JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
kota
MEDAN|SUMUT24
Baca Juga:
- JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
- Rektor UNPAB Prof. Isa Indrawan Terpilih Jadi Mentor Rektor Nasional, APTISI Siapkan Program Pembinaan 60.000 Pimpinan Kampus
- Mendefinisikan Ulang Kepemimpinan Modern: Richa Arie Sandy Bawa Filosofi "Quiet Luxury" dan "Boss Energy" ke Kancah Pendidikan Melalui Rindu Tenang
Dinamika ekonomi selama tahun 2017 di Sumatera Utara, dikatakan tidaklah begitu baik. Kondisi
ekonomi, masih menunjukan bahwa kita masih dalam proses pemulihan, belum berakselerasi. Artinya, kita harus optimis dengan kondisi perekonomian Sumut di tahun 2018, meski diprediksi tidak jauh berbeda dengan kondisi di tahun 2017. Kondisi yang sama juga terjadi dengan perekonomian global, yang juga masih dalam tahapan pemulihan. Tentunya, kondisi ini tidak begitu banyak menjanjikan pemulihan, baik itu dengan kondisi tenaga kerja, maupun juga terhadap kemiskinan.
“Fenomena perkembangan ekonomi dunia yang tidak cukup baik belakangan ini, membuat ekonomi nasional dengan sangat terpaksa harus berjalan di tempat,” kata Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin SE kepada SUMUT24, Kamis (21/12).
Menurut Pakar Ekonomi yang juga memiliki keahlian dalam bidang Capital and Money Market, Banking, Data Analysis dan Lecturer ini, realisasi petumbuhan tidak akan jauh berbeda, masih diseputar angka 5%, kendati realisasi pertumbuhan ekonomi sudah memaksimalkan anggaran, dengan menghapus sejumlah subsidi, serta mengoptimalkan anggaran belanja yang difokuskan ke infrastruktur.
“Sayangnya, dampak pembangunan infrastruktur ini belum menjadi obat mujarab untuk menuntaskan masalah ekonomi nasional belakangan ini. Karena manfaat ekonomi dari ketersediaan infrastruktur, akan dirasakan dalam jangka panjang. Dan manfaat dalam jangka pendek adalah, terletak pada penyerapan tenaga kerja,” katanya.
Meski demikian, lanjutnya, belanja anggaran untuk infrastruktur yang sangat besar ini menjadi bumper, untuk menghindari ekonomi kita mengalami tekanan yang lebih dalam akibat kemerosotan harga komoditas. Artinya, belanja besar di infrastruktur menjadi penyelamat dari tekanan harga komoditas dunia yang seyogyanya sangat potensial menyeret tekanan pertumbuhan ekonomi itu sendiri.
“Jadi, sudah semestinya memang pembangunan infrastruktur tersebut di apresiasi, karena bukan hanya membendung tekanan pertumbuhan ekonomi dunia, disisi lain juga menjadi motor pembangunan
ekonomi dalam jangka panjang,” terangnya.
Pengamat Ekonomi yang saat ini bekerja sebagai Dosen dan Analis di salah satu perusahaan sekuritas di Medan ini juga menuturkan, untuk tahun 2018 mendatang, tidak akan jauh berbeda realisasinya dengan tahun ini. Belanja anggaran infrastruktur, masih menjadi bumper. Sementara itu harga komoditi unggulan kita masih bergantung dari ketidakpastian global.
Kemudian, ujar Gunawan, kondisi geopolitik di semenanjung Korea, yang tidak berbeda jauh dengan yang terjadi di Timur Tengah. Rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS, sangat berpeluang menjadi sentimen negatif bagi perekonomian nasional.
“Tantangan seperti ini, sudah semestinya kita minimalisir. Dikarenakan, sentimen eksternal tersebut memicu munculnya ketidakpastian di dalam negeri,” ungkapnya.
Harga komoditas, ujarnya, masih akan terombang-ambing mengikuti volatilitas dari banyak sentimen di pasar. Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan dan cukup potensial menekan laju pertumbuhan ekonomi domestik.
Selanjutnya, tahun 2018 adalah tahun politik, demikian halnya juga dengan tahun selanjutnya akan ada hajatan pemilihan Presiden. Dari dalam negeri, kita akan direpotkan dengan upaya menjaga stabilitas politik. Sementara di sisi yang lain, kita juga terus diminta untuk mewaspadai kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja merubah persepsi pasar, yang membentuk iklim investasi di tanah air.
“Untuk itu, kita membutuhkan sejumlah langkah antisipatif, karena tahun depan, bukanlah tahun yang mudah. Jangan lalai, dan tidak semata-mata bergantung kepada ekspektasi pemulihan ekonomi global yang akan diperkirakan membaik di tahun depan. Tidak ada garansi 100% disitu,” terangnya.
Sejauh ini, ekonomi global penuh ketidakpastian, demikian halnya juga dengan ekonomi Nasional, yang dikelola bertepatan dengan tahun politik yang berkepanjangan.
“Secara keseluruhan, di tahun 2018 kita memang harus tetap optimis. Walaupun di tahun depan belum begitu menjanjikan dan penuh ketidakpastian,” pungkas Alumnus UGM Yogyakarta ini. (W01)
JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
kota
Rektor UNPAB Prof. Isa Indrawan Terpilih Jadi Mentor Rektor Nasional, APTISI Siapkan Program Pembinaan 60.000 Pimpinan Kampus
News
sumut24.co MedanDi tengah dinamika dunia bisnis dan pendidikan modern yang bergerak serba cepat, standar kepemimpinan serta pengembangan s
kota
Medan sumut24.co Menindak lanjuti intruksi Kapolda Sumut untuk menertibkan segala bentuk perjudian dan menindak pemilik dan para pelaku ya
Hukum
Proyek Jalan Rp1,28 Miliar Disorot, Kadis SDABMBK Deli Serdang &ldquoNanti Saya Check Dulu ke PPK&rdquo
News
Barapaksi Soroti Proyek Jalan Rp1,28 Miliar di Sunggal &ldquoJangan Ada Pembiaran Jika Pekerjaan Tak Sesuai Spesifikasi&rdquo
kota
UNPAB Gelar Wisuda Periode ke76, Cetak Lulusan Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja
kota
Medan sumut24.co Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E.,M.M., menghadiri jamuan makan malam dengan s
kota
Medan sumut24.co Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, membongkar praktek jual beli narkoba, yang selalu memanfaatkan kafe sebagai titik t
Hukum
Dosen Universitas HKBP Nommemsen Pematangsiantar Melaksanakan PKM di Desa Bangun
kota