Rahudman Harahap Diamanahkan Hashim Djojohadikusumo Pimpin PNM
Rahudman Harahap Diamanahkan Hashim Djojohadikusumo Pimpin PNM
kota
MEDAN I SUMUT24
Baca Juga:
Tiga pasangan calon (paslon) cagubsu dan wacagubsu dipastikan akan bertarung di Pilgubsu 2018 nanti. Ketiga pasangan calon ini yakni, Pertama pasalon Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (ERAMAS). Kedua paslon JR Saragih-Ance Selian dan pasalon ketiga, pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (JOSS).
Menurut Pengamat Sosial Politik Shohibul Anshor Siregar kepada SUMUT24, Rabu (10/1), bagi ketiga paslon ini, wajib mengedepankan tiga poin penting yakni, figuritas, networking dan budget (uang).
“Ada 3 (tiga) pokok pertimbangan yang lazim dilakukan untuk melihat rivalitas dalam pemilihan langsung, yakni Figurity (Figuritas), Networking (Jejaring) dan Budget (Biaya),” tegas Sohibul.
Idealnya, lanjutnya, ketiganya memiliki kekuatan seimbang pada pasangan. Jika sekarang akan ada 3 (tiga) pasangan yang akan memperebutkan jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, maka pasangan mana yang memiliki keberimbangan paling ideal pada ketiga faktor itu, pasangan itulah yang paling berpeluang menang.
Dari aspek figuritas, ujar Shohibul, paslon Edy-Ijek kelihatan lebih unggul karena selain pernah menjadi Pangdam I/BB. Juga memiliki karir militer yang prestisius yang bagi rakyat Sumut.
Saat ini figur seperti itu (militer) umumnya sangat dikagumi. Mungkin orang menilai bahwa dengan figur militer semua instabilitas yang pernah terjadi dalam pemerintahan di Sumatera Utara selama ini bisa diakhiri. Orang mengidolakan figur yang tegas.
JR Saragih juga seorang mantan militer, tetapi kita tak banyak tahu posisi dan jabatannya saat itu, sebelum menjadi Bupati. Beliau berhasil memenangi dua pilkada di Simalungun. Tentu saja ini sebuah keunggulan (advantage). Sedangkan Djarot sebetulnya hanya dikenal melalui pemberitaan yang begitu panas dalam pilkada DKI beberapa waktu lalu. Meski pun dikatakan sukses, orang masih bertanya-tanya karena menjadi Wakil Gubernur DKI ia tak pernah melalui pemilihan langsung, begitu pun menjadi Gubernur DKI hanyalah karena Ahok masuk Lapas.
Disebut sukses memimpin Blitar selama dua periode, tetapi jika kita lihat di Internet, Blitar itu hanya lebih luas sedikit dari Kota Tebingtinggi, kecamatannya hanya 3 dan kelurahannya 21.
Megawati menyebut aspek SARA berupa Jawa sebagai kelebihan Djarot. Tetapi Jawa di sini terbagi-bagi. Setengah adalah Jawa Santri yang tak mungkin memilihnya karena aktivitasnya di partai politik seperti PKS, PAN, PBB dan PPP. Jika PPP akhirnya mendukung Djarot-Sihar, maka kelompok ini akan “memberontakâ€.
Mengapa? Mereka adalah aktivis atau pengikut organisasi-organisasi keagamaan seperti Alwashliyah, Muhammadiyah dan NU. Mereka pun rajin ke majelis ta’lim dan wirid setiap Kamis malam Jum’at.
Jawa Abangan pun selama ini terserap ke dalam organisasi seperti Pujakesuma, FKWJ dan lain-lain dan mereka tersebar tak hanya di PDIP tetapi juga di Golkar, Gerindra, Demokrat, Nasdem, dan sebagainya.
Dari segi jaringan, terutama kepartaian, Edy-Ijek memiliki 65 % dukungan legislatif (DPR-RI asal Sumut, DPRD Sumatera Utara dan DPRD Kabupaten Kota se-Sumatera Utara). Sedangkan JR-Ance hanya memiliki 24 % dan Djarot-Sihar hanya 11 %. Jaringan juga bermakna kedekatan-kedekatan sosial, politik dan ideologis.
