Pemkab Asahan Kukuh Pertahankan Gelar Kabupaten Informatif Lima Kali Berturut-turut di KI Award 2026
sumut24.co MEDAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan berhasil mempertahankan predikat Kabupa
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
- Pemkab Asahan Kukuh Pertahankan Gelar Kabupaten Informatif Lima Kali Berturut-turut di KI Award 2026
- Bupati Asahan Kukuhkan Pokja Bunda PAUD dan Lantik Bunda PAUD Se-Kecamatan, Perkuat Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
- Diterpa Kritik Pascabencana di Padangsidimpuan,Walikota Letnan Dalimunthe Pilih Buka Pintu Dialog, Bukan Menghindar
Bila melihat perspektif dukungan kursi parlemen di DPRD Sumut, pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajek Shah (ERAMAS) didukung 6 parpol dan 60 kursi tentu lebih unggul, bila dibanding dengan dua paslon lain, yakni JR Saragih-Ance Selian (20 kursi) dan Djarot-Sihar (20 kursi). Hal ini dikatakan Anggota DPD RI Dedi Iskandar Batubara kepada SUMUT24, Kamis (11/1).
“Edy Rahmayadi-Ijeck tentu lebih unggul, apalagi sudah mengantongi 60 kursi di DPRD Sumut dengan 6 partai politik,” ujar Dedi Iskandar.
Munculnya 3 pasangan calon Peserta Pilkada yang telah resmi mendaftar ke KPU Sumut, Rabu (10/1), adalah hasil dari proses negosiasi politik elit partai.
“Pilkada Sumut 2018 ini juga Saya lihat sekaligus menjadi energi pembuka menjelang pileg dan Pilpres 2019,” sebut
Lebih lanjut dikatakannya, ini semacam pemanasan, hasil Pilkada ini tentunya akan dijadikan alat ukur untuk menyusun strategi 2019.
“Tapi yang menarik menurut saya, bahwa partai pendukung Pemerintah dan oposisi, justru bersatu mendukung salah satu pasangan calon, yaitu Edy Rahmayadi dan Musa Rajek Shah,” ujar Dedi.
“Jadi konstelasi politik lokal di Pilkada Sumut ini semakin sangat dinamis dan emosional. Tapi, saya meyakini, kontestasi ini akan berlangsung sehat dan demokratis,” ujar senator Sumut ini
Pilkada Sumut 2018 seperti drama dan panggung teater, ada yang bersuka cita, ada pula yang terluka, ada yang merubah haluan, ada pula yang membuat peta jalan baru. Ada yang Legowo ada pula yang protes.
Tapi semua situasi menunjukkan bahwa otoritas partai tetap ada di tingkat pusat, tidak ada otonomi kekuasaan yang terdistribusi ke daerah.
Pengambilan keputusan terhadap calon- calon masih ditentukan oleh elit partai. Penjaringan, fit and propertes tidak menjadi indikator penentu penetapan calon. Elektabilitas dan Akseptabilitas yang biasanya menjadi alat ukur penting, sepertinya diabaikan. Kompromi-kompromi politik elit justru menjadi penentu utama, terlihat bahwa keberadaan pucuk pimpinan partai politik sangat menentukan arah dukungan.
Ditempat lain, sambungnya, ada PPP yang kader-kadernya tidak menerima keputusan DPP nya. Ada pula PKPI yang mengalihkan dukungan pasca pendaftaran. (W03)
sumut24.co MEDAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan berhasil mempertahankan predikat Kabupa
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan resmi mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Asahan sekaligus melantik Bund
News
Diterpa Kritik Pascabencana di Padangsidimpuan,Walikota Letnan Dalimunthe Pilih Buka Pintu Dialog, Bukan Menghindar
News
Kapolres Madina Pimpin Operasi Sarang Narkoba, Tujuh Pria Dibawa ke Satresnarkoba
News
HUT ke75 Humas Polri, Polres Tapsel Hadir Bawa Kepedulian ke Panti Jompo Nurul Falah
News
HUT ke75 Humas Polri, Polres Tapsel Buktikan Kepedulian Lewat Donor Darah
News
Pemkab Madina Raih Predikat Kabupaten Informatif di KI Sumut Award 2026, Atika Jadi Motivasi untuk Berbenah
News
sumut24.co JakartaASUS secara resmi meluncurkan lini laptop kreator profesional terbarunya di pasar Indonesia, yaitu ASUS ProArt P14 dan A
Ekbis
Otak Pelaku Penembakan Wadan Koti PP Deli Serdang Masih Diselidiki Polda Sumut Pelaku Belum Diketahui
News
Pemkab Solok Paparkan Progres R3P Pascabencana, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepatan Pemulihan
News