulan Madina

Administrator - Jumat, 15 Mei 2026 00:03 WIB
Belajar dari Garut, Bupati Saipullah Siapkan Serai Wangi Jadi Komoditas Unggulan Madina
Istimewa

Garut | Sumut24.co

Baca Juga:

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai serius mengembangkan potensi serai wangi sebagai komoditas unggulan baru yang diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Langkah itu ditandai dengan kunjungan studi tiru Bupati Madina H. Saipullah Nasution bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (13/5/2026).

Kunjungan tersebut difokuskan untuk mempelajari sistem pengelolaan serai wangi secara menyeluruh, mulai dari proses penanaman, pengolahan, hingga pemasaran produk turunannya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Dalam rombongan itu turut hadir Kepala Dinas Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mukhtar Afandi, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Irsal Pariadi.

Kedatangan rombongan dari Kabupaten Madina disambut langsung oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin bersama jajaran kepala OPD di daerah yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil minyak atsiri di Indonesia tersebut.
Pemkab Madina memilih Garut sebagai lokasi studi tiru karena daerah tersebut dinilai sukses membangun ekosistem bisnis serai wangi sejak puluhan tahun lalu. Masyarakat Garut diketahui telah membudidayakan tanaman serai wangi sejak era 1970-an dan berhasil mengembangkan berbagai produk turunan yang mampu menembus pasar internasional.

Tidak hanya sebatas bahan mentah, petani dan pelaku usaha di Garut juga telah mampu mengolah serai wangi menjadi minyak atsiri berkualitas ekspor yang digunakan untuk industri kosmetik, farmasi, hingga kebutuhan aromaterapi.

Dalam agenda tersebut, rombongan Pemkab Madina diajak mengunjungi Koperasi Produsen Multipihak Rasana Rasyidah Mandiri, salah satu koperasi yang menjadi pemain utama dalam industri pengolahan serai wangi di Garut.
Di lokasi itu, rombongan berdiskusi langsung mengenai tata kelola kelembagaan koperasi, sistem produksi, strategi pemasaran, hingga peluang pengembangan produk berbahan baku serai wangi.

Selain itu, para kepala dinas juga diajak meninjau langsung area perkebunan dan pabrik penyulingan tanaman serai wangi atau Cymbopogon Nardus untuk melihat proses produksi minyak atsiri secara modern.

Dari hasil studi tiru tersebut, Pemkab Madina melihat bahwa serai wangi memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan karena dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi.

Produk turunan serai wangi diketahui dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik, pestisida nabati, farmasi, hingga campuran pakan ternak. Bahkan, permintaan pasar terhadap minyak atsiri terus meningkat, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Melihat peluang itu, Pemkab Madina kini mulai mempersiapkan pengembangan budidaya serai wangi secara besar-besaran di sejumlah wilayah.

Sebagai bentuk keseriusan program, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal telah menyiapkan lahan seluas 720 hektare untuk pengembangan tanaman serai wangi.

Program tersebut akan difokuskan di sembilan kecamatan yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai lokasi budidaya tahap awal. Saat ini, pemerintah daerah juga mulai melakukan sosialisasi kepada kepala desa dan masyarakat agar program dapat berjalan maksimal.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Madina dalam memperkuat sektor pertanian berbasis komoditas unggulan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya petani di daerah.
Dengan potensi pasar yang terus berkembang, serai wangi diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan baru yang berkelanjutan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Mandailing Natal.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Gus Irawan Kobarkan “Perang Sampah”, Ratusan ASN Tapsel Turun Bersihkan Pasar Sipirok
Pemkab Simalungun Gelar Rapat Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Daerah: Cetak Biru Masa Depan
Lomba Bertutur 2026 Ditutup, Bupati Padang Lawas Dorong Generasi Muda Gemar Membaca
Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH Hadiri Rapat Koordinasi Pengawasan dan Pengendalian JBT dan JBKP Provinsi Sumatera Barat.
Bupati Padang Lawas Gaspol Benahi PAD dan Sampah, Kepala Desa Diminta Jangan Main-Main dengan Anggaran
Sinergi Pemimpin Daerah: Bobby Nasution dan Bupati Taufik Zainal Abidin Padati Stadion Utama Sumut, Nobar Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar
komentar
beritaTerbaru