Senin, 16 Maret 2026

Kadisbudpar Sumut Lakukan Kajian Kawasan Strategis Pariwisata

Administrator - Rabu, 28 Maret 2018 05:15 WIB
Kadisbudpar Sumut Lakukan Kajian Kawasan Strategis Pariwisata

MEDAN|SUMUT24 Guna mendorong dan memajukan pariwisata di Sumut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut, Hidayati berencana akan melakukan kajian tentang kawasan strategis pariwisata provinsi (KSPP).

Baca Juga:

“Dengan adanya KSPP ini, tentu akan mendukung kita dalam mengembangkan pariwisata yang ada di Sumut kedepannya,” sebut Dr Ir Hj Wan Hidayati M.Si .

Hidayati akan memasukkan beberapa tempat wisata yang ada di Sumut seperti, Tangkahan, Air Terjun Ponot, Sipiso-piso, Pantai Cermin, dan tempat wisata lainnya yang dinilai bisa dijadikan sebagai kawasan strategis pariwisata di Sumut.

“Selain itu, kita juga memiliki tempat wisata mangrove yang tersebar mulai dari Belawan sampai ke Percut. Kemudian ada juga daearah wisata lainnya yang akan kami identifikasi lagi, tentunya daerah ataupun tempat wisata yang kita nilai bisa menjadi kawasan strategis pariwisata provinsi kita,” papar Dr Ir Hj Wan Hidayati M.Si .

Dengan adanya KSPP, jelasnya, maka Pemprovsu pun harus membuat Peraturan Daerah (Perda) untuk lebih menguatkan penerapan aturannya.

“Nah, jika Perda ini sudah terbangun, maka kita bisa mengembangkan semua destinasi wisata yang ada di Sumut,” katanya.

Selain itu, Hidayati juga memaparkan soal cagar budaya yang ada di Sumut. Dimana menurutnya, untuk cagar budaya yang ada di Sumut, Pemprovsu memerlukan konsep kebijakan untuk protection (perlindungan).

“Dan hal ini harus lewat Pergub. Nah, Pergub ini sifatnya harus membuat konservasi ataupun pemeliharaan dan perlindungan kepada cagar-cagar budaya yang ada di Sumut ini,” bebernya.

“Karena apa, karena disana (cagar budaya, red) itu diperlukan pemeliharaan dan juga diperlukan amenitas, diperlukan juga sarana dan prasarana. Fasilitasi terhadap cagar budaya yang ada itu. Nah, inilah yang sekarang ini belum kita kembangkan, sehingga pariwisata dan kebudayaan itu belum optimal,” tambahnya.

Dr Ir Hj Wan Hidayati M.Si pun mengatakan bahwa dalam penerapan kebijakan protection tersebut, termasuk juga di dalamnya protection terhadap kebudayaan yang ada. Dimana menurut Hidayati, kebudayaan-kebudayaan yang ada di Sumut saat ini memerlukan status.

“Status ini harus, namanya juga dia itu Culture Heritage (warisan budaya, red). Makanya dia harus memiliki dasar, memiliki status dengan kebijakan. Nah, itu harus dibuat juga regulasinya agar dia bisa dilindungi, dipelihara, dan bagaimana cara kita memeliharanya,” jelas Hidayati.

Sebenarnya inventaris tersebut, kata Hidayati sudah dilaksanakan. Kendati demikian, pihaknya akan memantau kembali bagaimana cagar budaya ini bisa ditingkatkan semua fasilitasnya. Dicontohkannya, untuk kesenian, dimana kesenian di Sumut saat ini sudah ada dan juga giat dilakukan, akan tetapi belum terkelola dengan baik.

“Untuk itu, kami rencananya akan membuat festival seni yang bisa mengangkat semua etnik. Misalnya dalam setahun itu ada tiga kali festival, seperti Festival Budaya Melayu, Festival Budaya Batak, dan Festival Budaya Karo. Dengan demikian, semua etnik yang ada di Sumut ini akan kita angkat melalui festival yang dilakukan,” terangnya.

Apabila festival etnik tersebut disatukan semuanya, jelas Hidayati menambahkan, tentu berbagai macam etnik budaya yang ada ini tidak bisa terangkat semuanya. Sebab di dalamnya itu ada bermacam-macam, mulai musik, kuliner, pakaian adat, hingga rumah adatnya.

“Makanya itu, saya ingin setiap etnik itu harus ada festivalnya sendiri. Sehingga hal Ini akan menjadi satu paket wisata yang rutin,” pungkas mantan Kadis Lingkungan Hidup Sumut tersebut.(Red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Safari Ramadhan 1447 H, PLN UIP SBU Berbagi Santunan Kepada Yatim Dan Duafa
Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-80 Kabupaten Asahan Dorong Kolaborasi Pembangunan
Berbagi di bulan Ramadhan, Sat Narkoba Berikan Tali Asih Di Rumah Yatim Beringin*
PROLETAR LAPORKAN RS.ROYAL PRIMA KE POLRESTABES MEDAN"
Jelang Periode Libur Lebaran BRI Imbau Nasabah Waspada Penipan Modus File .APK
Ops Ketupat Toba 2026, Kapolresta Deli Serdang Tinjau Langsung Pos PAM, Pos Yan dan Pos Terpadu
komentar
beritaTerbaru