Senin, 16 Maret 2026

Sutedi Raharjo ST: PDAM Lirik Eksploitasi Sei Belumai dan Sei Ular

Administrator - Kamis, 01 Maret 2018 02:24 WIB
Sutedi Raharjo ST:  PDAM Lirik Eksploitasi Sei Belumai dan Sei Ular

Medan | SUMUT24 Bahan baku utama air sungai untuk pengolahan air bersih milik PDAM Tirtanadi Sumut semakin menipis, karena berapa sungai yang mengalir di kota Medan, sudah diekspolitasi. Target kedepannya, PDAM Tirtanadi Sumut akan melakukan ekspolitasi bahan baku air sungai yang ada di luar Kota Medan.

Baca Juga:

“PDAM Tirtanadi Sumut akan melirik pengembangan ekspolitasi air baku Sungai Belumai di Kota Binjai dan Sungai Ular di Kabupaten Sergai,” ujar Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi Sumut, Sutedi Raharjo ST saat menerima audensi PU/Pimred Harian SUMUT24 Rianto Ahgly SH di Kantor PDAM Tirtanadi Sumut, Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (27/2).

Lebih lanjut dikatakan Sutedi, setiap tahun jumlah pemasangan sambungan baru pelanggan PDAM Tirtanadi terus bertambah. “Lebih kurang harus ada 20 ribu pemasangan sambungan kr pelanggan setiap tahunnya. Sementara bahan bakunya air sungai semakin habis.

“Kalau mengolah air asin, bisa dilakukan, tapi biaya investasinya sangatlah besar. Air laut bisa jadi bahan baku dan diolah. Tapi sangat mahal biayanya,” ujar Sutedi.

Pelabuhan Internasional di Yokohama pun sampai saat ini, masih menggunakan air tawar, bukan air asin atau air laut. “Ya itu tadi, imvestasinya sangat mahal,” ujar Sutedi.

Ada empat hal penting yang terus dan menjadi kewajiban Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumut dan menjadi prioritas dipenuhi. Keempat poin penting itu, yakni kulitas air harus bagus, kuwantitas cukup, kontiunitas layak dan lancar, serta satu aspek lagi kani, keterjangkauan daya beli pelanggan. Keempat poin penting inilah yang ditekankan oleh Dirut PDAM Tirtanadi Sumut Sutedi Raharjo ST saat menerima audensi PU/Pimred Harian SUMUT24 Rianto Ahgly SH di Kantor PDAM Tirtanadi Sumut, Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (27/2).

Pertemuan silaturahmi dan penuh keakraban itu juga dihadiri Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Sumut Jumirin dan Wapimred SUMUT24, Amru Lubis serta Korlip Dody Franky Ismana.

Lebih lanjut dikatakan Sutedi Raharjo, aspek keterjangkauan itu sangat penting dan wajib terpenuhi. “Ini merupakan amamat UU dan tanggungjawab PDAM Tirtanadi sebagai penyelenggara pemerintah,” ujarnya.

Masih sebut Sutedi, PDAM Tirtanadi Sumut semata-mata tak berdiri sendiri tapi keterikutan (keterlibatan) Pemerintah Provinsi Sumut memiliki peran yang sangat penting. Karena dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumut sangatlah berperan ganda untuk memajukan PDAM Tirtanadi. Plus dukungan dari DPRD sumut juga sangat dibutuhkan.

Soal pelanggan PDAM Tirtanadi untuk Kota Medan, sebut Sutedi Raharjo, jumlah pelanggan sekitar 430 ribuan dan tingkat dua termasuk di Kota Medan ada sekitar 60 ribuan pelanggan. Sehingga total pelanggan 490 ribuan pelanggan.

Kota Medan secara hitung-hitungan pasokan airnya tentulah belum cukup dari hitungan teknis. Karena dari hitungan pelanggan dan pertambahan pelanggan, PDAM Tirtanadi samnpai tahun 2019 sesuai master planning yang kita buat harus menambah sekitar 2.400 liter per detik sumber airnya.

PDAM Tirtanadi Sumut tak kuat berjalan sendirian, kalau menjalankan yang sudah ada tak jadi masalah, harus terus ditambah. “Jadi pelanggan zona Medan sekitar ditambah 6 kabupaten/kota di tingkat dua, maka PDAM Tirtanadi Sumut dalam satu tahun butuh 20 ribu sambungan air pelanggan. Permintaan sambungan air pelanggan per tahunnya mencapai 20 ribu sambungan,” ujar Sutedi.

Soal menyediakan air, beber orang nomor wahid di PDAM Tirtanadi dan banyak mengetahui sejarah perjuangan pahlawan nasional ini, soal menyediakan air yang paling berat adalah bicara nilai investasi karena PDAM tak kuat sendirian.

Bila hanya menjalankan yang ada saja, ada tak jadi masalah. Tapi wajib didukung pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat serta semua stakeholder PDAM Tirtanadi yang ada. “PDAM Tirtanadi harus bisa berkembang maju sesuai dengan permintaan masyarakat,” ujarnya.

Tapi yang pasti, lanjut Sutedi, kalau tak dihitung dengan jumlah pertambahan pelanggan dan tak diiringi pertambahan produksi serta pertambahan sumber air, “ini malah bisa terjadi krisis. Kenapa, karena demand suplainya bertambah terus. Orang bangun rumah, bangun jalan, polulasi penduduk terus bertambah, orang lahir bertambah atau populasi dan urbaninasi terus bertambah,” ujarnya.

