JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
kota
Medan | SUMUT24
Baca Juga:
- JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
- Rektor UNPAB Prof. Isa Indrawan Terpilih Jadi Mentor Rektor Nasional, APTISI Siapkan Program Pembinaan 60.000 Pimpinan Kampus
- Mendefinisikan Ulang Kepemimpinan Modern: Richa Arie Sandy Bawa Filosofi "Quiet Luxury" dan "Boss Energy" ke Kancah Pendidikan Melalui Rindu Tenang
Pada Pilgubsu 2018 akhirnya partai penguasa PDI Perjuangan mencalonkan mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat untuk Pilgubsu 2018.
“Dalam perpolitikan Sumut, jelas bahwa Ketum Megawati tak percaya dengan kader PDIP yang ada di Sumut, karena banyaknya pembisik ditambah lagi memang PDIP tak punya kajian mendalam, siapa yang banyak duitnya itulah yang dipilih,” tegas Pengamat Sosial Politik Shohibul Anshor Siregar kepada SUMUT24, Kamis (4/1).
Menurutnya, PDIP tak pernah punya kajian yang mendalam, apalagi elektabilitas sehingga yang ada duitlah yang bisa direkomendasikan untuk maju di pilkada, Djarotkan banyak duitnya, karena pernah menjadi Wagub dan Gubernur DKI Jakarta, kalau tak ada dana mana mungkin dicalonkan, karena pilkada sangat menentukan untuk Pilpres mendatang.
Lebih lanjut dikatakan Dosen UMSU tersebut, PDIP mencalonkan Djarot karena juga suku Jawa, karena mayoritas suku di Sumut adalah Suku Jawa, sehingga PDIP beranggapan Djarot akan menang di pilgubsu 2018.
Akan tetapi dalam kesukuan Jawa ada dua, pertama Jawa Santri dan jawa abangan. Djarot adalah jawa abangan sehingga Djarot dianggap bisa menggaet semua suku Jawa untuk memilihnya.
Walaupun begitu kalau nantinya Djarot kalah jangan dibilang masyarakat Sumut intoleran dan lain sebagainya. “Di Sumut ini masyarakatnya sangat sulit untuk diatur, kalau mereka tak kenal, mereka tak akan memilihnya, apalagi yang didatangkan ada orang luar yang tak mengenal Sumut dari berbagai bidang kehidupan,” tegas Sohibul.
Megawati Tunjuk Djarot Cagubsu
PDIP resmi mengusung Djarot Saiful Hidayat menjadi bakal calon Gubernur Sumatera Utara. Pengumuman itu disampaikan langsung Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/1). “Tidak usah panjang lebar kita perkenalkan Bapak Djarot,” kata Megawati.
Mega menilai Djarot sebagai calon yang pas untuk membenahi Sumut. Djarot pun tampak semringah saat secara resmi diumumkan sebagai cagub Sumut. Mega menilai Djarot sebagai calon yang pas untuk membenahi Sumut. Djarot pun tampak semringah saat secara resmi diumumkan sebagai cagub Sumut.
Menurut Megawati, penunjukan Djarot Saiful Hidayat sebagai bakal calon gubernur Sumatera Utara untuk Pilkada serentak 2018 karena warga Sumut membutuhkan sosok yang jujur dan berpengalaman.
“Saya memasukkan Pak Djarot ke sana (Sumut),” kata Megawati saat mengumumkan empat pasang cagub/cawagub untuk Pilkada serentak 2018 di Kantor DPP PDIP, Jakarta, kemarin (4/1).
Mega mengatakan, Sumut adalah provinsi yang penting dan strategis. Bahkan Presiden Joko Widodo menurutnya berjuang menjadikan sumut jadi pusat kemajuan ekonomi nasional.
Namun sayangnya, beberapa kali gubernurnya tersangkut masalah hukum. Terakhir adalah Gatot Pujo Nugroho yang terjerat kasus korupsi di KPK.
“Saya pikir kok enggak ada yang mampu, saya putar-putar, saya pikir eh kok ada orang dekat saya lupakan. Menurut saya orang ini bisa, ya sudah Pak Djarot,” katanya.
Djarot Saiful Hidayat ditunjuk Mega karena dinilai sebagai sosok bagus. “Orangnya serius, saya menilai pasti bisa,” kata Mega.
Menurutnya sayang jika tokoh semuda dan berkualitas seperti Djarot harus menganggur.
Sayangnya, PDIP belum mengumumkan calon wakil gubernur yang akan mendampingi Djarot di Sumut. Paket pasangan di Sumut akan diumumkan pada 7 Januari mendatang. “Mudah-mudahan rakyat Sumut bisa menerima Pak Djarot,” katanya.
Di DPRD Sumut, PDIP punya 16 kursi dari 100 kursi DPRD. PDIP harus menggandeng partai lain untuk bisa mencalonkan. Syarat minimal dukungan adalah 20 kursi.
Sebelumnya Djarot Saiful Hidayat mengaku siap jika dicalonkan di Pilgub Sumut. “Kalau diperintahkan partai saya siap,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Djarot: Saatnya Sumut Berubah!
PDIP resmi mengumumkan Djarot Saiful Hidayat sebagai bakal calon gubernur di Sumatera Utara. Djarot bertekad mengubah Sumut.
Tekad itu disampaikan Djarot lewat Instagram, Kamis (4/1). Dia mengunggah tangkapan layar (screen capture) berita bahwa dia sah diusung PDIP menjadi cagub Sumut.
Awalnya, dia mengucapkan selamat tahun baru untuk sahabat dan para relawan. Mantan Gubernur DKI ini mengajak rekan-rekannya siap berjuang bersama.
“Selamat berjuang bersama-bergotong royong untuk membangun Sumut yang bersih, Sumut hebat,” tulis Djarot.
“Saatnya Sumut berubah dan menjadi teladan bagi Indonesia Tercinta,” tambahnya.
Nama Djarot diumumkan sebagai cagub Sumut oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri siang tadi. Meski begitu, nama cawagub yang akan mendampingi Djarot belum diumumkan. (W03/R03)
JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
kota
Rektor UNPAB Prof. Isa Indrawan Terpilih Jadi Mentor Rektor Nasional, APTISI Siapkan Program Pembinaan 60.000 Pimpinan Kampus
News
sumut24.co MedanDi tengah dinamika dunia bisnis dan pendidikan modern yang bergerak serba cepat, standar kepemimpinan serta pengembangan s
kota
Medan sumut24.co Menindak lanjuti intruksi Kapolda Sumut untuk menertibkan segala bentuk perjudian dan menindak pemilik dan para pelaku ya
Hukum
Proyek Jalan Rp1,28 Miliar Disorot, Kadis SDABMBK Deli Serdang &ldquoNanti Saya Check Dulu ke PPK&rdquo
News
Barapaksi Soroti Proyek Jalan Rp1,28 Miliar di Sunggal &ldquoJangan Ada Pembiaran Jika Pekerjaan Tak Sesuai Spesifikasi&rdquo
kota
UNPAB Gelar Wisuda Periode ke76, Cetak Lulusan Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja
kota
Medan sumut24.co Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E.,M.M., menghadiri jamuan makan malam dengan s
kota
Medan sumut24.co Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, membongkar praktek jual beli narkoba, yang selalu memanfaatkan kafe sebagai titik t
Hukum
Dosen Universitas HKBP Nommemsen Pematangsiantar Melaksanakan PKM di Desa Bangun
kota