Optimalkan Pertumbuhan padi, Babinsa Ngembul Bantu Petani Bersihkan Rumput Liar
Optimalkan Pertumbuhan padi, Babinsa Ngembul Bantu Petani Bersihkan Rumput Liar
kota
MEDAN – SUMUT24
Baca Juga:
Pasangan bakal calon Gubernur Sumatera Utara dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Ijeck) melakukan temu ramah dengan ratusan insan pers, Selasa (23/1) di Garuda Plaza Hotel.
Pertemuan ini dihadiri Ketua PWI Sumut H Hermansjah beserta unsur pengurus dan penasihat, juga dihadiri Ketua IJTI Sumut Budi Amin Tanjung, Sekretaris SPS Sumut Rianto Ahgly SH, dan Ketua Forum Jurnalis Perempuan (FJP) Sumut Ramdeswati Pohan.
Dalam kesempatan tersebut, Edy Rahmayadi bercerita banyak tentang visi-misinya dalam membangun Sumut ke depan bersama Ijeck. Menurut Edy, tanpa pers, Sumut tidak akan pernah maju. Makanya, dia membutuhkan peran pers untuk menjadikan Sumut menjadi is the best.
“Saya tidak ingin mengarah-ngarahkan, kalau bapak mau pilih Djarot atau milih Jr Saragih, itu kembali kepada bapak semua. Toh akhirnya kita harus bersatu untuk membangun Sumatera Utara. Ini kan demokrasi, pilihan kan bebas,” jelasnya.
Edy juga menyadari, bahwa sikap dan ketegasannya ini sudah menjadi karakternya. Bahkan, mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo beberapa waktu lalu sempat menelpon dan menyinggung soal gaya militer yang masih melekat pada diri Edy meskipun sudah pensiun.
“Ingat kamu itu bukan prajurit,” ujar Edy menirukan pernyataan Gatot.
“Saya 33 tahun menjadi tentara, dua tahun di daerah konflik seperti Aceh dan Papua. Beginilah saya seadanya. Makanya, saya minta ajari saya agar menjadi lunak. Tapi jangan ajari saya menjadi penipu,” pinta Edy.
Dengan hadirnya mereka di pentas demokrasi Pilgubsu 2018, Edy-Ijeck ingin menjadikan Sumatera Utara lebih bermartabat.
“Saya tidak mau menjadikan Sumut ini menjadi pengemis dan penakut,” tandasnya.
Bahkan, jika Allah berkenan dan mereka berdua diberikan amanah untuk memimpin Sumatera Utara ini, dirinya ingin mewujudkan media centre yang jujur, agar insan pers dapat mengawal kebijakannya dan memberi kritik jika salah.
Hal senada juga dikatakan Ijeck. Dirinya meyakini bahwa Sumut bisa menjadi wilayah yang lebih baik lagi ke depannya. Makanya, dia mengajak agar insan pers terlibat aktif dalam mewujudkan pembangunan itu.
“Kami memohon doa, apa rencana dan cita-cita kami bisa dikabullan Allah. Masyarakat Sumut juga berharap provinsi ini lebih baik lagi dan begitu juga dengan pendidikan, kesehatan. Kami yakin dan percaya, kalau kita bersama kompak dalam pembangunan, saya yakin Sumut akan menjadi lebih baik lagi ke depan. Tanpa ada bantuan pers, tidak mungkin juga pemerintah bisa melaksanakan pembangunan,” ujar Ijeck.
Ijeck juga menambahkan, belakangan berita-berita tak sedap tentang mereka ada beredar di media sosial. Namun terkait hal itu, pihaknya tidak mengambil pusing karena itu sudah biasa terjadi jelang pilkada ini.
“Pak Edy gayanya memang keras dan inilah sebenarnya gaya orang Medan. Tapi sebenarnya kita butuh pemimpin dengan apa yang diucapkan itu yang dilakukan, bukan pemimpin yang banyak berjanji tapi tidak terlaksana. Mudah-mudahan dengan pertemuan ini kita bisa menjalin tali silahturahmi dan menjalin hubungan dengan baik lagi dalam membangun Sumut ke depan,” tambah Ijeck.
Pada kesempatan itu, Ketua PWI Sumut, Hermansjah menjelaskan, wartawan terikat dengan kode etik ketika melakukan peliputan. Hal ini juga berlaku dalam pemberitaan pilkada.
“Media dan wartawan harus independen. Begitu juga sudah ada aturan dari dewan pers bahwa ketika wartawan menjadi tim sukses, harus mundur dari status kewartawanannya,” ujar Hermansjah.
Pertemuan ini, kata dia, selaku organisasi wartawan, PWI Sumut tidak membatasi pertemuan yang sama dengan para calon lainnya.
“Tidak hanya Edy-Ijeck, tapi kandidat lainnya juga sudah ingin membuat pertemuan seperti ini,” jelas Hermansjah kembali.
Dihadapan Edy-Ijeck, Hermansjah memaparkan bahwa Sumut merupakan salah satu provinai terbesar di Indonesia. Sumut yang memiliki hasil bumi, tidak bersaing dengan kota-kota lainnya di Indonesia, tapi bersaing dengan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Singapura.
“Kita berharap ada pemimpin yang bisa membawa Sumut menjadi lebih baik,” ujarnya.
Hermansjah juga menyinggung soal para bakal kandidat Pilgubsu 2018 yang masing-masingnya memiliki prestasi.
“Misalnya Djarot yang pernah menjadi gubernur, begitu juga dengan Sihar dan JR Saragih, mereka juga mempunyai prestasi. Kalau boleh dikritik, tapi kritik yang membangun,” tegasnya. (W07)
Optimalkan Pertumbuhan padi, Babinsa Ngembul Bantu Petani Bersihkan Rumput Liar
kota
JAKARTA, SUMUT24.CO Sebanyak 25 wakil menteri (wamen) saat ini masih tercatat merangkap jabatan sebagai komisaris di sejumlah Badan Usah
News
Bupati Solok dan Bupati Tanah Datar Sepakati Dukungan Pembangunan Batalyon TP 951
kota
Menjaga Gerbang Negeri dari Siem Reap Indonesia dan Politik Baru Perbatasan Keimigrasian
kota
Medan Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) kembali menggelar Silaturahmi Bulanan Pegawai dan Dosen yang berlangsung di Gelanggang M
News
Medan Taekwondo Berastagi dari Kabupaten Karo sukses keluar sebagai juara umum pada ajang Sumut Nasional Taekwondo Championship (SNTC) s
Umum
MEDAN, SUMUT24.CO Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Patriot Medan U11 mencetak sejarah dengan menjuarai Festival SSB U11 seSumatera Utara yang
Sport
Gathering IKAFEB USU dan FEB USU Kuatkan Pondasi SDMMedansumut24.co Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (I
News
sumut24.co ASAHAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pe
kota
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) terus memperkuat sinergi dengan insan media sebag
kota