Disinilah dibuthkan sosialisasi dari Pemrovsu ke masyarakat Sumut tentang harus adanya solusi pemberlakukan kenaikan tarif air air bersih. Sehingga kenaikan tarif air bisa terjangkau oleh masyarakat (pelanggan).

PDAM Tirtanadi bila ingin menaikkan tarif air harus mempertimbangkamn dan meminta pendapat banyak kalangan. PDAM terkahir menaikkan tarifnya tahun 2013. Kemudian berselang 3 tahun kemudian atau tahun 2017, baru kembali menaikkan tarif air.

“Praktis jangka waktu menaikkan tarif air sudah 3 tahunan. Memang kita sadarilah soal penyesuaian tarif itu tak populer, karena ini jadi kebutuhan penting yang menyangkut inplasi, bahkan kenaikan TDL yang menjadi pedoman utama untuk menaikkan retrebusi air. “Kan listrik sudah beberapa kali terjadi kenaikan, sementara tarif air sudah 3 tahun belakangan ini baru dinaikkan kembali,” ujarnya.

Karena sumber kita kan listrik, minyak dan ini semua jadi pertimbangan dalam hal menaikkan tarif air.

Berpedoman pada Permendagri tahun 1971, ada dua alternatif. Menyatakan bahwa PDAM ini harus jalan. Kalau dia mampu pergunakan Permendagri 70, yakni semua biaya itu tercaver oleh tarif, selama tarif air itu masih terjangkau oleh masyarakat. Tapi manakalau PDAM punya biaya operasional besar yang tarifnya kemudian tak terjangkau oleh masyarakat, maka pemerintah harus mensubsidi. Artinya, investasinya harus direduksi sama pemerintah, agar tarifnya bisa turun kembali.

“Inikah soal hitung-hitungan, butuhnya segini, oke. Kita bangun dan jatuhnya secara finansial berapa Rp 100 dan mampunya hanya Rp 70 sehingga Rp 30 wajib subsidi. Inikah semua untuk rakyat. Tapi selama kita hitung-hitungan ternyata cuma Rp 70, bisanya rakyat hanya Rp 70, ya sudah,” ujar Sutedi mencontohkan.

Selama air masih bisa dibeli masyarakat, tentunya ada hitung-hitungannya. Masyarakat yang berpenghasilan UMK, masyarakat seperti apa. Yakni masyarakat Rumah Tangga 1 dan Rumah Tangga 2, Jadi 4 persen dari UMK maksimal digunakan untuk sumber lainnya. Misalnya kelompok Rumah Tangga dengan penghasilan Rp 2,5 juta perbulan. Masyarakat kelompok RT2, sebulan menggunakan air 20 meter kubik atau berapa, harga itu dirata-ratakan harus 4 persen dibawah UMK, tapi itu kebutuhan mendasar. Bila masuk kategori rumah tangga UMK memakai air diatas 100 meter kubik, itu kan bukan rumah tangga UMK. “Masak ada rumah tangga UMK memakai air sampai 100 meter kubik, tapi kalau rumah tangga ada mobil 4, ya cocok lah memakai 100 meter kubik. Inikan pendekatan-pendekatan logika dalam kalkulasi penyesuai tarif itu.

Sementara itu, selama tahun 2017,PDAM Tirtanadi banyak melakukan kemitraan dengan pihak asing dan lokal, misalnya kemitraan riset dan studi dengan Unesco.

Perjanjian kerja sama ditandatangani Prof. Shahbaz Khan selaku Direktur UNESCO Asia Pacific dan Sutedi Raharjo selaku Direktur Utama PDAM Tirtanadi. Kontrak kerja sama yang ditandatangani oleh PDAM dan UNESCO ini merupakan program UNESCO Asia Pasifik dalam rangka pengelolaan dan perlindungan air perkotaan yang berkelanjutan di Asia Pasifik, dimana PDAM Tirtanadi terpilih menjadi salah satu pihak pengelola air yang sudah lama berkontribusi untuk pengelolaan air perkotaan untuk melaksanakan studi penelitian ini.

Penelitian akan mengkaji sumber-sumber air yang dimanfaatkan PDAM Tirtanadi untuk memenuhi kebutuhan air di Kota Medan seperti daerah aliran sungai (DAS) Sei Wampu, DAS Sungai Deli, DAS Sungai Belawan dan DAS Sei Ular.

Tahun ini, ujar Sutedi, PDAM Tirtanadi bisa sumbang PAD ke Provsu senilai Rp10,6 miliar. (R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
PROLETAR LAPORKAN RS.ROYAL PRIMA KE POLRESTABES MEDAN"
Jelang Periode Libur Lebaran BRI Imbau Nasabah Waspada Penipan Modus File .APK
Ops Ketupat Toba 2026, Kapolresta Deli Serdang Tinjau Langsung Pos PAM, Pos Yan dan Pos Terpadu
Sekda Padangsidimpuan Tutup Lomba Berkah Ramadhan, Dai Cilik hingga Fashion Show Muslim Tampil Percaya Diri
Sekdako Padangsidimpuan Apresiasi Gercep, Ekspedisi Sapa Ramadhan ke-6 Bantu Ratusan Warga
Brutal! Wartawan tvOne Dipukul dan Dicakar Oknum ASN di Paluta
komentar
beritaTerbaru