Curi Seng hingga Sepeda Lipat Milik IRT di Medan Deli, Pria 38 Tahun Dibekuk Polisi
Curi Seng hingga Sepeda Lipat Milik IRT di Medan Deli, Pria 38 Tahun Dibekuk Polisi
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Sejalan dengan dilakukanya pengamanan untuk stabilitas situasi keamanan pasca aksi serangan bom dilakukan sejumlah terduga teroris, Polda Sumut akan mencabut status siaga 1 di Sumut. Pemberlakuan itu dikatakan Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpau melalui Kasubbid Humas Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan.
“Kemungkinan hari ini (Jumat-red), siaga 1 dicabut,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Jumat (18/5).
Pertimbangan tersebut kata AKBP MP Nainggolan, mengingat Sumut bukanlah target serangan teroris dan adanya beberapa terduga teroris yang diamankan. Selain itu, terangnya, pencabutan tersebut didasari hasil analisa kepolisian yang mengindikasikan Sumut aman.
“Namun, meski pencabutan itu berlaku untuk seluruh jajaran Polda Sumut. Akan tetapi, pengamanan pada setiap pintu masuk kantor-kantor kepolisian masih diperketat. Mulai dari Polres-polres sampai Polsek Se-Sumut,” sebutnya.
Di samping itu jelas AKBP MP Nainggolan, untuk meminimalisir pergerakan teroris di Sumut, selama ini kepolisian telah melakukan pemantauan. Hanya saja, katanya, kepolisian sangat berhati-hati untuk melakukan tindakan langsung.
“Setiap gerak-gerik mereka (teroris-red) sudah diawasi. Namun, polisi tidak serta merta melakukan tindakan pengamanan,” pungkasnya, menyebutkan kembali status aman Sumut.
Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menyatakan, pihaknya saat ini telah menetapkan siaga 1 di wilayah Sumut. Untuk itu, kata Paulus, sebanyak 2/3 kekuatan yang ada di Polda dan jajaran, juga akan disiagakan.
“Mengantisipasi kejadian kemaren yang beruntun, kami menjadikan siaga 1 mulai tadi malam. Jadi 2/3 kekuatan di Polda jajaran kita siagakan sembari memonitor situasi diwilayahnya masing-masing,” ungkapnya.
Waterpauw menjelaskan, siaga satu ini ditetapkan, dalam rangka melakukan konsolidasi kekuatan. Ia menyebutkan, agar dalam siaga 1 anggota tidak berkeliaran sendiri-sendiri, melainkan tetap berada di markas komando masing-masing untuk arahan dan petunjuk pimpinan.
“Setelah itu kita juga akan menggunakan mereka ke tempat-tempat keramaian, seperti tempat ibadah dan lain-lain yang sifatnya perlu untuk keamanan,” sebutnya.
Waterpauw mengaku, berkaca dari peristiwa teror di Jakarta dan Surabaya, Kapolri dan Wakapolri telah memberikan atensi untuk memprioritaskan pengamanan pada tempat ibadah, markas komando, perumahan, mall dan tempat hiburan lainnya.
Bahkan, untuk Mapolda Sumut, saat ini pengamanan telah dibuat berlapis, dan akses masuk hanya ditetapkan satu pintu melalui pintu belakang.
Namun, sambung Kapolda, saat ini situasi kondisi di wilayah Polda Sumut, Polres dan Polsek masih dalam keadaan aman terkendali. Begitu juga aktifitas masyarakat masih lancar, dan perekonomian masih berjalan.
“Kami bersyukur situasi ini masih terjaga. Karenanya melalui tiga pilar, yakni Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas diharapkan bisa terus menjadi peran utama untuk melakukan komunikasi dan memonitor tempat-tempat yang menurut mereka di atensi,” pungkasnya.(darmanto)
Curi Seng hingga Sepeda Lipat Milik IRT di Medan Deli, Pria 38 Tahun Dibekuk Polisi
kota
Viral di Medsos! Polisi Ringkus Pencuri Material Bangunan dan Elektronik di Labuhan Deli
kota
Gerebek Rumah Pengedar Sabu di Medan Denai, Ditresnarkoba Polda Sumut Sita Timbangan dan Puluhan Plastik Klip
kota
Pembentukan Polres Paluta Dipercepat, Wakapolda Sumut Tinjau Langsung Lokasi Mako
kota
Atlet Tinju Padangsidimpuan Borong Medali di Kejurda Sumut, Wali Kota Beri Apresiasi
kota
Kapolres Padangsidimpuan Terima Audiensi Muslimat NU, Bahas Konfercab dan Sosialisasi UU PPRT
kota
Satreskrim Polres Padangsidimpuan Ungkap Pencurian Meteran Air, Pelaku Ditangkap di Wilayah Batunadua
kota
Belajar dari Garut, Bupati Saipullah Siapkan Serai Wangi Jadi Komoditas Unggulan Madina
kota
Bupati Padang Lawas Hadiri Pelepasan 450 Siswa MTsN 1, Tekankan Pentingnya Generasi Cinta AlQur&rsquoan
kota
Muhammad Safrizal Almalik Tegaskan Hanya Waliyullah yang Mampu Kembalikan Marwah dan Kejayaan NU
kota