Senin, 16 Maret 2026

Diskusi BNI Syariah dan SPS Sumut, RI Harus Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

Administrator - Kamis, 15 Maret 2018 17:22 WIB
Diskusi BNI Syariah dan SPS Sumut, RI Harus Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

MEDAN|SUMUT24 Pemimpin Wilayah Barat BNI Syariah Bambang Sutrisno menegaskan jumlah penduduk muslim Indonesia yang terbesar di dunia, merupakan potensi besar bagi perbankan syariah dan Komite Nasional Keuangan Syariah mendorong perbankan syariah dan menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia.

Baca Juga:

Hal itu dikatakan Bambang Sutrisno pada “Bincang-bincang bersama Jurnalis” dan launching Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) Medan di Hotel Grand Aston Medan, Kamis (15/3).

Acara ini digelar atas kerjasama BNI Syariah dengan Serikat Perusahaan Pers (SPS) dihadiri Direktur Eksekutif SPS Pusat Asmono Wikan, Ketua SPS Sumut H Farianda Putra Sinik, Sekretaris SPS Sumut Rianto Aghly SH yang juga Pemimpin Umum Harian Sumut24, Bendahara JES Jakarta Rabiatun, Gubsu diwakili Asisten Administrasi Umum dan Aset Provsu H Zonny Waldi, Bagian Kemitraan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah Regional 5 OJK Sumatera Bagian Utara Zulfikar, Sekretaris Umum MUI Sumut Ardiansyah, Pemimpin Wilayah Barat BNI Syariah Bambang Sutrisno, Pemimpin Cabang BNI Syariah Medan Mohammad Yasyfien dan Head Networking and Service BNI Medan Irfan Setiabudi Lubis.

Bambang menyebut potensi ekonomi dan perbankan syariah cukup besar karena ke depan industri halal food dunia makin berkembang. Meningkatnya pertumbuhan perbankan syariah terbukti dengan aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan pembiayaan perbankan syariah yang terus tumbuh dari tahun ke tahun.

Selain itu, potensi industri halal di Indonesia, serta dukungan nyata pemerintah seperti pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah dapat mendorong perbankan syariah dan menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia.

Ia menjelaskan industri halal terdapat potensi halal food sebesar Rp2.300 triliun, islamic fashion sebesar Rp190 triliun, halal tourism sebesar Rp135 triliun, haji dan umrah sebesar Rp120 triliun, dengan potensi dana wakaf sebesar Rp377 triliun dan zakat sebesar Rp271 triliun.

“Selain itu, tren preferensi masyarakat yang digital mendorong perbankan syariah untuk berinovasi mengembangkan aplikasi digital,” katanya.

Sebagai salah satu inovasi digital, dalam acara ini dilakukan penandatanganan MoU antara BNI Syariah dengan Grup Toko Roti Neko-neko dan Resto Sobat terkait penggunaan aplikasi YAP! sebagai media pembayaran ’jaman now’ yang akan digunakan di 63 outlet yang tersebar di Medan dan kota lainnya di Sumatera Utara. Penandatanganan diwakili oleh Pimpinan Cabang BNI Syariah Medan, Mohammad Yasyfien, dan Suripto.

Adjat Djatnika, Corporate Secretary BNI Syariah menambahkan di Indonesia saat ini industri perbankan syariah menunjukkan tanda-tanda terus membaik dimana market share (pangsa pasar) perbankan syariah mencapai 5,5 persen dari total pangsa pasar industri perbankan nasional.

“Perkembangan industri perbankan syariah yang terus tumbuh ini perlu terus didorong dengan pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan syariah,” kata Adjat Djatnika.

Adjat menyebut untuk meningkatkan literasi keuangan syariah, BNI Syariah bersama dengan rekan-rekan wartawan membentuk Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) dengan tujuan membantu pemerintah, industri syariah dan praktisi syariah serta siapa saja yang berkaitan dengan ekonomi syariah. “JES ikut serta (pro aktif) dalam menumbuhkan ekonomi syariah di Indonesia”, katanya.

Ia menjelaskan JES merupakan forum wartawan yang meliput tentang ekonomi syariah didirikan di Rumah Jambu Luwuk, Bogor, Jawa Barat pada tanggal 6 November 2010 bersamaan dengan press gathering BNI Syariah. Sampai saat ini telah terbentuk forum wartawan JES di 12 kota yaitu Jakarta, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Semarang, Makassar, Palu, Banda Aceh, Padang, Bandung dan Balikpapan. Pada kesempatan ini dibentuk JES ke-13 di Kota Medan.

Adjat menyebut untuk meningkatkan literasi keuangan syariah, BNI Syariah bersama dengan rekan-rekan wartawan membentuk Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) dengan tujuan membantu pemerintah, industri syariah dan praktisi syariah serta siapa saja yang berkaitan dengan ekonomi syariah. “JES ikut serta (pro aktif) dalam menumbuhkan ekonomi syariah di Indonesia”, katanya.

Ia menjelaskan JES merupakan forum wartawan yang meliput tentang ekonomi syariah didirikan di Rumah Jambu Luwuk, Bogor, Jawa Barat pada tanggal 6 November 2010 bersamaan dengan press gathering BNI Syariah. Sampai saat ini telah terbentuk forum wartawan JES di 12 kota yaitu Jakarta, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Semarang, Makassar, Palu, Banda Aceh, Padang, Bandung dan Balikpapan. Pada kesempatan ini dibentuk JES ke-13 di Kota Medan.

Gubsu HT Erry Nuradi diwakili Asisten Administrasi Umum dan Aset Provsu H Zonny Waldi berharap ekonomi syariah dapat jadi katalisator ekonomi Sumut. Ekonomi syariah dapat jadi solusi ketidakpastian ekonomi sekarang.

Menurut Zonny, Sumut memiliki potensi besar untuk perkembangan ekonomi syariah di mana penduduknya berkisar 14 juta jiwa, 64 persen diantaranya beragama Islam.

Ia menilai ekonomi syariah tumbuh cukup bagus, kini perbankan syariah trendnya juga meningkat. (R04/C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Safari Ramadhan 1447 H, PLN UIP SBU Berbagi Santunan Kepada Yatim Dan Duafa
Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-80 Kabupaten Asahan Dorong Kolaborasi Pembangunan
Berbagi di bulan Ramadhan, Sat Narkoba Berikan Tali Asih Di Rumah Yatim Beringin*
PROLETAR LAPORKAN RS.ROYAL PRIMA KE POLRESTABES MEDAN"
Jelang Periode Libur Lebaran BRI Imbau Nasabah Waspada Penipan Modus File .APK
Ops Ketupat Toba 2026, Kapolresta Deli Serdang Tinjau Langsung Pos PAM, Pos Yan dan Pos Terpadu
komentar
beritaTerbaru