Maka di sini akan selalu penting faktor agama. Umat Islam di Sumatera Utara berpenduduk mayoritas muslim (hampir 70 %) dan selebihnya non-muslim (Protestan, Katholik, Hindu, Budha, Konghucu dan lainnya).
“Bayangkan saja jika pilihan warga terbagi berdasarkan agama, maka 70 % akan lebih memilih untuk Edy-Ijek. Sedangkan selebihnya berbagi antara pasangan JR-Ance dan Djarot-Sihar,” ujar Shohibul.
Di dalam politik selalu ada yang disebut solidaritas-lintas (cross-cutting solidarity), yakni meski Protestan bisa memilih pasangan yang paling Islami atau sebaliknya.
Dari segi kesukuan Sumatera Utara didominasi oleh orang Batak sekitar 40 %, Jawa 30 % lebih, dan selebihnya Nias, Tionghoa, Melayu, Aceh dan lain-lain. Tetapi sudah lama komunitas Batak itu begitu longgar, karena Mandailing mengaku bukan lagi Batak. Gugatan serupa ada di Karo, juga Dairi, Pakpak dan Simalungun.
Ada wilayah-wilayah tertentu yang dekat dengan figur ini. Misalnya Simalungun-Siantar wajar diperkirakan akan lebih mengenal JR. Wilayah perkebunan mungkin akan lebih mudah digarap oleh Djarot-Sihar.
Ance adalah orang Tabagsel. Tetapi belum tentu bisa lebih unggul dari Djarot-Sihar mengingat pengaruh usaha perkebunan keluarga Sihar sudah lama di sana.
Selain Melayu, Edy juga bisa dipandang sebagai Jawa, dan memang begitu. Sihar akan lebih didukung di eks Tapanuli Utara, tetapi tidak di Tabagsel, Karo, Dairi, Pakpak Bharat. Langkat akan menjadi daerah penting dalam perebutan setelah Medan dan Deliserdang. Sedangkan wilayah-wilayah pantai Timur pastilah lebih dekat dengan Edy-Ijek.
“Selain itu kita juga perlu memperhitungkan golput. Jika akan terjadi lagi penurunan partisipasi, maka hitungan-hitungan di atas bisa buyar sama sekali,” tegasnya.
Semua teori itu akan buyar jika tak didukung oleh budget sebagai biaya politik (political cost). Budget juga dapat mengubah peta jika politik uang (money politic) menjadi modus pemenangan. Karena itu Polri benar-benar diminta untuk ketat mengawasi, beserta lembaga pengawasan yang ada. KPU pun mesti profesional. (W03)
Rahudman Harahap Diamanahkan Hashim Djojohadikusumo Pimpin PNM
kota
sumut24.co Medan, Anggota DPRD Medan Modesta Marpaung SKM S Keb (Partai Golkar) berikan pemaparan dan edukasi kepada warga Medan Tembung un
kota
JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
kota
Rektor UNPAB Prof. Isa Indrawan Terpilih Jadi Mentor Rektor Nasional, APTISI Siapkan Program Pembinaan 60.000 Pimpinan Kampus
News
sumut24.co MedanDi tengah dinamika dunia bisnis dan pendidikan modern yang bergerak serba cepat, standar kepemimpinan serta pengembangan s
kota
Medan sumut24.co Menindak lanjuti intruksi Kapolda Sumut untuk menertibkan segala bentuk perjudian dan menindak pemilik dan para pelaku ya
Hukum
Proyek Jalan Rp1,28 Miliar Disorot, Kadis SDABMBK Deli Serdang &ldquoNanti Saya Check Dulu ke PPK&rdquo
News
Barapaksi Soroti Proyek Jalan Rp1,28 Miliar di Sunggal &ldquoJangan Ada Pembiaran Jika Pekerjaan Tak Sesuai Spesifikasi&rdquo
kota
UNPAB Gelar Wisuda Periode ke76, Cetak Lulusan Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja
kota
Medan sumut24.co Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E.,M.M., menghadiri jamuan makan malam dengan s
kota